BAD BOY LOVE YOU

BAD BOY LOVE YOU
EPISODE 24: PINDAH ?



PREVIEW ●>Cici pun bergegas ke ruang pak Rektor dan di temani oleh Enwoo dan Soyoung<●


●●●●●


Sesampainya di depan ruangan Rektor, Cici pun mengetuk pintu ruang Rektor tersebut


"Siapa?", tanya pak Rektor dari dalam ruangan


"Saya pak, Cici", jawab Cici


"masuk", kata pak Rektor


sebelum masuk Cici meminta Eunwoo dan Soyoung untuk menunggu di luar ruangan saja.


Cici pun masuk, dan di dalam ruangan itu ada orangtua Cici yang sedang mengobrol dengan pak Rektor


"mah pah, ngapain di sini?", kata Cici berbisik ke mama papa nya


"jadi gini Ci, bapak udah tau cerita mengenai kamu di kampus ini, dan sepertinya kamu tidak nyaman kalo belajar di kampus yang membuat hati kamu ingin keluar", kata pak Rektor yang memulai percakapan


"tidak pak, saya lebih nyaman belajar di kampus ini hanya saja ada sebagian orang yang tidak menyukai saya", kata Cici dengan sopan


"Ci, mama kan udah bilang ke kamu, kalo kamu udah nggak tahan belajaran disini lebih baik kamu pindah ke kampus yang lain, karna mama nggak mau kan di bully", sambung mama


"iya ma, Cici ngerti perasaan mama, ya udah kalo itu mau mama sama papa, aku bakal pindah kampus", kata Cici


"pak tolong berikan saya surat pindah", kata Cici ke pak Rektor


"maafkan bapak yah Ci, bapak nggak bisa bantu Cici, karena yang gangguin kamu itu anak dari pemilik kampus ini, jadi bapak tidak mau memperbesarkan masalah kalian", kata pak Rektor yang merasa bersalah


"tidak apa-apa pak, saya kalo di posisi bapak juga, saya pasti melakukan hal yang sama, dan jalan salah satunya hanya keluar dari kampus ini", ucap Cici


"baiklah Ci, bapak tau kamu anak yang sangat berprestasi, dan bapak yakin kamu bisa menjadi mahasiswa yang sukses, walaupun bukan belajar di kampus ini", kata pak Dosen lagi


"terimakasih pak", kata Cici


"nanti surat pidahannya besok kamu bisa langsung ambil", kata pak Rektor


"baik pak, kalau begitu saya dan orangtua saya pamit", kata Cici yang beranjak dari tempat duduknya dan di ikuti orang tuanya


pak Rektor juga mengantar kami sampai di depan ruangannya.


"makasih pak", kata papa kepada pak Rektor


soyoung dan Eunwo yang sedari tadi menunggu Cici, menyapa orangtua Cici,


"siang tante om", sapa, Soyoung


"oh kenalin mah, ini soyoung teman dekat Cici dan ini senior Cici, kak Eunwo", kata Cici yang menunjuk kearah Soyoung dan Eunwoo


"ini temannya Cici?, dan ini senior?", tanya mama Cici lagi


"iya tante saya temannya Cici", kata Soyoung


"saya seniornya Cici", kata Eunwoo


tapi wajah mamanya Cici seperti tidak yakin dengan senior Eunwoo


"mama, kenapa wajahnya seperti itu, jangan-janga mama pikir kak Eunwoo seperti senior yang bully aku yah", kata Cici


mamanya Cici memandangi Cici, ingin tau maksud perkataan Cici


"ya ampun mah, kak Eunwoo ini senior yang baik banget, kak Eunwoo yang nolongin Cici tadi waktu di bully sama senior preman", kata Cici


"ooo syukurlah kalau baik anaknya, nanti Soyoung sama Eunwoo sering-sering yah main ke rumah Cici", kata mamanya Cici


"baik tante", kata Soyoung dan Eunwoo


"ya udah tante om, saya duluan yahh waktunya kelas saya", kata Eunwoo


mama sama papanya Cici mengangguki perkataan Eunwoo


"saya juga duluan yah tante om, Cici aku tunggu kamu di taman yahh", kata Soyoung


"oke", ucap Cici


setelah itu kami pun berjalan melalui koridor kampus, suasana antara kedua orangtua Cici dan Cici pun mulai senyap, tanpa ada yang mau memulai percakapan, Cici pun tidak berani bersuara karena janji yang di janjikan kepada kedua orangtuanya tidak bisa ia tepati, dan akhirnya harus keluar dari kampus.


"Ci, kamu nggak papa", tanya mama yang memulai percakapan


"nggak papa gimna ma?, aku benar-benar nggak papa, aku malah senang mah, akhirnya bisa jauh dari senior preman kampus itu", kata Cici yang berbohong.


sebenarnya Cici merasa sedih harus pindah ke kampus lain, karna kampus ini merupakan kampus yang mempertemukan dia dengan sahabatnya Soyoung dan cinta pada pandangan pertamanya Park Eunwoo.


"kalo gitu, mama sama papa, pulangnya duluan aja, Cici mau pamit sama teman-teman Cici", kata Cici


"ya udah, kalo udah selesai langsung pulanh yahh", kata mamanya Cici


"iya mah", kata Cici yang langsung mencium pipi kedua orangtuanya itu.


"byee bye", Cici pun berlari menuju taman, tempat Soyoung berada