
“Nona ... Nona.” Panggil Lieyu'er saat ia sudah masuk kedalam kamar Alexsa.
“Ada apa? kau berteriak seperti kesetanan.” Ucap Alexsa yang tengah bersiap untuk pergi ke kediaman Li.
“Di depan ada yang mencari mu.”
Alexsa langsung menoleh, “Siapa?” tanya Alexsa mengerutkan keningnya
Lieyu'er menggelengkan kepalanya dan langsung menarik Alexsa untuk menghampiri tamu yang mencarinya.
Sedangkan di gerbang kediaman Fang, ternyata sudah berdiri seorang pria gagah dengan kedua tangan melipat di dada dengan tatapan mematikan.
“Kau tidak mengizinkan ku masuk? apa kau tidak tau siapa aku!” Bentak Kaisar Jun.
Kedua penjaga gerbang langsung berlutut dan menggigil, entah mengapa bentakkan itu membuat nyali mereka menciut dan takut.
“Ma-maaf Tuan, tap-tapi ...”
“Ada apa ini?” tanya Tuan besar Fang menghampiri, karna mendengar keributan.
Kaisar Jun menoleh, “Aku mencari Perma-.” kata-kata itu tidak bisa di lanjutkan ketika Alexsa datang.
“Kau sudah datang?” Alexsa buru-buru menghampiri Kaisar Jun, untuk mencegahnya.
Tuan besar Fang meloneh termasuk Kaisar Jun, “Putriku, apa dia tamu mu?”
“Salam Ayah.'' Alexsa membungkukkan kepalanya, “pria ini ... tamu ku dan orang yang telah menyelamatkan putrimu ini Ayah.” Ucap Alexsa, yang mana membuat Kaisar Jun bingung.
“Oh ... baiklah kalau begitu suruh dia masuk, dan jangan lupa jika sebentar lagi kita akan pergi ke Kediaman Li.”
“Baik Ayah.”
Tuan besar Fang pun melangkah pergi, begutu pun Alexsa yang menyuruh Lieyu'er untuk meninggalkan dirinya dengan Kaisar Jun.
“Dasar Gadis nakal! Kau menyamar sebagai orang lain?”
“Aku tidak punya pilihan lain Yang Mulia, aku di sini hanya untuk bersembunyi dari kejaran para musuh yang ingin membunuhku.”
“Kenapa tidak pulang? kau lebih aman pulang dan tidak merecoki keluarga orang lain dan menyamar sebagai anaknya yang sudah meninggal.”
“Tap-tapiii.”
“Tidak ada tapi tapian, cepat pulang dan kita akan segera men- .”
“Tidak! aku tidak mau pulang ... sebelum menyelesaikan masalah di keluarga Fang. Aku akan menikah dan menjadi Permaisuri mu ketika permasalahan di sini sudah selesai! titik, nggak pakai koma.”
Kaisar Jun hanya bisa menggelengkan kepalanya, dan menuruti apa yang di inginkan oleh orang yang dia sayangi, dia juga tidak tega bersikap tegas pada Nona yang ada di depannya yang sudah mengambil seluruh hatinya.
Tidak ada salahnya untuk tetap tinggal di sini beberapa waktu saja, dia juga akan menyelidiki permasalahan di dalam Istana yang penuh dengan orang-orang yang korupsi.
“Baiklah, akan juga akan tinggal di sini bersama mu.”
“Apa? heh, bagaimana bisa seperti itu ...”
“Tentu saja bisa, kau 'kan pandai dalam menghasut orang lain?” Kaisar Jun tersenyum dengan licik.
Alexsa hanya berdecak sebal, tapi dia juga tidak punya pilihan lain. “Baiklah, Baiklah ...” Ucap Alexsa pasarah.
Ia pun menemui Tuan besar Fang, yang tidak lain adalah Ayah Fang Mee untuk meminta izin jika pria yang sempat bertemu di gerbang akan menjadi pengawalnya.
Cukup sulit untuk meyakinkan Tuan besar Fang, Namun segala tipu daya Alexsa lakukan dan akhirnya Tuan besar Fang menyutujuinya.
Di saat Tuan besar Fang menyetujui, kini giliran Kaisar Jun yang merajuk. Ia perotes bagaimana pun dia adalah seorang Kaisar yang tidak mungkin turun pangkat menjadi pengawal di kediaman Fang, jika ada yang mengenalinya sebagai Kaisar ... sudah pasti turunlah harga dirinya sebagai pemimpin di Kekaisaran Zhang ini.
“Ini hanya untuk sementara, ayolah Yang Mulia.” Bujuk Alexsa.
“Zhèn bilang tidak ya tidak!”
“Yang Mulia, Hummmm hamba mohon...”
Tak ada cara lain ... Alexsa memohon dengan wajah imut dengan mata berkaca kaca cemerlang, merangkup'kan kedua tangannya di dagu membuat Kaisar Jun silau melihatnya.
“Ya Dewa! jangan pernah memperlihatkan wajah itu pada orang lain!” Kaisar Jun salah tingkah melihatnya, “Baiklah, Zhèn turuti kemauan mu untuk ke dua kalinya.”
“Terima kasih Yang Mulia.” Alexsa refleks memeluk Kaisar Jun, membuat sang empun terkejut dan terpaku beberapa saat.
“Ups ... maaf hamba sudah lancang.”
“Khem ... karna Zhèn sudah menuruti keinginan aneh mu, maka kau pun harus menuruti keinginan Zhèn.”
“Ke inginan? apa iti?”
“Bisakah kau memanggilku dengan sebutan nama saja jika sedang berdua? Zhèn tidak suka kau memanggil Yang Mulia.”
Alexsa tersenyum dan mengangguk. “Baiklah, itu permintaan mudah bagiku.”
Kedua nya tersenyum, lalu pergi menemui Tuan besar Fang yang sudah menunggu mereka untuk berkunjung ke kediaman Li.
•
•
•
•
Kediaman Li•
Kaisar Jun mengepalkan kedua tangannya, saat ia baru mengetahui niat keluarga Fang berkunjung ke kediaman Li. Yaitu menjodohkan wanita yang sudah dia cap sebagai Permaisuri nya dengan Tuan Muda di kediaman Li.
Ketika Kaisar Jun akan protes, tiba tiba saja terdengar pecahan cangkir di lantai.
Braak!
Tuan muda dari kediaman Li memecahkan cangkir teh yang tengah ia pegang, membuat semua orang terkejut termasuk Alexsa dan Kaisar Jun yang setia berdiri di sampingnya.
“Ayah, aku tidak mau di jodohkan dengan wanita buruk rupa ini.” Tunjuk Tuan Muda Li Yuqi dengan marah, “Sampai kapan pun aku tidak sudi, menanggung malu dan cemo'ohan para penduduk.” teriaknya lagi.
“ Yuqi! jaga batasan mu..”
“Aku tidak mau Ayah, lebih baik kau bunuh saja aku di bandingkan kau menyuruhku untuk menikah dengan nya.”
Semua orang terdiam, Alexsa yang melihat itu langsung tersenyum dan segera ingin memainkan drama nya. “Hisk, Tuan muda Li ... apa salahku sehingga kau begitu kejam menghinaku.” Ucap Alexsa dengan nada terluka dan air mata buaya.
“Putriku.” Tuan besar Fang sangat terluka melihat putri kesayangan nya.
Alexsa mengambil kain, lalu mengusap ujung matanya. “Tidak apa Ayah, aku benar benar tidak apa-apa ... jika memang Tuan muda Yuqi tidak ingin menikahi gadis buruk rupa sepertiku, aku menerimanya dengan lapang dada.” Ucap Alexsa penuh dengan keputus'asaan, Namun di balik cadar yang dia kenakan ia tengah tersenyum lebar.
''Ah, Syukurlah dia tidak mau menikah denganku.'' Gumam Alexsa dalam hati.
Sedangkan Kaisar Jun tersenyum, melihat permainan yang tengah di lakukan An Xia nya. “Benar-benar pandai bersandiwara.” Gumam Kaisar Jun.
“Lihat Ayah! Dia juga tidak apa apa untuk membatalkan pernikahan ini, karna aku mencintai Fang Lu Kakaknya. Ayah ... tolong nikahkan aku dengan Fang Lu Ayah.” Mohon Tuan muda Yuqi pada sang Ayah.
''Lancang! berani sekali kau berbicara seperti itu! Setelah kau melukai putriku, dan kau sekarang meminta putriku yang lainnya?'' Sentak Tuan besar Fang.
''Aahh ... akhirnya kehebohan pun terjadi.'' Gumam Alexsa dalam hati, "Sekarang ... giliran Fang Lu yang harus berkata jujur.'' Gumamnya, lalu melihat Fang Lu yang tengah menunduk.
•
...••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA ...