
Kerajaan Han•
•
Semua tamu dari kerajaan lain sudah duduk dengan rapih, begitu pun Alexsa dan Kaisar Jun. Tak hanya itu ... para bangsawan di kerajaan Han di undang secara pribadi oleh Kaisar Han Seri, untuk meramaikan acara ulang tahun nya.
Aula Juning, telah ramai orang dari segala penjuru dan memberikan hadiah terbaik yang mereka bawa dari kerajaan atau kediaman masing-masing.
Kini, para pelayan tengah menghidang'kan semua jenis makanan yang sudah di siapkan, yang mana membuat Kaisar Han Seri tersenyum bahagia. "Terima kasih atas kehadiran kalian, silahkan nikmati makan malam yang sudah kami sajikan.'' Kaisar Han, mengacungkan cangkir di udara untuk bersulam.
Semua orang mengangguk dan mengikuti Kaisar Han untuk bersulam, lalu meminum arak yang ada di cangkir mereka masing-masing.
Mereka semua menikmati makanan yang di sajikan, begitu pun dengan Alexsa yang kini tengah memperhatikan 6 mangkuk yang ada di depan nya. Alexsa membuka kipasnya lalu berbisik pada Kaisar Jun. ''Hal aneh apa yang ada di depan kita?''
Kaisar Jun menoleh, ''Buka dan makanlah, kau pasti akan tau apa isinya."
''Tapi jika isinya katak, bagaimana? iihhh itu'kan sangat menjijik'kan." Alexsa begidik ngeri.
Kaisar Jun menyungging'kan bibirnya, jika saja dirinya berada di tempat yang sepi ... mungkin saja Permaisuri nya ini sudah dia lahap habis karna terlalu gemas dengan tingkah nya. ''Tidak mungkin, jangan ber'prasasangka buruk.''
Alexsa pun menutup kembali kipasnya, dan langsung membuka makanan yang ada di depan nya. Ternyata makanan ciri khas dari kerajaan Han yang di sajikan begitu mewah di atas meja.
Alexsa pun mencicipinya satu persatu sambil mengangguk karna enak. ''Emm ... tidak buruk juga.'' Ujar Alexsa, yang masih enggan mengatakan jika makanan yang dia makan ternyata sangat lezat.
Kaisar Han Seri tak sengaja memperhati'kan bagaimana Permaisuri An Xia makan, ia pun tersenyum lalu menawarkan Alexsa untuk mencicipi teh yang di hasilkan oleh kerajaan mereka.
Dengan senang hati, Alexsa mengangguk dan berdiri melangkah kehadapan Kaisar Han Seri untuk mencicipi teh yang ada di cangkir Kaisar Han.
''Hola-Hola ... minumlah, ini akan menyegarkan mu, Permaisuri.''
Alexsa sedikit membungkuk, mengambil cangkir itu dari tangan Kaisar Han lalu meminumnya. Namun tanpa semua orang sadari jika salah satu tamu, ada yang tidak suka ketika Alexsa yang meminum cangkir yang berisikan racun di dalam nya.
Alexsa meneguk habis teh itu tanpa curiga, karna teh yang dia minum tidak menimbulkan wangi atau bau yang menyemgat. Jadi Alexsa tidak curiga sama sekali.
''Terimakasih, Yang Mulia. Teh hasil dari kerajaan anda begitu mengangumkan.'' Puji Alexsa sambil membungkuk.
Alexsa pun berbalik dan berniat untuk duduk di posisinya, namun baru beberapa langkah ... Alexsa sudah terjatuh karna lututnya lemas dengan tiba-tiba.
Brugh!!
''Permaisuri.''
Semua orang terkejut bukan main, apa lagi Alexsa memuntah'kan darah dari mulutnya. Kaisar Jun dengan segera menangkap tubuh lemah tak berdaya itu dan memanggil namanya.
Kaisar Han, langsung memblokir semua jalan keluar agar pelakunya tidak tertangkap, ia yakin jika racun itu di tujuan untuk dirinya ... namun naasnya malah Alexsa yang terkena racun itu.
Kaisar Han pun langsung memanggil tabib Istana untuk mengobati Permaisuri dari kerajaan Zhang. Karna ia takut jika hubungan baik antara kerajaan Han dan Zhang hancur karna masalah ini.
•
•
Kediaman teratai•
Alexsa terbaring lemah di atas peraduan, di sana juga Kaisar Jun masih setia mendampingi orang yang dia cintai dengan rasa yang tidak bisa ia utarakan, di sana juga sudah ada tabib yang tengah memeriksa keadaan Alexsa.
''Bagaimana?''
''Yang Mulia.'' Tabib menggantung ucapan nya.
''Katakan!''
''Kondisi Yang Mulia Permaisuri sudah jauh lebih baik, untung saja segera di tangani. Kalau terlambat sudah di pastikan jika nyawa Yang Mulia Permaisuri tidak akan selamat, terlebih kali ini ada satu nyawa yang masih hidup di dalam sana." Tutur sang Tabib.
Kaisar Jun mengerutkan keningnya dengan ucapan sang Tabib. ''Apa maksud mu?''
Tabib itu menunduk tersenyum, lalu membungkuk dan memberikan selamat pada Kaisar Jun bahwa sebentar lagi akan menjadi seorang Ayahanda Kaisar.
Kedua mata Kaisar Jun membelalak sempurna, ketika dia mendengar kabar jika dirinya akan menjadi seorang Ayah. Hatinya tidak bisa di bohongi bahwa ia begitu bahagia, hingga dia langsung memeluk sang istri yang masih tidak sadarkan diri.
Sedangkan Alexsa ... ia masih berada di bawah alam sadar, ia mendengar kebisingan di kedua telinganya hingga Alexsa dengan perlahan membuka matanya..
Penglihatan Alexsa masih kabur, ia melihat cahaya putih di atasnya lalu dengan segera cahaya itu berubah menjadi lampu. Membuat Alexsa bingung dimana dia berada.
''Dimana aku?"
•
...••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE...