Becoming Empress

Becoming Empress
BECOMING EMPRESS BAB 31. Malam yang aah.



''Tu-tunggu sebentar.'' Alexsa mendorong dada bidang Kaisar Jun.


''Apakah ada yang mengganggu pikiran mu, istriku?'' tanya Kaisar Jun, dengan sorot mata yang sudah di liputi gairah.


''Ap-apa ... harus melakukan nya malam ini? Aku takut.'' Alexsa berkata jujur.


Kaisar Jun tersenyum, membelai pipi Alexsa dengan lembut. ''Apa yang kau takutkan? kau adalah Permaisuri ku satu satunya yang ada di dalam hatiku, aku mencintaimu lebih dari nyawaku.'' Ungkap Kaisar Jun panjang lebar. Yang mana membuat Alexsa terdiam dan berpikir.


''Aku mencintai Permaisuri ku.''


Alexsa tak menjawab cinta dari sang suami, namun Alexsa akan belajar mencintai pria yang ada di depannya dengan sisa hidupnya. Walau ia tidak tau apakah dia hidup di dalam Novel ini akan berumur panjang tau tidak? Karna Alexsa tau, jika suatu saat dia akan kembali ke dunia nya sendiri.


Alexsa tiba-tiba merinding ketika bibir Kaisar Jun menelusuri leher jenjangnya, melepas tali hanfu yang tengah ia pakai dengan perlahan dan membuangnya ke arah samping.


"Ahhh ..." Alexsa tak kuasa menahan suara dari bibirnya, saat Kaisar Jun mencumbui dan membelai apa yang seharusnya tidak di mainkan di area dadanya.


Dengan perlahan ... Kaisar Jun melepaskan hanfu yang di pakai Alexsa hingga Alexsa setengah telanjjang, dan memperlihatkan kulit putih nan halus tanpa noda sedikit pun.


Kaisar Jun menggendong Alexsa ke atas peraduan, merebahkan tubuh Alexsa dengan perlahan tanpa mau melepaskan pandangan mata mereka yang terkunci satu sama lain.


Perlahan Kaisar Jun membalikkan tubuh Alexsa hingga tengkurap, agar Kaisar Jun bisa melihat punggung putih dan bersih milik sang istri. dengan tidak sabar Kaisar Jun langsung menindih dan mencium tengkuk dan punggung Alexsa.


Mencari titik rangsang yang akan membuat Alexsa merasa terbang di awang, dan menginginkan hal yang baru saja akan di lakukan. Terlebih tangan Kaisar Jun tidak bisa diam di bawah sana, hingga Alexsa merasakan geli bercampur nikmat yang di rasa.


''Ummmh ..."


Alexsa mencengkram kain dengan sekuat tenaga, menahan geli yang dia rasakan saat Kaisar Jun mulai bermain di area bawah dengan lidahnya.


Suara desah Alexsa tidak bisa di kontrol lagi.


(Ingat! Kontrol yaaa Ziyeng kontrol ... jangan sampai salah ucap dari kontrol ke kon ... hmmm lanjutkan dalam hati.)


Keduanya sudah hilang akal, saat kedua nya sudah menyatukan milik mereka masing-masing dan segala hentakkan yang memicu ardenalin walau sedikit merasakan sakit di area inti milik Alexsa.


Alexsa sudah tidak karuan menerima rasa nikmat yang baru saja ia rasakan, Apa lagi saat Kaisar Jun mempercepat ritme pinggulnya hingga Alexsa merasakan sesuatu yang akan keluar dari dalam perut bawahnya.


''Aahh ... Ahk.''


Tubuh Alexsa bergetar saat ia mendapatkan pelepasan nya, hingga tak berapa lama ... Alexsa di kejutkan dengan hentakkan yang membuat darahnya kembali mengalir deras.


Hingga menit pun bergulir dengan cepat. Kaisar Jun merasakan nafasnya sudah tersenggal bersamaan dengan geraman panjang keluar dari mulutnya, bersamaan dengan para kecebong menyembur dengan bebas di dalam rahim Alexsa.


''Arrgh ..."


Kaisar Jun menghentak'kan pinggulnya dengan dalam, hingga dia ambruk di atas tubuh Alexsa karna tenaganya terkuras oleh kegiatan panas yang baru saja mereka lakukan.


Cup.


''Zhèn sangat mencintai mu.'' Ucap Kaisar Jun, mencium seluruh wajah Alexsa.


Namun sang empu tak menjawabnya, karna Alexsa merasa lelah dan langsung masuk ke alam mimpi. Membuat Kaisar Jun gemas sendiri melihat wajah An Xia yang cantik walau keadaan nya sangat berantak'kan.


''Zhèn sangat puas.''



...•••••...


...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA ...