Becoming Empress

Becoming Empress
BECOMING EMPRESS BAB 36. Permaisuri vs Ibu Suri



"Aaahhkk ..." Jerit salah satu orang, saat netra matanya melihat mayat yang tergantung di depan gerbang masuk Kediaman Jendral An. Beberapa orang yang melihatnya sama terkejut, bergidik ngeri, ada yang langsung muntah melihat tubuh tanpa kulit tergantung seperti itu.


Tubuh tanpa kulit itu tidak lain adalah tubuh An Rumi yang sudah di siksa oleh Alexsa tadi malam. ''Oh yaa Dawa ... pemandangan seperti apa ini?''


''Sangat mengerikan, bagaimana bisa ada orang sekejam itu.''


''Kediaman Jendral An sepertinya di kutuk!''


''Ya benar.''


Semua orang yang berbisik-bisik mengangguk secara bersamaan. ''Siapa mayat itu, begitu malang nasibnya ... apa dia salah satu keluarga Jendral An, atau seorang pelayan?''


Bisik bisik terdengar saat orang-orang tengah berkumpul di depan Kediaman Jendral An, hingga tak berapa lama gerbang itu terbuka bersamaan Jendral An beserta para selirnya keluar.


''Astaga! Tuan.''


Jendral An tertegun sejenak dengan pemandangan yang dia lihat, lalu menyuruh salah satu pengawal untuk menurunkan mayat yang tergelantung agar ia bisa mengidentifikasi siapa pemilik tubuh tanpa kulit itu.


Mayat pun di turunkan. Jendral An pun mendekat dan menelisik mayat di depan nya, namun saat Kalung yang ada di leher mayat itu, Jendral An melototkan kedua matanya tak percaya.


''An-An Rumi!'' Ucapnya sedikit tercekat, tak percaya dengan apa yang dia lihat.


Semua orang terkejut, saat Jendral An mengatakan jika tubuh itu adalah Nona ke tiga di kediaman An. Para Selir sama terkejutnya dengan orang-orqng, namun ada juga yang tersenyum senang karna ketidak'sukaan nya terhadap An Rumi yang selalu semena mena terhadap mereka.





Istana•


Seorang gadis cantik tengah duduk di gazebo tak jauh dari kediaman Naga. Gadis itu tengah duduk santai sambil meminum teh di pagi hari, di temani para pelayan yang setia melayani'nya.


Ada juga dua pengawal, satu Kasim yang di tugaskan oleh Kaisar menjaga Permaisuri kesayangan nya.


''Kasim, bagaimana keadaan Dayangku? apa dia sudah membaik?"


Kasim menoleh, "Dia sudah lebih baik yang Mulia.''


Alexsa tersenyum, lalu memandang kolam buatan di depan nya. Pagi ini sangat indah sekali ... seindah hati An Xia saat ini karna semua pengganggu dalam hidupnya sudah dia singkirkan.


Tidak! Semua pengganggu di hidupnya An Xia sudah dia singkirkan, kini Alexsa hanya menunggu kapan dia akan kembali kedunia nya sendiri walau sebenarnya dia sudah menyaman tinggal di jaman kuno.


''Yang Mulia.'' Seorang pelayan menyodorkan kue bulan pada Alexsa.


Alexsa ngambil kue itu dan melihatnya dengan teliti, lalu ia taruh kembali kue itu karna tidak berminat makan-makanan yang manis.


''Aku tidak suka makan yang manis, aku ingin makan yang pedas.'' keluh Alexsa dengan suara pelan, namun masih bisa di dengar oleh pelayan di sampingnya.


Pelayan itu menyuruh orang untuk membuat makanan pedas pada koki, karna ia tidak mau mengecewakan seorang Permaisuri.


''Pelayan, panggilkan orang yang bisa bermain musik, aku ingin mendengar'kan musik.'' titah Alexsa.


''Baik yang Mulia.''


Belum juga pelayan itu pergi, dari arah depan sudah muncul Ibu Suri bersama Nona LingLiang dan beberapa Dayang di belakang mereka.


Ibu Suri menatap sinis kedepan, lalu melangkah menghampiri Alexsa yang tengah bersantai. Tidak ada guratan takut sama sekali di mata Alexsa.


''Oh, ya ampun! aku melupakan dua pengganggu. Emm ... tapi lebih baik aku bersenang-senang dulu dengan mereka." Gumam Alexsa dalam hati, karna dia tau kartu As milik Ibu Suri.


Ibu Suri dan Nona LingLiang berdiri di depan Alexsa, sedangkan sang mpu malah mengerutkan keningnya karna Ibu Suri dan Nona LingLiang malah berdiri dan tidak duduk.


''Khem, Permaisuri An Xia. Kenapa anda tidak memberi salam pada Ibu Suri.'' Nona LingLiang berkata dengan nada lembut, seolah dia menunjuk'kan bahwa dia gadis yang anggun dan sopan.


''Aku, harus memberi salam ... kenapa? aku disini Permaisuri nya.'' Jawab Alexsa, menyungging'kan sudut bibirnya.


''Kau sungguh tidak memiliki tata'krama! berani melawanku.'' Sentak Ibu Suri.


Alexsa melihat pelayan nya lalu memberi isyarat agar para pelayan pergi dan meninggalkan dirinya, sang Pelayan mengerti kode dari Jun-jungan nya langsung menyeret semua pelayan Ibu Suri dan meninggalkan tiga orang yang tengah bertatap dengan tajam.


''Tidak perlu berbasa basi! aku kesini hanya meminta mu untuk menjadikan Nona LingLiang menjadi Selir!'' bentaknya.


''Lagi dan lagi.'' Gumam Alexsa merasa lelah dengan perseliran.


''Mengapa Ibu Suri mengingin'kan nona LingLiang menjadi Selir? padahal Kaisar sendiri sudah menolaknya secara tegas padamu, Ibu.''


''Jangan membantah perintahku!''


Alexsa semakin menyungging'kan bibirnya dan merasa tertantang untuk membuat masalah dengan mertuanya. ''Tapi ... Permaisuri ini suka sekali membantah Ibu, S-U-R-I." Kata Alexsa menekan.


Braak!!


''Kau benar-benar lancang! Aku bisa menghukum mu saat ini juga Permaisuri!''


Nona LingLiang tersenyum senang dengan perdebatan antara Permaisuri dan Ibu Suri, ia tak perduli siapa yang menang siapa yang kalah, yang terpenting dia harus bisa menjadi Selir Kaisar dan merebut hatinya.


''Menghukum, benar'kah kau bisa menghukum ku? sebelum kau menghukum ku, akan aku bongkar rahasia mu.''


''Rahasia? Cih! Aku tidak memiliki rahasia.'' tantang Ibu Suri dengan percaya diri.


''Benar'kah? coba kau ingat-ingat lagi Ibu Suri, Ahh ... biar aku ingatkan jika kau lupa.'' Alexsa berdiri dari duduknya walau enggan, berdiri di depan Ibu Suri dengan tenang.


''Hubungan mu dengan Kasim Zhao sudah aku ketahui.'' Bisik Alexsa, yang membuat kedua mata Ibu Suri membelalak sempurna.


''LingLiang! pergilah dari sini.'' Usir Ibu Suri, namun matanya masih bersitatap dengan Alexsa.


''Tapi Ibu ...''


''Pergi'lah!'' Bentak Ibu Suri.


Nona LingLiang pun pergi dengan wajah di tekuk dan cemberut, ia penasaran apa yang akan di mereka katakan. ''Menyebal'kan!'' gerutu Nona LingLiang.


Alexsa yang melihat guratan ke khawatiran Ibu Suri, membuat hatinya merasa senang. "Kenapa Ibu? kau terkejut karna aku tau rahasia mu dengan Kasim Zhao? Ha ha ha jangan'kan hubungan gelap mu, aku pun sangat tau siapa gadis yang akan kau jadikan Selir.''


Ibu Suri mengepalkan kedua tangan nya di dalam hanfu yang dia pakai. ''DIAM KAU!'' Bentak Ibu Suri.


''Jangan pernah ikut campur! jika kau masih saja ikut campur urusan ku, maka aku tidak akan segan menyingkir'kan mu dari tahta Permaisuri.'' Ancam Ibu Suri.


''Aauu takut!'' Alexsa malah meledeknya, dengan pura pura takut.


''Ka-'' Ibu Suri mengangkat tanganya di udara ingin menampar Alexsa, namun dengan sigat Alexsa menangkap pergelangan tangan Ibu Suri.


''Jangan harap kau berani menamparku!'' Alexsa mengeraskan cengkraman nya hingga Ibu Suri mengiris, lalu Alexsa menarik tangan Ibu Suri hingga mendekat. ''Hanya orang asing seperti mu tidak pantas menampar Permaisuri sepertiku.'' bisik Alexsa, dengan tatapan mengintimidasi.


Jantung Ibu Suri berdekup kencang! ia bertanya tanya dalam hati, bagaimana ia tau jika dirinya adalah orang asing?


''Jaga bicara mu! bagaimana kau mengira aku adalah orang asing, sedangkan aku adalah Ibu Suri di Kekaisaran ini!''


Sreet!!


Alexsa melepaskan cengkraman nya dengan kasar. ''Aku tau segalanya, aku tau kau yang membunuh Kaisar dan Permaisuri terdahulu dan menggantikan nya.'' Ucap Alexsa, lalu pergi menubruk bahu Ibu Suri.


''Aahhkk ... sialan! matilah kau!'' Ibu Suri melemparkan belati ke arah Alexsa.


Namun Alexsa tidak menghindar, ia menerima belati itu dengan senyuman dan menusuk sisi perutnya karna Alexsa bergeser sedikit.


Jlebb!!


''Aahhhkk ...'' Alexsa sedikit berteriak dengan lebay, agar semua orang melihat apa yang tengah di lakukan Ibu Suri.


''Yang Mulia!'' Teriak Kasim dan para pelayan secara bersamaan, lalu berlari menghampiri Jun-jungan mereka.


Para pengawal menangkap Ibu Suri yang tengah meraung gila, dan berteriak jika dia akan membunuh Permaisuri.



...••••...


...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA...