
Kediaman Naga. Alexsa tengah mondar mandir seperti setrika berjalan, ia tengah khawatir dengan nasib yang akan menimpa dirinya kali ini.
Ini adalah malam pengantin antara dirinya dan Jun, dan Alexsa belum sepenuhnya siap untuk melakukan hal itu ... ia takut dan merasa cemas, karna setau dirinya melakukan malam pengantin sangat menyakitkan.
''Yang aku dengar, jika malam pengantin rasanya seperti di gigit harimau! Aahh nyali ku menciuuuttt.'' Ucapnya sambil menggigit kuku jarinya, "Aku harus membuat alasan, agar terhindar malam ini."
Ketika Alexsa tengah di landa ke khawatiran, seseorang mengetuk pintu dari luar tiga kali, lalu Alexsa menyuruh mereka untuk masuk.
''Yang Mulia Permaisuri.'' Dayang setia Ibu Suri membungkuk memberi salam, lalu menoleh kebelakang mengisyaratkan pelayan untuk memberikan mangkuk sup yang dia bawa.
''Yang Mulia Permaisuri, ini adalah sup herbal dari tanah timur yang di buat langsung oleh Ibu Suri, dan dia memerintahkan diriku untuk memberikan sup ini kepada mu.''
Alexsa mengkerutkan keningnya ... perasaan nya yang peka dan insting nya yang kuat langsung menolak sup itu, karna yang ada di benak Alexsa ... ia tidak terlalu dekat dengan Ibu Suri, apa lagi tadi siang Ibu Suri jelas-jelas mengibarkan bendera perang padanya.
Alexsa menyunggingkan bibirnya, lalu duduk di kursi dengan tenang. ''Berikan sup itu padaku.'' Ucap Alexsa dengan polos.
Dayang setia Ibu Suri menyunggingkan bibirnya, ia pikir jika Permaisuri di depannya adalah gadis yang sederhana dan bisa di singkirkan dengan mudah, seperti ia membalikkan telapak tangan nya.
Namun tanpa dia sangka, Alexsa yang akan menyuapkan sup itu berhenti dan melirik Dayang setia Ibu Suri. ''Aku tidak ingin minum sup ini."
Alexsa menaruh kembali mangkuk kecil itu ke atas meja, karna ia tau ada sesuatu yang tercium sangat menyengat dan transparan di dalam mangkuk berisikan sup herbal itu.
Penolakan Alexsa, tentu membuat Dayang setia Ibu Suri membelalak'kan kedua matanya tak percaya. ''Beraninya jalangg kecil ini menolak untuk meminum sup itu!'' Ucapnya dalam hati, mengepalkan kedua tangannya.
''Mohon Maaf Permaisuri, jika anda tidak meminum supnya, maka anda di anggap lancang dan tidak menghargai kasih sayang dari ibu Suri.''
Alexsa tak ingin menjawab, ia dengan malas mendengarkan ocehan dari mulut Dayang setia Ibu Suri, sambil mengorek satu kuping dengan mimik muka tengil dan songong.
''Apa kau sudah selesai berbicara?'' tanya Alexsa langsung berdiri.
''Yang Mulia Permaisuri, anda sungguh tidak memiliki sopan santun!'' Sentaknya dengan berani, ia tidak mau kalah dengan orang yang baru saja hadir di Istana, karna dirinya sudah lama menjadi abdi dari Ibu Suri sejak menjabat menjadi Permaisuri terdahulu hingga sekarang.
Alexsa hanya mencecih mengamati Dayang di depan nya ini dari atas sampai bawah, lalu membawa mangkuk itu keluar dari kediaman nya di ikuti beberapa pelayan dan Dayang setia Ibu Suri.
Syuurrr ...
Alexsa menumpahkan sup itu ke arah tanaman bunga mawar, hingga tanaman itu langsung terbakar dan hangus tak tersisa ... yang mana membuat semua orang terkejut dan tidak percaya.
Praang!!
Alexsa membanting mangkuk itu tepat di depan Dayang setia Ibu Suri, hingga sang empu terkejut begitu pun semua orang.
''LANCANG! BERANINYA DAYANG RENDAHAN SEPERTI MU BERANI MERACUNI PERMAISURI!'' Bentak Alexsa, hingga beberapa pengawal datang menghampiri.
Dayang setia Ibu Suri langsung berlutut begitu pun dua orang yang datang bersamanya, meminta ampunan pada Alexsa agar tidak menghukum mereka dengan berat.
Terlebih Dayang setia Ibu Suri tak menyangka, jika Permaisuri bisa mengetahui ... bahwa sup yang dia bawa mengandung racun yang akan membuat Permaisuri tidak pernah memiliki keturunan dari Kaisar.
''Mohon Maaf Yang Mulia Permaisuri, kami pantas mati.'' ucap ketiganya.
Alexsa diam sambil menatap tajam ketiga wanita yang sudah lancang ingin merenggut nyawa nya. ''Kalian memang pantas mati!''
''Mohon ampun yang Mulia Permaisuri.'' Mohon ketiganya sambil bersujud.
''Pengawal! bawa mereka bertiga ke ruang bawah tanah dan hukum cambuk mereka sampai mati! Karna mereka sudah berani meracuni Permaisuri.'' Titah Alexsa yang tidak bisa di bantah.
Para pengawal langsung mengangguk, membawa ketiga pelayan itu ke ruang bawah tanah, yang mana ruangan itu sangat mengerikan untuk di kunjungi.
Alexsa mengibaskan hanfu yang dia pakai, lalu masuk kedalam dengan rasa kesal bercampur marah. Alexsa tidak menyangka jika mertuanya secara terang-tegangan mengajaknya perang.
•
•
•
•
Desas desus jika ada pelayan yang tengah menerima hukuman dari Permaisuri, karna kedapatan ingin meracuni Ibu dari Kekaisaran Zhang yang berkuasa akhirnya di cambuk sampai mati.
Dan ... desas desus itu sudah terdengar di telinga sang Kaisar yang tengah rapat dengan dewan dan mentri Istana, langsung menutup pertemuan dan melangkah dengan tergesa-gesa menuju kediaman Naga.
Ia takut jika terjadi sesuatu pada istrinya, karna Jun sangat tau jika hidup di Istana belakang tidaklah gampang. Permusuhan antara harem belakang lebih mengerikan di bandingkan dengan peperangan di medan perang.
Braaak!!
Kaisar Jun membuka pintu dengan kencang, yang mana membuat Alexsa yang tengah duduk di depan cermin langsung terkejut.
''Suamiku, apa kau tidak bisa membuka pintu dengan pelan? kau ingin membunuhku dengan perlahan!'' Sentak Alexsa.
Bukannya menjawab, Kaisar Jun langsung memeluk sang Istri dari belakang dengan erat. ''Apa kau baik-baik saja?''
Alexsa mengangguk, ia yakin jika kabar sang Ibu yang ingin meracuni dirinya sudah sampai di telinga sang suami. ''Aku baik-baik saja, seperti yang kau lihat jika aku masih ada di depan mu.''
Heningg...
Tak ada suara dari keduanya, mereka merasa canggung dengan keadaan seperti ini, hingga Kaisar Jun berucap dengan nada sensual di telinganya. ''Aku menginginkan dirimu malam ini.''
Deg. Deg. Deg.
Jantung Alexsa langsung berdebar tak karuan, ucapan yang di lontarkan oleh sang suami seperti perintah untuknya hingga Alexsa tidak bisa menolak.
''Oh Tuhan, tolong aku.'' Gumam nya dalam hati.
Kaisar Jun perlahan melonggarkan pekukannya, lalu membalikkan tubuh Alexsa hingga keduanya saling berhadapan satu sama lain.
Gleek.
Alexsa menelan air liurnya susah payah, ia sangat gugup hingga tangan nya bergetar dan berkeringat. Walau ia belum tau apakah dia sudah mencintai Jun atau belum, yang jelas jantung Alexsa berdebar tak karuan saat berdekatan dengan pria di depannya ini.
''Jantung ... tenangkan dirimu, jangan buat aku kehilangan muka di depan suami ku sendiri.'' Ucapnya dalam hati.
Cup.
Tiba-tiba Alexsa merasakan jika bibirnya menempel dengan bibir sang suami, hingga Alexsa merasakan seperti di sangat lebah lebah manjalita.
Clik. Ckik. Clik.
Kedua mata Alexsa berkedip beberapa kali, ia belum percaya dengan apa yang terjadi dengan nya. ''Oh Tuhan, rasanya begitu manis.''
•
...•••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA ...