
PREVIEW●>setelah kita mendapatkan makanan, aku dan soyoung menuju tempat duduk untuk makan. tiba-tiba.....
"haii", suara panggilan seseorang yang aku kenal.<●
aku dan soyoung menoleh ke arah suara itu berasal, ternyata suara itu tak lain dan tak bukan senior kang minho bersama ekornya (teman-temannya)
"ada apa senior?", tanya aku
"nggak papa, aku mau bilang kalo tempat yang kalian dudukin sekarang itu tempat duduk kita", ucap senior kang mimho.
" hahhh? emangnya ngga ada tempat duduk yang lain apa? kan banyak tu!", kata aku yang langsung menunjuk sebuah meja dan kursi yang kosong.
"jangan banyak omong, apalagi ngelawan kata-kata aku", kata senior tegas
" ih siapa yang ngelawan, senior sendiri yang gangguin kita yang udah duluan di sini, udahlah cari tempat yang lain aja jangan nyebelin deh",kata aku santai.
"kamu kok lama-lama ngelunjak sih?", kata senior kang minho dengan nada marah
"bentar kok marah ? emang tempat duduk ini senior bawa langsung dari rumah atau desain sendiri? kan banyak tempat duduk yang kosong", jawab aku ngeyel
"udah ci kita pindah aja, jangan cari gara-gara sama dia", ucap soyoung berbisik.
" nggak soyoung dia ini kalo di biarin lama-lama ngelunjak, emang kita kuliah disini nggak bayar apa? kan bayar biarpun universitas ini milik orang tuanya, tetep harus adil dong", jawab aku marah-marah
tiba-tiba senior kang minho melempar nampan makanannya ke lantai, sampai membuat aku dan anak-anak lain kaget.
" ya, kan sudah aku bilang jangan macam-macam dengan ku kalau tidak mau hidup kamu berantakan", kata kang minho mengancam.
"memangnya apa yang harus aku takuti dari senior?", kata aku
"bawa dia", kata kang minho yang menyuruh senior jaesung dan kim tae membawa aku pergi.
senior jaesung dan senior kim tae langsung menarik tangan aku untuk pergi mengikuti senior kang minho.
" kalian mau apa?", kata aku meronta
" maksud kamu apa? peringatan apa?", kata aku dengan nada takut.
senior kang minho tidak menjawab perkataan ku, senior besarta teman-temannya langsung menuju belakang universitas dan di sana ada sebuah gudang kecil,ternyata gudang itu tempat senior kang minho dan teman-temannya nongkrong.
"apa yang mau kalian lakukan?", kata aku ketakutan.
"sudah ku bilang memberi kamu pelajaran", ucap senior kang minho.
setelah sampai di dalam gudang mereka mengikatku, aku yang pada saat itu ketakutan hanya bisa meronta karena kekuatan para sialan itu lebih kuat dari pada aku yang hanya sendiri.
"lepasin nggak, sakit tau!!", kata aku.
"nggak akan aku lepasin, sampai kamu mau meminta maaf kepada ku atas perbuatan kamu" kata kang minho
"apa yang harus aku sesali dari perbuatan ku untuk orang-orang seperti kalian hahh", kata aku yang secara tidak aku sadari air mata aku menetes.
" wah ada yang udha nangis nih, bener kamu nggak akan menyesali dan minta maaf kepada aku?", kata kang minho
"nggak!!", kata aku tegas
" ya udah, ayo kita pergi dari sini dan kurung dia sendiri di gudang ini", ucap kang minho.
"nggak, ya sialan lepasin aku", teriak aku marah
"ahahhahahahaha, bye-bye", ucap kang minho dan langsung pergi dari gudang itu di susul teman-temannya.
pada saat itu jam menunjukan pukul 17:40 yang tandanya malam mulai datang, aku yang sangat takut akan kegelapan hanya bisa berdoa semoga besok aku tidak kenapa-kenapa.
keluargaku pesti tidak akan tau kalau aku di kurung di gudang ini dan mereka pasti tau aku sudah tidur nyenyak di kamar ku.
tiba-tiba perutku mulai sakit, sangat sakit aku tidak dapat menahannya lagi sampai-sampai aku menangis sejadi-jadinya dan kepala ku mulai pusing karena phobia akan gelap, aku sudah tidak sanggup menahannya.
tubuhku dengan refleks jatuh ke lantai dan aku mulai tidak sadarkan diri.