BAD BOY LOVE YOU

BAD BOY LOVE YOU
EPISODE 4: KESALAHAN TERBESAR



PREVIEW●>banyak komentar yang mengatakan aku cuman perempuan pencari perhatian, tidak sopan, lebih baik orang seperti aku berhenti dari kampus yang terkenal itu, dan masih banyak lagi komentar-komentar yang memperlakukan aku dan mengaggap aku sebagai pelaku pembuat onar tersebut.<●


●●●●●


pagi ini seperti biasanya mama selalu membangunkanku untuk ke kampus, tapi rasanya aku sudah tidak mau ke kampus lagi setelah kejadian memalukan kemarin.


"ci bangun kamu nggak ke kampus hari ini?". kata mama yang masih berdiri di balik pintu kamar aku.


" ngampus kok mah, ini mau mandi". kata aku yang langsung beranjak dari tempat tidur


" oo iya, kalo udah siap-siap, sarapan dulu yahh mama, papa, sama kakak nunggu di bawah", kata mama lagi.


"iya mah",jawab aku singkat.


setelah selesai siap-siap aku menuju meja makan yang di sana mama, papa, sama kakak sedang menungguku.


"kok belum makan?", kata aku


"kan nunggu tuan putri siap-siap dulu", kata kakak mengejek.


"aishh masih pagi loh kak, udah ngajak ribut ajaa", jawab aku.


kakakku hanya berbeda 2 tahun dengan ku, jadi kalau aku sama kakak ku jalan-jalan ke mall sering di kira kakak ku ini pacar ku hehehehe


"udah udah, ayo sarapan sekalian papa mau ngomong sesuatu", kata papa yang serius.


"ngomong apa pah", kata aku penasaran.


"jadi, gini kemarin papa nggak sengaja mampir ke kampus kamu, sekalian juga kan ketemu temen papa yang jadi dosen di kampus kamu ini, nah, temen papah ini ngajak makan ke kantin kampus yang kebetulan katanya makanan kampus kamu ini enak, dan papa pada saat itupun belum makan jadi ya udah papa ikutin temen papa langsung ke kampus, setelah sampai di kantin papa lihat kamu cici lagi berantem sama mahasiswa lain dan badan kamu penuh makanan, itu kenapa ci..? kamu nggak di bully kan..?", kata papa aku yang sontak saja membuat aku kaget karna papa tau kejadian kemarin


"ah itu, kejadian kemarin cuman karena kesalahpahaman aja kok pah, nggak usah di pikirin, aku baik-baik aja", kata aku dengan nada santai, aku nggak mau bikin keluarga aku khawatir tentang kejadian kemarin dan aku bersyukur papa nggak liat aku di tampar. ini mungkin menjadi kesalahan terbesar kepada keluarga ku karena tidak jujur


"ya udah kalau kamu baik-baik aja, lanjutin lagi sarapannya, papa cuman mau ngomong itu", kata papa yang langsung menyantap sarapannya.


●●●●●


sesampainya di kampus aku merasa orang-orang liatin aku dan ngomong sesuatu tentang aku, dan aku juga nggak peduli mau mereka ngomongin aku atas kejadian kemarin pun aku nggak peduli toh aku juga yang korbannya mereka yang nggak tau apa-apa hanya melihat video sebagiannya aja dan malah nggak ada yang videoin mahasiswa yang di suruh bersihin sepatu para berandal itu.


"pagi", suara soyoung mengagetkan ku


" kamu baik-baik aja kan", kata soyoung khawatir.


"aku baik-baik aja kok, aku juga udah lupain kejadian kemarin", kata aku.


"hah syukurlah ci, tapi lain kali jangan berurusan sama mereka lagi yah", kata soyoung yang menasehati.


" iya iya, aku ikutin kata kamu aja deh anggap mereka gak ada", kata aku menjawab.


" ayuk, ke kelas", ajak soyoung.


nggak salah aku milih soyoung jadi temen aku, yang ngejaga aku, pengertian ke aku, bantu aku kalo lagi ada masalah.


●●●●●


"saatnya pulangggg", kata soyoung dengan nada antusias.


tapi sebelum aku dan soyoung beranjak dari tempat duduk tiba-tiba senior kang minho dan teman-temannya menghampiri kita berdua dan mengatakan "kamu ikut kita", sambil menunjuk ke arahku.


aku yang saat itu pura-pura tidak dengar dan mengikuti kata soyoung anggap aja mereka nggak ada dan akupun tidak menggubris ucapan kang minho itu.


"ayo kita jalan-jalan dulu ke mall", ajak aku ke soyoung dan langsung beranjak dari tempat duduk meninggalkan senior itu.


"hei kamu tuli", kata kang minho.


aku tetap tidak menggubris ucapan senior kang minho.


tiba-tiba dari arah belakang aku di tarik paksa oleh kang minho, sehingga aku yang tidak menyeimbangkam tubuh aku pun terjatuh tepat di pelukan kang minho, kang minho pun tidak menyeimbangkan tubuhnya sehingga kita berdua pun jatuh ke lantai, kang minho di bawah dan aku di atasnya dengan posisi saling berpelukan. aku hanya menutup mata ku pada saat itu


"kamu nggak akan berdiri nih", kata kang minho,


aku kaget dan langsung berdiri dan meminta maaf


"maaf", kata ku datar.


aku langsung berlari meninggalkan kang minho dengan perasaan malu dan di ikuti soyoung