
Para prajurit dari Istana tengah menggeledah dan menangkap seluruh keluarga di kediaman para mentri yang berkhianat, Kasim Zhao dan keluarga nya dan tidak lupa pangeran Dong Zhang pun ikut di tangkap.
Dari yang tua hingga anak kecil tak luput di tangkap dan di jebloskan dalam penjara, semua akan di eksekusi oleh Kaisar Jun secara bergantian.
Sebenarnya ini adalah rencana Alexsa dan Kaisar Jun, yang ingin menghukum para musuh namun semua bukti tidak mengarah pada mereka semua. Maka dari itu ... Kaisar Jun dan Alexsa memiliki rencana lain agar semua musuh di seret dan di hukum mati.
Yaitu membuat sebuah kebohongan, di mana penusuk'kan yang di lakukan Ibu Suri tadi pagi adalah sebuah ke untung yang besar bagi Kaisar Jun dan Alexsa.
Yang mana mereka bersepakat menuduh Ibu Suri memberontak, di bantu oleh Kasim dan para mentri yang berkhianat pada Kaisar.
Kaisar Jun, mengumum'kan di Aula pertemuan jika Ibu Suri dan Kasim kepercayaan nya memiliki hubungan, dan mereka telah bersekongkol untuk menurun'kan dia dari tahta, termasuk para mentri dan Pangeran Dong Zhang yang ikut andil membantu Ibu Suri untuk memberontak dan berkhianat.
Alhasil, kini mereka semua berada di dalam penjara dan akan di eksekusi mati besok pagi.
•
•
Kaisar Jun berjalan dengan cepat ke arah kediaman Naga, ia khawatir dengan Permaisuri nya yang terbaring di atas peraduan.
Kaisar Jun merasa lega, karna orang orang yang berkhianat akan mati dan mereka tidak akan menyiksa para rakyat lagi akibat korupsi yang mereka lakukan.
''An'er, Permaisuri ku.'' Ucap Kaisar Jun di ambang pintu.
Para pelayan menunduk lalu pergi meninggalkan Jun-jungan mereka.
''Bagaimana?'' tanya Alexsa.
Kaisar Jun tersenyum lalu mengangguk. ''Mereka akan di hukum mati esok hari.''
''Baguslah, karna mereka tidak akan mengganggu kehidupan kita.''
''Ini semua berkat kau, Permaisuri ku.''
''Yaa ... aku memang pintar! jika kita tidak melakukan itu, mau sampai kapan mencari bukti namun tidak pasti. Walau kita berbohong, itu tidak masalah karna kita yang berkuasa.''
''Kau memang hebat Permaisuriku.''
Alexsa tersenyum senang, lalu ia teringat akan sesuatu. ''Jun, apa kau menyita harta mereka?'' tanya Alexsa, dengan mata berbinar kalau sudah menyangkut uang.
''Tentu saja, harta mereka di simpan di gudang penyimpanan harta.''
''Sebelum aku melihat mereka semua mati, aku ingin melihat harta mereka.'' rengek Alexsa si mata duitan.
Kaisar Jun tersenyum lalu mengangguk, mereka berdua pun pergi ke gudang di mana harta di timbun.
•
Flashback On, kembali dimalam setelah Alexsa membunuh An Rumi•
•
Alexsa yang sudah puas menyiksa, bahkan menguliti kulit An Rumi hidup hidup tengah menggantung'kan tubuh An Rumi di depan gerbang.
''Ah ... akhirnya selsai juga." Alexsa menepuk kedua tangan nya pertanda bahwa pekerjaan nya sudah selesai, ''Itulah akibat nya jika mengganggu ku.'' Ucap Alexsa, lalu berbalik ke belakang dan ingin pergi dari kediaman sang Ayah.
Namun baru saja dia berbalik badan, ia terkejut melihat bahwa suaminya berdiri sambil melipat kedua tangan nya di dada. ''Permaisuri.''
''Jun'er ...'' Alexsa terkejut.
''Sedang apa di sini?'' tanya Kaisar Jun, menatap mata Alexsa dan mengintimidasi nya.
''Ak-aku? aah ... aku sedang menggantung mainan, untuk kejutan Ayah ku besok pagi.'' Alexsa menoleh kebelakang, dimana tubuh An Rumi yang tergantung tanpa kulit.
Kaisar Jun melihat sekilas, lalu mengangguk. ''Ooooh ... sudah selesai menggantung mainan nya?''
Alexsa mengangguk. ''Sudah.''
''Kalau begitu ayo kita pulang.'' Ajak Kaisar Jun, sama gila nya dengan Alexsa.
Keduanya pun melesat pergi dari kediaman An menuju ke Istana. Namun tanpa di duga ... mata tajam Alexsa melihat Ibu Suri yang tengah berjalan mencuriga'kan.
''Jun, bukan'kah itu ibumu?''
Kaisar Jun menoleh dan memancing'kan kedua matanya, ''Sedang apa malam-malam begini?'' Keduanya saling pandang, lalu dengan segera mengikuti Ibu Suri dari belakang seperti bayangan.
Ibu Suri menutup kepalanya memakai tudung melihat kanan kiri takut ada yang mengikutinya, ia berjalan cukup jauh dari Istana ke suatu tempat rahasia.
Setelah beberapa waktu Ibu Suri telah sampai tujuan, yang mana dia datang ke sebuah rumah terbengkalai di sisi kota namun sangat mewah. Ibu Suri mengetuk nya beberapa kali dan berbisik di depan pintu.
Tak berapa lama ... pintu itu terbuka oleh Kasim Zhao, yang mana membuat Kaisar Jun mengerutkan keningnya di balik bayangan gelap.
''Kasim Zhao?''
Ibu Suri masuk kedalam dan menutup pintu dengan rapat, ia dan Kasim saling pandang lalu berpelukan melepas rindu.
''Aku merindukan mu.''
''Aku juga merindukan mu.''
Kaisar Jun dan Alexsa yang berada di atas genteng, tengah mengntip menyaksikan kedua insan saling melepas rindu. Kaisar Jun ingin turun dan memberi pelajaran pada Kasim yang sudah ia percaya namun Alexsa mencegah.
''Jangan gegabah Jun, kita lihat apa yang ingin mereka lakukan.'' Bisik Alexsa.
''Apa lagi jika bukan melakukan Itu!''' geram Kaisar Jun.
''Perhatikan saja dulu.'' Alexsa melotot, membuat Kaisar Jun membuang muka ke arah lain.
Sedangkan Kasim dan Ibu Suri duduk saling berhadapan, membicarakan bagaimana pemerintahan di bawah tangan Kaisar Jun yang sekarang semakin ketat dan tidak bisa korupsi dengan leluasa.
Hingga Kaisar Jun mendapatkan informasi siapa saja yang berkhianat padanya termasuk sang adik, Pangeran Dong Zhang. Tak bisa Kaisar Jun percaya jika adiknya juga ingin menyingkirkan dia dari tahta.
Ibu Suri berdiri dan duduk di pangkuan Kasim Zhao, ''Jangan terlalu khawatir, bocah yang menjabat sebagai Kaisar itu bukan tanding mu.'' Ibu Suri membelai wajah kasim Zhao.
''Dia itu bodoh! Buktinya dia tidak merasa curiga terhadapku yang bukan Ibu kandungnya. Dia tidak tau saja jika aku adalah kembaran ibunya, yang dulu di buang oleh Ayah kami.''
''Terus'kan lah kepura-puraan kita, hanya menunggu waktu yang pas untuk menyingkirkan bocah itu, sama seperti kita yang membunuh Kaisar dan Permaisuri terdahulu di kuil.'' Ucap Kasim Zhao.
Kaisar Jun yang mendengar nya sudah tidak bisa mengontrol emosinya, namun lagi dan lagi Alexsa menahan dan membisik'kan sesuatu rencana.
Flashback Off•
•
•
Di dalam penjara•
''Bagaimana mereka bisa tau?'' tanya kasim Zhao dengan marah, mencengkram batang besi yang mengurung mereka.
''Pasti ada yang membocorkan nya.''
''Mei Lian! Bagaimana kau bisa ceroboh.'' Teriak Kasim Zhao pada Ibu Suri yang berada di jeruji lain.
''Aku sendiri tidak tau! ****** sialan itu mengatakan apa yang dia tau, membuat aku marah dan ingin menutup mulutnya.''
''Sudahlah, jangan bertengkar dan saling menyalahkan! Sekarang pikirkan bagaimana cara nya kita bisa selamat dari hukuman yang akan kita terima.''
Ucapan pangeran Dong Zhang, membuat semua orang yang ricuh saling menyalah'kan kini diam seribu bahasa.
•
...••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA...