
Thuk ...
...Thuk ......
Thuk ...
Suara langkah kaki kuda menggema di area tanah timur, Dhosa Lua. Alexsa selama satu hari menunggangi kudanya untuk pergi ke perguruan Wuzeng, namun ia malah pergi terlalu jauh karna tidak memiliki peta.
Alexsa turun dari kudanya dan melihat kanan kiri lalu menuntun kuda menuju penginapan terdekat, karna dia ingin istirahat dan merebahkan sedikit tubuhnya yang remuk.
“Mei, ayo pergi.” Ucap Alexsa, namun sedetik kemudian ia tersadar jika Mei dia tinggalkan di kediaman An.
Alexsa menggidikkan bahunya, lalu menitipkan kuda miliknya dan masuk kedalam penginapan. Namun baru saja sampai ia melihat ada seorang gadis yang tengah beradu mulut dengan pemilik penginapan.
“Lepaskan! lepasakan aku.”
“Pergi!”
“Sudah Nona, sana pergi dan jangan menginap lagi di sini.”
“Kenapa kalian mengusirku? sudah aku bilang Tuan dan Nona muda ku pasti akan datang dan membayar hutangku.”
“Saya sudah bosan mendengar bualan mu, ini sudah satu bulan kau menginap di kediaman ku! lebih baik aku jual dirimu agar kerugian ku tidak bertambah.”
“Eh, mana bisa seperti itu.”
Alexsa yang melihatnya, langsung menghampiri tapi sedetik kemudian dia berhenti lalu mengambil kain untuk menutup setengah wajahnya.
Bagaimana pun, dia tidak mau mengambil resiko jika pembunuh itu masih menginginkan nyawanya.
“Berapa hutangnya, biar aku yang bayar.” Ucap Alexsa, membuat semua orang menoleh.
Pelayan yang melihatnya langsung tersenyum dan memeluk Alexsa, membuat ia bingung.
“Nona, kau sudah kembali?” Ucapnya senang, lalu melirik si pemilik penginapan.
“Lihat! Sudah aku bilang jika Nona ku akan datang.”
Alexsa tidak mau terlalu banyak berpikir, ia segera membayar hutang gadis itu dan membayar selama ia singgah untuk merebahkan diri.
•
•
Di kamar ... Alexsa merebahkan dirinya di atas peraduan, lalu tak lama gadis itu datang dan duduk di sisi peraduan.
“Nona, apa kau lelah?” Gadis itu memijat kaki Alexsa.
“Hmm.”
“Nona, apa luka di wajah Nona tidak membaik? jangan memaksakan diri untuk mencari bunga itu di atas gunung. Nona meninggalkan aku selama sebulan di penginapan ini, aku sudah pikir buruk jika Nona mati.” Ucapnya sedih, dengan kedua tangannya masih memijat kaki Alexsa.
“Apa maksud mu?” Alexsa membuka kedua matanya.
Gadis yang bernama Lieyu'er itu mengkerutkan keningnya, sedetik kemudian dia tertawa..
“Hahaha- Nona, jangan bilang kau lupa segalanya? sudahlah ... saya akan menyiapkan air hangat untuk anda mandi.”
Lieyu'er beranjak pergi, sedangkan Alexsa masih bingung dengan pembicaraan gadis itu. naik ke atas gunung? mencari bunga? wajah yang belum membaik? apa maksudnya.
Alexsa pun meraba wajahnya, ternyata dia masih menggunakan kain penutup lalu memijat keningnya yang pening.
“Apa yang sebenarnya terjadi? dunia apa yang tengah aku jelajahi? ini dunia nyata apa dunia Novel? bukannya aku masuk kedalam novel dan- dan- aahk ... lebih baik aku tidur untuk menjernihkan pikiran ku.”
Alexsa pun menggulung tubuhnya dengan selimut, semakin dia pikirkan semakin sakit kepalanya.
•
•
•
“Lapor Yang Mulia.”
“Hm, bicaralah.”
“Selidik punya selideik rumor siluman Babi itu tidaklah benar Yang Mulia, rumor itu hanya di sebarkan beberapa orang yang tidak bertanggung jawab. Sedangkan anak kecil yang hilang di desa ini, ada sebuah organisasi jahat mengumpulkan anak anak untuk di jual ke suatu daerah dan di jadikan budak.”
Kaisar Jun diam mencerna laporan dari bawahannya.
“Yang Mulia.”
Kaisar Jun melirik pengawalnya.
“Saya kira yang menyebarkan rumor ini, tidak lain adalah kelompok itu sendiri agar tidak ada orang yang curiga dengan apa yang mereka lakukan.”
“Baik! ayo kita selidiki dan panggil para pengawal untuk mengepung markas mereka.”
“Baik yang Mulia.”
•
•
“Aku ini bukan Nona mu, kamu itu salah orang.” Alexsa mencoba untuk menjelaskan, bahkan dia melepasakan kain penutup di wajahnya.
“Apa sekarang Nona mau membuangku?”
Tuiiing ... Alexsa mentoyor kepala Lieyu'er.
“Siapa yang mau membuang mu, coba ceritakan apa yang terjadi! Aku tau kau sedang berbohong.”
Lieyu'er berdehem, dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “Maafkan saya Nona, saya tidak tau apa yang harus saya lakukan.”
“Ceritakanlah, siapa tau aku bisa membantu.” Alexsa mengelus pundak Lieyu'er dengan lembut.
Lieyu'er menatap dalam mata Alexsa, lalu menunduk dan menceritakan apa yang terjadi ... Nona mudanya berasal dari keluarga Bangsawan Fang.
Nona kedua Fang yang cantik dan anggun serta memiliki budi pekerti yang baik, serta di kenal dermawan. Dia memiliki tunangan dari marga Li- Li Yuqi, namun ada gadis yang tidak suka dengan pertunangan mereka hingga Nona kedua Fang di racuni hingga wajahnya hancur.
Ada salah satu tabib yang menyarankan jika ada obat untuk memulihkan wajahnya, yaitu bunga lotus hitam yang mekar di atas gunung.
Hingga Lieyu'er dan Nona kedua Fang begitu bersemangat untuk mengambil bunga itu, namun sayang ... Lieyu'er di paksa menunggu di penginapan ini, karna permintaan Nona kedua Fang yang tidak mau Lieyu'er ikut.
Lieyu'er sudah satu bulan berada di penginapan ini, dan belum berani pulang ke Kediaman Fang karna sang Nona belum kembali.
Sebenarnya minggu yang lalu Lieyu'er pernah mendengar rumor jika para warga ada yang menemukan mayat seorang wanita dengan wajah yang sudah tidak berbentuk, serta tubuhnya sudah di makan oleh binatang buas.
Namun Lieyu'er selalu menampik jika itu adalah sang Nona.
“Begitu Nona.” Jelas Lieyu'er.
Alexsa terdiam dan berdiri, memikirkan sesuatu yang ada di dalam otaknya.
“Bangsawan Fang ...? Nona kedua Fang ..?” Ucap Alexsa sambil mengelus dagunya.
Tak lama Alexsa tersenyum jahat, menoleh kebelakang. “Jika aku berpura-pura jadi Nona kedua Fang, bukankah hidupku akan makmur untuk sementara? terlebih dalang dari para pembunuh bayaran itu pasti masih mengincar nyawaku.”
“Lieyu'er ...”
“Iya Nona.”
“Mari kita diskusi.”
•
...••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA...