
Esok hari•
Hari masih pagi ... namun beberapa rombongan dari tadi sudah siap berangkat menuju ke Kerajaan Han, semua orang tengah menunggu Jun-jungan mereka yang belum muncul juga.
Sedangkan yang di tunggu baru memakai hanfu dan baru saja selesai membersihkan diri mereka. Alexsa berdecak sebal sambil memincingkan kedua matanya melihat Kaisar Jun. ''Ini semua gara gara kamu! betah sekali di pemandian.''
Kaisar Jun menyungging'kan sudut bibirnya, mengusir semua pelayan untuk pergi meninggalkan mereka berdua lalu berdiri di belakang Alexsa dan berbisik. ''Tapi kau menyukainya bukan?''
''Haisshh ...'' Alexsa memutar matanya dengan malas, ''Jun, jangan seperti ini ... kita bisa terlambat sampai di kerajaan Han.''
''Ah, baik-baik lah nanti kita lanjutkan.'' Kaisar Jun mengangkat kedua tangan nya di udara.
•
•
Gerbang Istana•
Kaisar dan Permaisuri berjalan ber'iringan menuju tandu kereta kuda yang sudah di siapkan. Melihat sang penguasa datang, semua orang menunduk dan memberikan salam secara bersamaan.
Alexsa tersenyum kecil dan mengangguk saat melewati mereka, pertanda bawa dirinya menerima salam mereka dengan tangan terbuka.
Kaisar Jun membantu sang Permaisuri untuk masuk kedalam tandu, sedangkan dirinya menaiki kuda kesayangan nya. ''Curang sekali si Jun ini, aku di suruh naik kereta goyang dan pengap sedangkan dia naik kuda dengan lepas ... apa dia ingin melihat ku sakit saat sampai di kerajaan Han! Gerutu Alexsa.
Alexsa membuka tirai lalu mengeluarkan kepalanya, ''Mei ... naskah bersamaku.''
Kedua mata Dayang Mei membulat sempurna, melihat kanan kiri dan merasa tidak enak. ''Yang Mulia, Permaisuri. Hamba ...''
''Jangan menolak! Atau kau mau aku hukum?''
Dayang Mei dengan cepat naik ke dalam tandu, ia tidak ingin di hukum karna tidak mematuhi perkataan seorang Permaisuri.
Di saat semua orang sudah siap, Kaisar Jun pun menyuruh untuk berangkat karna tidak ingin menyia-nyiakan waktu. Rombongan pun berangkat meninggalkan Istana menuju Kerajaan Han.
•
•
•
•
•
Di perjalanan, Alexsa merasa bosan dan merasa pusing kepala akibat tandu bergoyang. Sungguh, ingin sekali ia muntah namun Alexsa tahan sebisa mungkin.
Hufttt ... Alexsa terus menghela nafas, membuat Dayang Mei yang berada di sebelahnya merasa kasian. Dayang Mei pun mempunyai ide untuk membuat Permaisuri nya semangat kembali
''Yang Mulia, Permaisuri.''
''Apaaaa ...''
''Untuk menghilangkan rasa bosan, bagaimana kalau kita bermain.''
Alexsa yang awalnya menopang dagu, kini menegak'kan tubuhnya penuh semangat. ''Permainan apa?''
''Menjawab perkalian dengan cepat, siapa yang kalah boleh menghukum dengan sesuka hati.''
''Ck, hanya perkalian? baik ... siapa takut.''
''Baik, kita mulai.''
Dayang Mei memulai lebih awal. Berkata dengan cepat hingga Alexsa menjadi serius. ''Jawab perkalian ... Jawab perkalian ... Jawab perkalian ... 9×2?''
''18!'' jawab Alexsa dengan cepat.
Kini giliran Alexsa. ''Jawab perkalian ... Jawab perkalian ... Jawab perkalian ... 18×3?''
''Jawab perkalian ... Jawab perkalian ... Jawab perkalian ... 24×5?''
''110!''
''Salah!''' teriak Dayang Mei penuh semangat dan refleks menjitak kening Alexsa.
Pletakk!!
''Ha ha aha ha ha aah.''
Alexsa menutup bibir dan matanya, menahan sakit akibat jitak'kan maut sang Dayang. Sebenarnya ia tak terima, namun Alexsa menahan nya.
''Baik, kali ini aku tidak akan kalah!'' Sentak Alexsa.
''Jawab perkalian ... Jawab perkalian ... Jawab perkalian ... 2×3?''
''6!''
''Jawab perkalian ... Jawab perkalian ... Jawab perkalian ...''
Dan seperti itulah Permainan nya hingga Alexsa kalah terus menerus, karna perkataan sangat cepat hingga Alexsa salah menebak angka.
Kebisingan di dalam kereta membuat beberapa orang di luar kereta saling pandang dan bertanya tanya apa yang sedang di lakukan Permaisuri dan Dayang setia nya.
Pletakk!!
''Aahh ... kau curang!'' Alexsa sudah tidak bisa menahan kekesalan nya.
''Tidak ada yang curang yang Mulia, Permaisuri.''
''Baik, jawab ini! ''Jawab perkalian ... Jawab perkalian ... Jawab perkalian ... 130× 4?
''Hah!'' Dayang Mei terbengong.
''Tidak bisa menjawab dengan cepat! Mati kamu kali ini hiyaaaaaa ... Bletaakk!''
''Aaaaawwwww''
Dayang Mei berteriak dengan kencang, membuat Burung-burung langsung bertentangan takut, termasuk Kaisar dan panglima menghentikan langkahnya lalu menoleh ke belakang.
Sedangkan sang Empu merasa senang dan tertawa dengan kencang dan bahagia karna sudah menjitak kepala Dayang Mei.
''Permaisuri, anda baik-baik saja?'' tanya sang panglima di luar kereta.
Alexsa membuka tirai, ''Aku baik-baik saja ... lanjutkan perjalanan nya.'' Jawab Alexsa menutup tirai kembali.
''Yang Mulia, kau curang!''
Alexsa tak perduli, yang jelas ia sudah menjitak Dayang Mei dengan tenaga dalam nya.
•
•
•
Butuh waktu satu hari akhirnya sampai di perbatasan Kerajaan Han, dan hanya butuh beberapa menit rombongan akhirnya sampaikan di pusat kota Kerajaan Han yang terlihat ramai.
Para rakyat kerajaan Han tengah menepi, memberikan jalan untuk tamu dari kerajaan lain sambil menatap kagum.
Sesampainya di gerbang Istana ... kereta pun berhenti termasuk Kaisar Jun turun dari kudanya dan melangkah ke arah tandu, dimana sang Permaisuri ada di dalam.
Kasim kepercayaan Kaisar Han memberi salam pada Kaisar Jun. Menyambutnya dan mempersilah'kan untuk masuk ke dalam Istana, di mana semua tamu dari kerajaan lain sudah hadir di kediaman mereka masing masing untuk beristirahat.