
PREVIEW●>"kalian pergi dari sini, saya tidak mau melihat wajah kalian lagi, sampai kalian masih mengganggu cici, liat sajaa saya tidak akan tinggal diam", jawab pak moonbin mengusir kang minho dan teman-temannya<●
●●●●●
setelah di usir oleh pak moon bin, kang minho dan teman-temannya langsung menuju mobil dan pergi ke club malam, tempat mereka bersenang-senang dan mereka sama sekali tidak ada rasa prihatin kepada orang yang mereka jahili yang sedang terbaring dirumah sakit dalam kondisi yang buruk
sesampainya di club malam itu mereka memesan kamar VIP karena mereka semuanya anak konglomerat jadi tidak diragukan lagi kalau mereka memperlakukan orang-orang seperti mereka yang paling berkuasa
"tidak usah di fikirkan, si cici itu emang pantas di gituiin, kalau nggak di gituuin dia bakal ngelunjak", ucap jaesung
"benar juga, supaya dia tau, dia sekarang lagi berurusan dengan siapa hahahahahaha", kata akang minho sambil tertawa
"ayo kita bersenang-senang hari ini karena misi kita berhasil untuk mengerjai si cici itu, agar dia tidak sok jagoan lagi haahahahah", ucap kim tae sambil tertawa
jisoo yang saat itu harus meninggalkan ketiga temannya itu untuk urusan keluarga harus kembali terlebih dahulu, sedangkan ketiga orang tersebut bersenang-senang dengan mabuk-mabukan dan membayar beberapa wanita malam( untuk ***),
"malam ini adalah malam yang paling indah", ucap kang minho sambil mencium bibir wanita malam yang ada di sampingnya, ciuman itupun dibalas oleh wanita malam itu dengan ganasnya,
"kita pindah ke hotel", ucap kang minho yang berbisik di telingan wanita itu
kang minho dan wanita berdiri dan langsung berjalan menuju pintu keluar ruangan tetapi langkah mereka terhenti karena mereka di panggil oleh kim tae
"hei mau kemana?", tanya kim tae yang mabuk dan di sebelahnya terdapat 2 wanita malam yang menemaninya
"sudah mau langsung di makan aja tuh brengsek hahahahahhaha", canda jaesung yang juga mabuk dan di sampingnya ada 2 wanita malam juga
"gimana nggak langsung di makan?, mangsanya aja wow gini coba", jawab kang minho langsung merangkul wanita itu keluar ruangan VIP dan langsung menuju hotel
kang minho dan wanita itu menuju hotel terdekat untuk melakukan hubungan satu malam yang menggairahkan.
●●●●●
Di Rumah Sakit Family...
"anak-anak tadi benar-benar keterlaluan", ucapa pak moonbin
"pah, minjae akan cari tau siapa orang tua mereka, nanti minjae yang kasih mereka pelajaran", ucap kak minjae yang masih marah
" tidak usah minjae, kalau kamu berbuat seperti itu maka kamu sama saja seperti mereka, biarkan saja suatu saat pasti perbuatan mereka akan kembali juga kepada mereka sendiri", kata pak moonbin menasehati walaupun hatinya sakit melihat putri sematawayangnya di perlakukan seperti itu
" tapi pah, mereka itu sudah keterlaluan", kata kak minjae lagi
" minjae, papa tidak mengajari kamu untuk membalas dendam untuk orang yang mengangap diri mereka berkuasa dan memperlakukan orang dengan buruk, karena papa tau suatu saat nanti mereka akan merasakan karma", kata pak moonbin lagi
"iya minjae, kamu dengar kata papa saja, hati mama juga hancur melihat cici kayak gini, tapi mama tahan karena mama tau karma itu pasti ada", kata mama minyoung
orang tua dan kakak cici berhenti mengobrol karena datang dokter ahn yang akan menjelaskan kondisi cici kedepan seperti apa nantinya
"jadi begini pak direktur, kondisi cici masih sangat buruk karena tubuhnya masih belum bisa berinteraksi kembali dengan baik karena phobia yang dialami cici, sekarang saya belum tau kapan cici bisa sadar kembali", kata dokter ahn panjang lebar
" maksudnya bagaimana dokter ahn, tapi cici pasti sembuh kan?", kata kak minjae khawatir
"kita pasti usahakan cici pasti sembuh, tapi butuh waktu beberapa hari atau beberapa bulan untuk cici sadar kembali, karena yang di alami cici sekarang ini phobia akut", kata dokter minjae lagi
"astagah cici, kamu kanapa diam saja pas kamu di bully, kenapa kamu nggak bilang sama mama kalau kamu di perlakukan seperti ini di kampus", kata mama minyoung
"sudah ma, cici pasti bangun dan sembuh kembali dan bisa ceria seperti dulu, mama yang sabar yahh", kata pak moonbin menenangkan
"baik kalau begitu saya permisi dulu pak direktur", kata dokter ahn pamit
"tunggu sebentar dokter ahn, rapat nanti kita tunda untuk minggu depan saja", kata pak moonbin
"baik pak direktur", jawab dokter ahn