
PREVIEW●>tiba-tiba perutku mulai sakit, sangat sakit aku tidak dapat menahannya lagi sampai-sampai aku menangis sejadi-jadinya dan kepala ku mulai pusing karena phobia akan gelap, aku sudah tidak sanggup menahannya.
tubuhku dengan refleks jatuh ke lantai dan aku mulai tidak sadarkan diri<●
●●●●●
"cici, bangun sayang udah pagi, kita olahraga bareng mumpung hari minggu sekalian kita jalan-jalan sekeluarga", kata mama minyoung ( mamanya cici dan minjae) yang membuka pintu kamar cici.
"kok nggak di kunci pintunya ci, biasanya kan dikunci?", kata mama minyoung lagi.
mama minyoung berniat membangunkan cici pun kaget karena tidak melihat sosok anaknya cici di kamarnya.
" pa papah", panggil mama minyong panik
" ada apa ma?", kata papa moonbin ( papa cici dan minjae).
"cici nggak ada di kamarnya, kamana dia?", kata mama minyoung khawatir.
"nginap di rumah temannya kali ma?", sambung kak minjae
"nggak mungkin, kalo nginapa pasti cicinya kabarin mama, papa, atau kamu", kata mama minyoung lagi.
"iya juga sih, ya udah bentar ya mah, aku coba tanya temen-temennya dulu", ucap kak minjae
"ya udah cepet", sahut papa moonbin.
kak minjae langsung menghubungi teman-teman sefakultas cici, tapi tidak ada satupun yang mengetahui keberadaan cici, tiba-tiba teringat teman dekatnya cici
"hallo, apakah ini soyoung temen cici?", kata kak minjae
"iya benar, ini siapa?", tanya soyoung.
"ini minjae, kakaknya cici", jawab kak minje
" oh kak minjae?, ada apa yah kak?", tanya soyoung lagi
"iya, jadi gini, dari kemarin cici nggak pulang ke rumah, soyoung tau nggak cici di mana?", kata kak minjae
" soyoung nggak tau cici di mana kak", kata soyoung yang sebenarnya soyoung tau kemarin cici di bawa sama senior kang minho dan teman-temannya, tetapi karena di ancam untuk tutup mulut mengenai keberadaan cici, jadinya soyoung memutuskan untuk berbohong.
"oh gitu yah soyoung, ya udah makasih yah?", kata kak minjae
" iya kak sama-sama", kata soyoung
" maaf ci" kata soyoung lagi dalam hati.
"mama, semua teman-teman cici nggak ada yang tau cici dimana", kata kak minjae khawatir.
" apa!!", kata mama kaget
"bentar papa coba menghubungi temen papa yang jadi dosen di kampus cici", kata papa moonbin
sambil mengeluarkan handphone dari saku celananya
" hallo, pak chan, saya mau nanya mengenai keberadaan anak saya cici, soalnya dari kemarin cici tidak pulang ke rumah, apakah pak chan melihat cici kemarin?", kata papa moonbin kepada temannya itu.
"kemarin pas kelas saya, dia masuk, setelah itu saya tidak tau dia kemana lagi, coba bapak tanya ke temennya yang bernama soyoung soalnya mereka berdua kalo kemana-mana berdua", kata pak chan.
" oh iya makasi pak", kata pak moonbin
"iya sama-sama pak", ucap pak chan
setelah menutup telponnya pak moobin berkata
" kata pak chan, coba tanya soyoung teman dekatnya cici", kata pa moonbin
"sudah minjae tanyain soyoungnya pah tapi kata soyoung, dianya nggak tau dimana cici", kata kak minjae.
" ya ampun gimana ini pah, minjae, kalo seperti ini mama bisa-bisa jadi gila nanti kalo terjadi apa-apa sama cici", kata mama minyoung takut.
"mama tenang dulu, nanti kalo 24 jam cici belum ditemukan, kita langsung lapor polisi", kata pa moobin
●●●●●
di gudang tempat cici di kurung.....
cici masih tidak sadarkan diri akibat tubuhnya yang lemah akibat rasa takut dan belum ada makanan yang masuk dari kemarin.
tiba-tiba datang senior kang minho dan teman-temannya
"hei, bangun", kata park jisoo
tetapi cici tak kunjung bangun padahal senior park jisoo sudah menggerak-gerakan badan cici.
"kenapa dia nggak bangun?", kata kim tae
" jangan-jangan..", kata kang minho yang langsung lari ke samping tubuh cici dan membalikan tubuh cici yang terbaring di lantai untuk menghadap kang minho, betapa kagetnya kang minho melihat raut wajah cici yang sangat pucat dan nafasnya yang sudah terasa lambat.
kang minho lalu mangangkat tubuh cici dan berlari ke arah mobil.
"ayoo ke rumah sakit, dia dalam bahaya", kata kang minho khawatir
dan teman-teman kang minho kaget lalu mereka bergegas ke rumah sakit.
cici terbaring di pangkuan kang minho dengan wajah yang sudah sangat pucat itu menambah kekhawatiran kang minho
"ci, cici bangun, ku mohon jangan sampai terjadi apa-apa pada kamu, ku mohon", kata kang minho sambil menggenggam tangan cici.