
●●●●●
Di ruang rahasia Minho dan teman-temannya
"kamu dari mana sih?", tanya jae sung
"dari kelasnya Cici dan tadi ada urusan sama Cici", jawab Minho
"urusan apa?, Minho kalo butuh bantuan kita, bilang aja kita pasti bantu kamu. iya nggak?", kata Jisoo yang langsung melihat ke arah Tae dan Jae Sung
"iya Minho bila aja sama kita", sambung Tae
Minho masih berfikir keras apakah dia harus memberi tahu teman-temannya atau tidak.
setelah berfikir lama dia akhirnya memberitahu teman-temannya rencana dia untuk Cici
"jadi rencana aku itu, ingin membuat Cici jatuh cinta pada ku, dan memanfaatkannya untuk pertunangan aku dengan Yoon Sua, dan setelah pertunangan aku dengan Yoon Sua batal aku pun langsung tinggalin Cici. seperti pribahasa sekali mendayung dua pulau terlampaui", jelas Minho
"gila kamu, kenapa harus Cici?, kenapa nggak orang lain aja", protes Jisoo yang memang suka kepada Minho
"siapa orang lain itu kalo bukan Cici?", tanya Minho
"kan banyak perempuan di club nyewa mereka aja untuk pura-pura jadi pacar kamu", kata Jisoo
"aku milih Cici karena dia dari kalangan orang kaya juga seperti kita, dan identitasnya jelas, kalo seandainya aku nyewa perempuan di club bisa-bisa ketahuan nanti", jelas Minho
"ya udah, berarti kamu hanya ingin memanfaatkan Cici aja kan?, kamu nggak akan jatuh cinta beneran sama dia kan?", kata Jisoo
"gila aja, aku jatuh cinta sama dia?, nggak akan", kata Minho
"bagus lah", jawab Jisoo
"oke oke, sekarang kita harus gimana?, agar rencana kamu berjalan lancar", tanya Tae
"pertama aku ingin pendekatan sama dia, kedua bikin dia suka sama aku, ketiga bikin dia cinta mati sama aku, keempat bikin dia menderita", jawab Minho sambil tersenyum
"baiklah, itu rencana yang gampang untuk dimainin", kata Jae Sung
mereka berempat pun ketawa lepas karena rencana yang mereka buat terasa sangat menyenangkan untuk di lakukan.
●●●●●
Di kelas Cici.....
"baik pak, bapak juga", teriak anak-anak secara serempak
Cici pun keluar dari kelasnya dan tiba-tiba ponselnya berdering, ternyata dari sahabatnya Soyoung, yang memang tidak masuk kelas karena telat
"eh, kenapa?, mulai bandel yah nggak masuk kelas", kata Cici
"bukan gitu Ci tadi bangun kesiangan", ucap Soyoung dari sebrang telepon
"trus kamu dimana skarang?", tanya Cici
"di rumah, kan hari ini cuman 1 mata kuliah doang kan?", kata Soyoung
"iya, tapi pengen main ke mall, temenin yah", kata Cici
"males Ci, kenapa nggak sendiri aja atau ajak tuh si senior Minhoo hahahahaahahahah", kata Soyoung bercanda
"ya emang tadi dia ngajak aku sih, tapi aku tolak, dengan alasan mau ngerjain tugas", ucap Cici
"WHATT, WAIT WAIT WAIT, jadi bener dia ngajak kamu?", kata Soyoung
"iya dia ngajak aku", kata Cici
"gila gila gila, nggak mungkin Ci, dia kan benci sama kamu, kok tiba-tiba dia berubah gitu, atau jangan-jangan kamu bukan diajak jalan tapi diajak ke gudang lagi", ngomel Soyoung
"nggak tau sihh, tapi keknya dia udah berubah deh gara-gara ancaman aku kemarin", ucap Cici
"nggak mungkin Ci, Senior Kang Minho nggak mungkin berubah cuman gara-gara ancaman kamu", kata Soyoung
"trus apa dong", tanya Cici
"ummm, nggak tau mungkin mau manfaatin kamu kali", kata Soyoung
"manfaatin apa?, aku aja nggak ada urusan atau masalah sama dia", kata Cici
"iya iya, ya udah. jadi ke mall nggak nihh", kata Soyoung mengalihkan pembicaraan
"jadi dong, kamu mau temenin?", tanya Cici
"iya aku temenin, aku siap-siap dulu, nanti ketemunya di mall aja yah", ucap Soyoung
"oke", kata Cici yang langsung mengakhiri teleponnya