
Di Istana•
Para mentri dan pejabat Istana sudah berkumpul di Aula Chuanting, untuk membahas perkembangan Kekaisaran Zhang.
Tap. Tap. Tap.
Langkah kaki menggema, semua orang membungkuk ketika suara itu terdengar sudah duduk di singgah sana nya.
"Hidup Kaisar kami, Zhang Junda." Ucap para mentri di dalam Aula pertemuan.
"Hem ... berdirilah." Ucap Yue, yang tengah menyamar menjadi Kaisar Jun.
Semua orang berdiri, namun mereka mengerutkan kening saat netra mata mereka melihat kain pembatas di atas sana.
Semua orang berbisik bisik dan bertanya tanya mengapa Kaisar Jun memakai kain pembatas, namun dari dua puluh orang di dalam aula ... tidak ada yang berani bertanya secara langsung.
"Tidak perlu berbisik, Zhèn tengah mengalami sakit yang tidak ingin kalian lihat! Mulai'lah."
Para pejabat dan mentri Istana melaporkan yang mereka tau, melaporkan keluhan rakyat dan lain sebagainya. Namun respon yang di tunjukkan Yue hanya deheman, karna jika boleh jujur iya bingung harus melakukan apa ... iya takut jika salah bicara atau hal yang akan merugikan Jun-jungan nya.
Setelah perdebatan sengit, akhirnya Yue membubarkan pertemuan kali ini karna pusing mendengarkan para koruptor itu menoleh meminta keadilan.
"Yang Mulia, cepatlah kembali sebelum rambut hamba ini mengalami kebotak'kan." Gumam Yue dalam hati.
Belum juga Yue menghela nafas, Kasim berteriak dengan kencang di luar pintu kediaman. "Yang Mulia. Yang Mulia. Pengawal dari Kuil Yang mengabari jika Ibusuri dan Selir Kaisar terdahulu tengah dalam perjalanan menuju kota."
"Apa!" Yue benar-benar terkejut saat mendengar berita ini, iya tidak tau harus melakukan apa ... ia pun berdehem dan mengatakan pada Kasim dan menyuruh nya untuk menyambut Ibusuri dengan megah.
Sedangkan Yue langsung membuka jendela dan bersiul memanggil burung untuk mengirimkan pesan pada Kaisar Jun terkait IbuSuri yang mendadak kembali ke Istana
•
•
•
Kembali ke kediaman Li•
Tuan besar Fang masih marah, karna penolakan tunangan putrinya dan permintaan pembatalan perjodohan yang sudah di rancang sedari dulu oleh para kakek mereka.
“Ayah, tahan emosi mu.” Ucap Alexsa dengan nada lembut, “Bukankah sudah aku bilang tidak apa-apa?”
“Tidak apa-apa bagaimana? dia itu sudah menghina mu, putriku.” marah Tuan Besar Fang, mendelik tak suka pada Li Yuqi dan seluruh anggota keluarga Li.
''Yang aku katakan itu adalah kebenaran!'' bentak Li Yuqi.
“Berani sekali kau menolak adikku.” marah Yun Fang pada akhirnya, setelah melihat wajah Li Yuqi yang sombong.
Sreeng ...
Yun Fang mengeluarkan pedangnya hendak menebas kepala Li Yuqi, namun suara Fang Lu menghentikan niat Yun Fang. “Jangan Kakak, kami berdua saling mencintai.” Ucap Fang Lu, membuat semua orang menoleh padanya.
Fang Lu berlutut dan menangis. “Maafkan putrimu ini Ayah, putrimu tidak berbakti.” Fang Lu bersujud. “Tolong izinkan kami berdua menikah Ayah, kami berdua saling mencintai.”
Ucapan Fang Lu membuat semua orang terkejut, termasuk Tuan besar Fang yang sudah menggertakkan kedua giginya. "LANCANG! jika aku simpulkan, kalian menjalin hubungan di belakang Fang Me? putri Sah Ku!" Tuan besar Fang menekankan kata putri Sah, yang mana membuat kedua Selir dan Fang Lu terkejut.
"Ayah aku tidak berani." Fang Lu bersujud takut.
“Tuan ... saya mohon ampuni putri hamba, dia memang salah sudah mencintai tunangan adiknya sendiri, tapi ... bukan'kah mereka saling mencintai? dan apa yang di katakan oleh Tuan Muda Li memang benar, Fang Mee berwajah buruk.”
''Kalian semua jahat! sebegitu benci'kah kalian padaku? ternyata benar apa yang di katakan orang orang, jika ibu tiri lebih kejam di banding dan dari ibu dari seorang binatang." Alexsa berlari seakan dirinya yang tertindas dan terluka.
Omongan putrinya dan dari Selirnya membuat Tuan besar Fang semakin mengeluarkan tanduknya dan mengepul.
Sreengg!
Tuan Besar Fang mengeluarkan pedangnya. “Lancang sekali Selir sepertimu menghina fisik putri kesayangan ku.”
Tuan besar Fang tanpa banyak kata dan cerita, langsung menebas kepala Selir Ran yang membuat semua orang terkejut dan Fang Lu menjerit.
Sreek!
...''Aahkk ..."...
"Ibuu."
''PENGAWAL!"
"Kami Tuan besar."
"Seret putri yang tidak berbakti dan kurung dia di ruang bawah tanah, dan untuk mayat tak berguna itu ... kirim ke kediaman keluarga nya."
''Baik Tuan.''
•
•
•
Alexsa menoleh ke belakang, tersenyum dan menghapus airmatanya yang berharga. Ia sudah berjanji pada Lieyu'er untuk membalaskan dendam Fang Mee yang sudah di racuni oleh Selir Ran dan anaknya.
Alexsa naik ke atas kuda hendak pergi, namun suara seseorang menghentikan nya. “Hei, gadis Nakal.”
“Jun.”
“Kau mau kemana? setelah kau mengacau di kediaman orang, kau akan pergi begitu saja?” tanya Kaisar Jun, lalu naik ke atas kuda yang sama dengan Alexsa.
“Hei, apa yang kau lakukan! ini kuda ku.”
“Ayo kita berjalan-jalan menikmati angin di sore hari.”
“Relat! ini masih siang hari dan cuaca sangat trik, kau mengajak aku panas-panasan? Dasar tidak modal.”
“Jangan menggerutu dan menurutlah.”
Alexsa tak menjawab, membuat Kaisar Jun terkekeh lalu memacu kudanya dengan pelan entah ke mana mereka akan pergi.
•
•
...•••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA...