Becoming Empress

Becoming Empress
BECOMING EMPRESS BAB 28. Terkejut



Istana•


Bulan sudah tenggelam, berganti menjadi cahaya pagi yang menyejuk'kan, orang-orang berlalu lalang melakukan aktivitas keseharian mereka ... termasuk di Istana.


Para pelayan mau pun dayang dan juga pengawal, tengah berbagi tugas membersihkan Istana. Sedangkan anggota Istana sudah berada di Aula makan, termasuk Ibu Suri dan yang lainnya ... mereka tengah menyantap sarapan yang sudah tersaji.


Namun ... ketenangan itu kini menjadi riuh dengan teriak'kan salah satu pengawal penjaga gerbang.


"Kaisar telah kembali ...'' teriak pengawal Istana menggema, yang mana membuat semua orang membelalak'kan mata mereka.


Termasuk Ibu Suri dan LingLiang yang tersenyum mengembang, ketika mendengar Kaisar Jun datang.


''Ibu ...'' LingLiang memegang pundak Ibu Suri.


''Mari Nak, kita sambut Kaisar di gerbang.''


LingLiang mengangguk, lalu mereka berdua bersama yang lain ikut di belakang untuk menyambut Kaisar. Tapi Pangeran Dong Zhang masih duduk dengan kening mengkerut, ''Bukan'kah dia akan pergi selama tiga hari kemarin? mengapa sudah kembali dengan tiba-tiba." Gumam nya, lalu menoleh ke arah pengawal setianya.


''Ayo kita lihat apa yang terjadi.''


''Pangeran, bagaimana rencana kita?'' bisik nya.


''Dia sudah kembali, undur saja rencana itu ... sampai dia lengah.''


Pengawal setianya mengangguk, lalu mereka berdua pergi untuk melihat Kaisar Jun yang kembali.





Gerbang Istana•


Kuda berwarna coklat yang gagah, di tumpangi sosok pria tampan nan rupawan tengah memasuki area Istana di ikuti oleh kereta kuda yang mewah.


Semua orang menunduk ketika Kaisar Jun melewati mereka, namun kening semua orang berkerut bingung melihat hanfu yang di pakai oleh Kaisar berwarna merah, yang menandakan bahwa Kaisar Jun sudah melangsungkan pernikahan.


Kuda itu berhenti tepat di depan Ibu Suri yang tengah menyambut anak kebanggaan nya, lalu Kaisar Jun turun dari kudanya dan memberikan salam kepada Ibunda tercinta yang di sambut hangat oleh Ibu Suri.


''Akhirnya kau pulang anakku."


''Apa Ibu Suri baik-baik saja?"


''Yaa, aku baik-baik saja ... ayo kita masuk kedalam."


Ketika Ibu Suri mengajak Kaisar Jun masuk, Ibu Suri mendengar seseorang berdehem yang mana membuat Ibu Suri menghentikan langkahnya, lalu menoleh pada LingLiang yang tengah tersenyum malu malu.


''Aah ... Nak, Ib-"


Perkataan Ibu Suri terhenti, ketika Kaisar Jun melangkah ke arah kereta kuda, dan mengulurkan tangannya untuk seseorang yang berada di dalam kereta kuda.


''Istriku." Kaisar Jun, mengukurkan tangannya.


''Ish, dari tadi kek! lama banget aku di suruh keluar." Gerutu Alexsa dengan nada pelan, melotot ke arah seorang Kaisar dengan nada berani.


Namun ... Kaisar Jun tidak tersinggung, ia malah menyungging'kan bibirnya merasa senang jika sang istri menggerutu kesal.


''Kemarilah."


Alexsa menggenggam tangan Kaisar Jun, lalu turun dari kereta kuda dengan pakaian khas pengantin jaman dulu, yang mana membuat semua orang terbelalak kaget termasuk Ibu Suri dan LingLiang.


Kaisar Jun melihat semua orang terkejut, lalu mengumumkan jika dia sudah menikah dengan Nona pertama dari keluarga An, dan memberikan posisi utama di Istana ... yaitu menjadi Permaisuri di Kekaisaran Zhang.


Semua orang yang terkejut tambah terkejut, saat mendengar pengumuman yang baru saja mereka dengar ... apa lagi Ibu Suri ingin pingsan saja di tempatnya.


Pangeran Dong Zhang mengepalkan kedua tangannya dari jarak yang cukup jauh, ia ketinggalan satu langkah namun tak membuat niatnya pudar untuk melengserkan sang Kakak dari singgah sananya.


Sang Kasim dan antek-anteknya ingin muntah darah saat ini juga, mereka tidak menyangka jika Kaisar Jun akan mengambil langkah yang tidak di diskusikan dengan anggota Istana yang lainnya.


''Kaisar! apa yang telah kau lakukan!'' Bentak Ibu Suri, yang tidak terima jika orang asing menjadi penguasa harem belakang. "Dia tidak pantas menjadi Permaisuri, dia gadis yang di rumorkan tidak berguna dan wanita sampah!"


''Zhèn tidak perduli! suka atau tidak suka, terima atau tidak terima, perintah Permaisuri sama dengan titah dariku! Jika ada satu orang yang menyentuh walau seujung kuku, maka hukuman nya di penggal."


Kaisar Jun langsung membawa Alexsa pergi ke dalam Istana, dan membawanya ke'kediaman Naga.


Kaisar Jun langsung menghentikan langkahnya, "Apa aku menyeret mu?" Kaisar Jun malah balik bertanya.


''Kau menyeretku seperti menyeret kambing untuk segera di sembelih!''


''Maafkan aku istriku."


Alexsa yang tengah merasa kesal, langsung tersipu ketika mendengar kata istriku yang menggelitik indra pendengaran nya.


''Aaah ... baiklah, baiklah." Alexsa pura pura membuang muka, lalu dia ingat sesuatu. "Jun ... suruh anak buah mu menjemput Dayang ku di kediaman An."


''Baiklah, apapun untuk istriku asal kau senang. Tapi jangan pernah melupakan sesuatu hal yang penting."


''Hal yang penting?" Ulang Alexsa yang masih bingung.


''Malam pertama kita." Bisik Kaisar Jun, yang mana membuat Alexsa membelalak'kan kedua matanya.


''Heii ... bukan'kah itu tidak ada di perjanjian?''


''Memangnya kita membuat perjanjian?'' Kaisar Jun balik bertanya.


"Ka- Ahhhkk."


Alexsa terdiam merutuki kebodohan nya, ia memang bodoh karna tidak memiliki rencana perjanjian sejak awal yang mana bisa menguntungkan dirinya, namun nasi sudah menjadi bubur ... ia tidak bisa melakukan apapun sekarang.


''Jangan terlalu banyak berpikir ... ayo kita bersiap, karna sebentar lagi akan ada pertemuan para badut di Aula Istana."


Kedua sejoli yang sekarang berstatus suami istri, melangkahkan kaki mereka kembali ke kediaman Naga, dimana para pelayan siap melayani Kaisar dan Permaisuri negri ini.







Aula Chuanting•


Kaisar Jun dan Alexsa kini berjalan menuju Aula Chuanting, yang mana membuat Alexsa ingin tahu badut seperti apa yang bertugas di Istana Ini.


''Apakah pertemuan ini akan membosankan?" bisik Alexsa dengan perlahan.


''Sedikit, kau juga harus mengenali mana lawan mu. karna beberapa badut itu pasti akan menyulitkan dirimu suatu saat nanti."


''Aahh ... termasuk Ibu Suri dan perempuan yang selalu mengintilnya?"


Kaisar Jun berhenti melangkah, lalu berbalik badan hingga keduanya saling berhadapan. "Bagaimana kau tau?''


Alexsa menyunggingkan bibirnya lalu berdecih, "Aku hanya menebak, tapi dugaan benar bukan? jika perempuan yang selalu bersama Ibu Suri akan menjadi salah satu selir di Istana Ini, karna tidak mungkin menjadi gadis itu menjadi Permaisuri. Ck, hanya aku yang pantas menjadi Permaisuri."


Kaisar Jun tersenyum lebar, "Yaa ... memang kau yang pantas menjadi Permaisuri di negri ini."


Kedua nya saling melemparkan senyuman, hingga Kasim berdehem dan mengingatkan jika semua orang sudah menunggu di Aula Chuanting.


Alexsa menoleh dan menatap tajam pada Kasim Zhao, namun Kasim Zhao dengan berani menatapnya kembali, yang mana membuat Alexsa mengerutkan keningnya dengan heran.


''Kasim, turunkan pandangan mu! jangan sampai kau lancang menatap seorang Permaisuri seperti itu!"


Kasim Zhao membelalak'kan kedua matanya tak percaya, lalu Kasim Zhao menunduk dan meminta maaf atas kelancangan dirinya.


Segala umpatan dan cacian Kasim Zhao lontarkan dalam hatinya, Kasim Zhao sangat merasa terhina karna ada orang baru yang menegurnya.


''Lihat saja, aku akan menyingkirkan dirimu secepat mungkin.'' Gumam Kasim Zhao dalam hati.


Sedangkan Kaisar Jun tersenyum dengan bangga, Karna dia tidak perlu khawatir pada istrinya yang akan di tindas di Istana. Ia sudah tepat memposisikan An Xia menjadi Permaisuri di sisi nya.



...•••••...


...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA ...