Becoming Empress

Becoming Empress
BECOMING EMPRESS BAB 33. Berkunjung ke Kediaman An.



Kereta kuda yang membawa Alexsa berjalan menuju kediamam An. Ia sendiri yang akan menjemput Dayang Mei yang tidak kunjung datang.


Alexsa merasa heran, kenapa orang-orang di kediaman An selalu mengulur waktu jika dia menyuruh orang untuk menjemput Dayang nya? apakah ada sesuatu yang di sembunyikan dari nya ... biasanya Dayang Mei selalu cepat jika dia memanggil nya, namun sekarang?


Alexsa merasa curiga.


Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya Alexsa sudah sampai di gerbang kediaman An. Yang mana gerbang itu masih tertutup dengan rapat dan masih sama seperti sebulan sebelumnya.


Alexsa membuka tirai kereta kuda, melihat kanan kiri orang yang tengah berlalu lalang ... ada pun beberapa orang yang menatap ke arah keretanya.


''Kediaman yang membosankan, begitu pun orang-orang di dalam dan sekitarnya.'' Gumam Alexsa menutup tirai kereta kuda.


''Yang Mulia.'' Salah satu pelayan menyodorkan tangan nya. Alexsa pun menerima uluran tangan itu lalu keluar dari kereta kuda.


Orang orang begitu terkejut melihat kedatangan Permaisuri yang berkunjung ke kediaman An untuk pertama kalinya. Ada juga beberapa orang yang menunduk hirmat, ada juga orang yang acuh tak acuh seperti para gadis yang merasa iri terhadap Alexsa.


Kaki jenjang milik Alexsa berjalan kedepan gerbang, tak lama gerbang itu terbuka dengan lebar dan memperlihatkan beberapa pelayan menyambut kedatangan nya.


Alexsa berdiri dengan dagu terangkat angkuh, dulu pemilik tubuh ini di remehkan oleh semua pelayan bahkan tidak di anggap sebagai Nona pertama di kediaman An, tapi ... lihatlah sekarang, semua pelayan menunduk hormat dan takut kepadanya.


''Ahhh ... aku suka sekali menjadi penguasa.'' Gumam Alexsa dalam hati, menyunggingkan sudut bibirnya dengan jahat.


''Salam Yang Mulia Permaisuri, semoga anda panjang umur dan makmur.'' Ucap kepala pelayan Choi.


Alexsa menoleh dan tersenyum hangat, "Berdirilah pelayan Choi.''


Pelayan Choi mengangguk lalu berdiri di depan Alexsa.


''Kedatangan ku kesini untuk menjemput Dayang setia ku. Dimana dia?''


Kepala pelayan Choi diam tak menjawab, membuat Alexsa mengerutkam keningnya dengan bingung. ''Ada masalah apa pelayan Choi?''


''Yang Mulia ... it-ituu ...''


Bruugh!!


Kepala pelayan Choi bersujud. "Maafkan hamba Yang Mulia Permaisuri, hamba pantas mati!''


Alexsa semakin bingung, "Apa maksud mu?''


Alexsa yang mendengarnya mengepalkan kedua tangan dengan geram, ia lupa menyingkirkan musang pengganggu.


''Dimana Dayang ku sekarang?''


''Berada di kediaman nya, yang Mulia.''


Alexsa bergegas berjalan dengan langkah lebar untuk menemui dayang nya, namun tanpa di sangka ... dia berpapasan dengan An Rumi yang tengah mendorong sang ibu yang masih lumpuh.


''Lihatlah siapa yang berkunjung.'' Ucap An Rumi, namun dengan nada mengejek.


Namun lain halnya dengan Selir Yu, yang memberontak ketakutan milat Alexsa di depan nya. Seolah dia ingin lari dan bersembunyi di tempat yang aman.


Alexsa menatap sang adik dengan dingin, seakan ingin menelan An Rumi hidup hidup namun dia tahan lalu tersenyum dengan anggun.


''Adik, dimana sopan santun mu? mengapa kau tidak memberi salam pada Kakak tertua mu, apa lagi ... sekarang Kakak mu ini menyandang status P-E-R-M-A-I-S-U-R-I.'' ucap Alexsa menekan kata Permaisuri, agar An Rumi sadar diri.


An Rumi mengepalkan kedua tangan nya dengan geram, lalu dia mendengus dengan kasar. ''Hmmptt! Permaisuri tak berguna.'' Gumam nya dengan pelan, namun masih bisa terdengar oleh semua orang.


''Lancang!'' Sentak Kasim Ji, yang bertugas menjaga Permaisuri. ''Anda bisa di hukum karna berlaku tidak sopan dengan Permaisuri negri ini.'' Ucap nya dengan nada menekan.


Bukan nya sadar. An Rumi malah berdecih tak menghiraukan ucapan Kasim, ''Jangan berteriak padaku! karna aku tidak takut kalian, termasuk Permaisuri tak berguna seperti dia.'' Tunjuknya pada Alexsa.


''Ka-.''


''Sudahlah Kasim Ji, tidak perlu berdebat dengan orang gila seperti adik ku. Dia akan mendapatkan hukuman cepat atau lambat!'' Alexsa tersenyum jahat, seolah dia sudah mempunyai ide yang akan membuat An Rumi menyesal seumur hidupnya.


Alexsa dan rombongan nya pun pergi meninggalkan An Rumi, yang berteriak tak terima di anggap orang gila oleh Alexsa.


''Kurang ajar! awas kau An Xia, akan aku buat perhitungan dengan mu.'' teriaknya, yang mana membuat Alexsa menoleh dan tersenyum jahat.



...••••...


...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA ...