
Setelah soyoung membalut tangan dan kaki cici yang terkena air panas, soyoung dan cici pun mencari di mana keberadaan senior berandal itu, dengan pincang cici berjalan di koridor kampus, tetapi dikoridor kampus banyak mahasiswa lain yang melihat cici dan membicaran cici diam-diam
"Jangan di lihat dan jangan mendengar perkataan mereka", kata soyoung
Cici hanya mengangguk, mata cici tertuju pada sekelompok orang yang sedang di carinya itu
Cici berjalan dengan cepat kearah mereka, dan setelah sampai di depan senior-seniornya itu cici berkata
"Kalian kan, kalian kan yang merencanakan ini", tanya cici
"Maksud kamu apa, datang-datang langsung nyolot gitu", kata jisoo
"Kalian yang menjebak pak dosen dan aku kan dengan gambar dan omongan fitnah kalian", kata aku lagi
"Hahahahahahahhaha, kalo iya emang kenapa?, kamu mau apa?, mau laporin?", kata kang minho
"Iya aku bakal laporin kalian",jawab aku
"Ya sudah laporin saja, kita nggak takut, dan lagi kita nggak bakal di apa-apain karena apa, aku ini anak tunggal pemilik kampus ini", kata minho dengan sombongnya
"Sombong, Kalian itu Nggak punya hati, nggak punya perasaan, tega kalian melakukan perbuatan yang bodoh ke dosen kalian, kalian tau tidak pak dosen kerja disini itu untuk mendapatkan uang untuk isterinya yang sedang hamil, dan akan segera melahirkan, tapi kalian dengan gampangnya menghancurkan karir pak dosen dengan gambar dan fitnah bodoh kalian itu", tegas cici
"Terus kalau aku menghancurkan karirnya memang kenapa?, dia memang nggak pantas mengajar di kampus elit ini", ucap minho
"Nggak punya otak", kata cici
"Hahahahah Ohh iya, kenapa kamu nggak sekalian aja ikut pak dosen mu itu keluar dari kampus ini", ucap minho
"Aku memang akan pindah dari kampus menjijikan ini", kata aku
Soyoung yang mendengar perkataan aku pun itu kaget dan berbisik ke cici
"kamu akan pindah?, kamu udah gk tahan lagi?, tapi kamu harus bertahan ci", tanya soyoung di samping cici
"Heii cewek manja, aku kira kamu anggak bangun-bangun lagi dari koma mu, kamu kan hampir di buat mati sama aku, kamu mau aku bikin supaya kamu benar-benaar matii, agar kamu nggak bisa mengucapkan kata menjijikan lagi", ucap kang minho mengancam
aku yang terkejut pun membalikan badan ku dan berkata
"aku nggak takut mati karna aku pun pernah hampir mati di tangan para PSIKOPAT seperti kalian yang nggak punya otak dan perasaan", tegas aku
Jiso yang Mendengar kata-kata cici langsung berjalan ke arah cici dan menampar cici tidak sampai di situ jisoo mendorong cici ke tembok dan mencekik cici, cici hanya menahan sakit dan sulit bernafas
"Aku akan membunhmu di sini sekarang juga", kata jisoo yang lebih kuat mencekik cici
Soyoung dan anak-anak yang lain melihat itu tidak dapat berbuat apa-apaa
"Siapapun tolong akuu", kata cici dalam hati
Ttaakkk suara pukulan di tangan jisoo sehingga cengkraman di leher cici terlepas, dan di situ cici sudah tak sadarkan diri
"Ahkk", jisoo berteriak kesakitan karena tangannya di pukul eunwoo
Ya eunwo yang menolong cici, senior yang menjadi tipe ideal cici maupun soyoung
"Kalau mau membunuh, mending nggak usah jadi mahasiswa jadi penjahat saja, bikin susah orang tua kalian tau nggak", ucap eunwoo yang pada saat itu langsung menggendong cici yang sudah tak sadarkan diri
"Jangan ikut campur ini urusan aku dengan anak itu", ucap minho, yang langsung mencengkram krak baju eunwo
Dengan kuat eunwoo melepaskan cengkraman tadi dan mengatakan
"masalah cici, masalah aku juga, sekarang cici akan kujaga jadi jangan berfikir untuk berbuat jahat padanya", kata eunwo langsung berjalan meninggalkan kang minho yang masih mematung terkejut mendengar perkataan eunwoo
Soyoung dan Anak-anak yang lain kaget dengan pengakuan euwoo yang bisa di bilang eunwoo adalah tipe laki-laki yang dingin ke setiap wanita