
Di pagi hari yang sangat cerah, semua orang yang ada di Istana tengah berlalu lalang membereskan apa yang perlu di bereskan.
Namun ada beberapa pelayan yang tengah bergosip ria karna kejadian semalam, mereka mendengar suara suara ambigu di kediaman Naga dengan sangat jelas. Membuat mereka menelan air liur masing masing.
(Mungkin ingin)
Tadi malam ... Kaisar dan Permaisuri sudah melakukan ritual malam pengantin yang menghebohkan seluruh dinding istana. Hingga para pelayan, penjaga, bahkan dayang Istana merasa malu saat membayangkan adegan demi adegan.
Nona LingLiang, yang tengah berjalan-jalan pagi tak sengaja mendengar bisikan bisikan itu hingga langkahnya terhenti dan mendengarkan apa yang sedang di bicarakan oleh para pelayan.
''Kau tau, sepertinya tak akan lama lagi ... Istana ini akan ada suara tangisan seorang bayi."
"Kau benar, semalam suara itu membuat ku malu heheh."
''Yang Mulia memang gagah."
"Beruntung sekali menjadi Permaisuri, apa lagi yang Mulia Permaisuri di cintai oleh yang Mulia Kaisar, dan itu sebuah berkah yang tidak ternilai."
Nona LingLiang yang mendengar itu mengepalkan kedua tangan nya dengan kuat, dalam benak dan hatinya berkata ... seharusnya yang menjadi Permaisuri adalah dirirnya, seharusnya yang di cintai Kaisar adalah dirinya dan bukan An Xia.
''Aku tidak akan membiarkan dia berkuasa terlalu lama, Ibu Suri sudah menjanjikan aku yang menjadi permaisuri! Maka aku yang harus menjadi Permaisuri.'' gumam Nona LingLiang dalam hati.
Nona LingLiang pun pergi dengan rasa kesal di hatinya, ia melangkah lebar ke arah kediaman Ibu Suri berada. Ia akan mengadukan apa yang terjadi.
Bagaimana pun dia yang pantas menjadi Permaisuri.
•
•
•
Kediaman Naga•
Sepasang pengantin baru masih terlelap tidur di ranjang, namun secara perlahan kedua mata Alexsa terbuka dan menguap lebar.
''Aisshh ... badanku seperti sudah tak berbentuk. Tulangku patah semua, aduh ... pinggang ku.'' Gerutu Alexsa saat ia terbangun.
Alexsa melihat ke arah samping, dan melihat sang suami masih terlelap tidur memeluk dirinya dengan posesif. "Nafasku sesak sekali."
''Issh!" Alexsa menyingkirkan tangan Kaisar Jun, lalu Alexsa memanggil pelayan untuk menyiapkan air hangat untuk dirinya mandi.
Hari ini Alexsa akan berkunjung ke Kediaman An untuk menjemput Mei, ia sangat merindukan pelayan setia yang selalu menemami dirinya dalam suka mau pun duka.
"Yang Mulia Permaisuri, air nya sudah tersedia."
''Baik, kau boleh pergi."
Pelayan itu mengangguk lalu pergi, sedangkan Alexsa berjalan ke arah pemandian dan berendam, membuat ototnya yang keram bisa rileks sebentar hanya dengan berendam air hangat dan mencium bay wewangian.
Kedua mata Kaisar Jun langsung terbuka dengan lebar. "An'er!" teriaknya dengan panik, lalu Kaisar Jun turun dari peraduan untuk memeriksa sang istri yang lenyap entah kemana. ''Pelayan! Pelayan!"
"Hamba yang Mulia Kaisar."
"Di mana Permaisuri ku?"
"Menjawab yang Mulia, Permaisuri tengah berendam di pemandian."
''Ouh, baiklah," Kaisar Jun melangkah untuk menyusul sang istri yang tengah asik berendam dengan tenang, namun baru saja beberapa langkah.
''Yang Mulia Kaisar, alangkah lebih baiknya jika anda memakai pakaian terlebih dahulu." Ujar sang pelayan, dengan malu.
Kaisar Jun melihat tubuhnya setengah telanjang, "Oohh ya dewa." Kaisar Jun menepuk jidatnya, lalu dengan segera memakai jubah yang ada dan melangkah lebar menuju pemandian.
Dan benar saja ... ia melihat sang istri yang tengah berendam dengan mata terpenjam. Perlahan bibir Kaisar Jun menyungging dengan sempurna, lalu menutup pintu dan menghampiri istrinya. ''An'er, kenapa kau bangun terlebih dahulu?"
Mata Alexsa terbuka, ''Badanku lengket dan aku ingin mandi. '' Jawab Alexsa.
Kaisar Jun membuka jubah nya lalu ikut berendam dengan Alexsa, menarik tubuh mungil sang istri untuk Lebih dekat dengannya. Dengan perlahan Kaisar Jun menggosok punggung Alexsa dengan lembut.
"Jun, itu bukan menggosok! Tapi itu *******-*****." keluh Alexsa saat merasakan kedua tangan suaminya meremas dua gunduk'kan di bawah sana.
''Ouh ... salah yaa, apa aku boleh menginginkan nya lagi?" bisik Kaisar Jun dengan sensual.
"Jun ... aku ini lelah sekali, dari semalam kau gempur tubuhku seperti di medan perang! Apa kau tidak merasa lelah?"
Cup. Cup. Cup.
Kaisar Jun mengecup pipi Alexsa beberapa kali dengan gemas, entah mengapa ... berada di dekat sang Permaisuri membuat dirinya selalu bergairah, karna memang ini kali pertama Kaisar Jun berdekatan dengan seorang wanita se'intim ini.
''Jun, apa itu yang bergerak di bawah sana?''
''Adik Ku bangun.''
''Hah! Adik?" Alexsa bingung, namun sedetik kemudian kedua matanya terbelalak kaget dan langsung menggeser.
Alih alih ingin menyelamatkan diri, namun sudah terkurung di genggaman sang suami ... membuat Alexsa menghela nafasnya dengan enggan.
''Kau tidak akan pernah lepas dari ku An An Xia." Bisiknya dengan belaian belaian nakal di area tertentu.
Dan terjadilah gempa di kamar mandi, yang tadinya air sudah mendingin kini sudah menjadi panas kembali akibat kelakua dua sejoli yang meneguk nikmatnya bercinta.
•
...•••••...
...𝔏ℑ𝔎𝔈.𝔎𝔒𝔐𝔈𝔑.ℭ𝔒𝔗𝔈....