
PREVIEW●>soyoung pun langsung menarik tangan aku untuk berdiri dan mengajak aku ke taman kampus untuk menghilangkan beban yang dibuat senior berandal itu<●
●●●●●
Sesampainya di taman soyoung mengatakan
"Kamu nggak perlu memikirkan aku dan anak-anak lain yang di ancam, sekarang yang terpenting kamu selamat dari koma", kata soyoung
Aku tersenyum dan mengangguk perkataan soyoung
"Sebenarnya aku masih merasa bersalah atas kejadian itu dan sepertinya aku bukan sahabat yang bisa melindungi sahabat yang lagi kesulitan",ucap soyoung dengan raut wajah menyesal
"Nggak kok, yang aku tau soyoung itu orangnya pengertian dan baik kepada sahabatnya, kamu nggak perlu merasa bersalah", kata aku
"Tapi aku udah bo'ong ci, andai aku bilang ke kak minjae waktu itu, pasti kamu nggak akan sampe koma", kata soyoung
"Kalau di pikir-pikir yang salah itu aku, aku yang mulai duluan ke senior kang minho, tapi kan kamu tau aku, aku itu nggak bisa liat orang yang di tindas", kata ku lagi
"Aku ngerti kok ci, aku pun sama tapi kalau kita berurusan samaa mereka, bisa-bisa kita yang di tindas contohnya saja kamu", ucap soyoung
"Iya, aku nggak bakal mau lagi cari masalah sama mereka", kata aku
Aku dan soyoung pun saling curhat dan berjanji tidak akan memikirkan masalah yang terjadi pada ku maupun pada soyoung
●●●●●
Di apartemen kang minho...
Kang minho yang masih tertidur di kasur empuknya itu tidak mengikuti perkuliahan kelas pagi, memang kang minho walaupun tidak atau pergi ke kampus pun, tidak akan menjadi masalah untuknya karena dia anak tunggal dari pemilik Universitas tersebut
Telepon kang minho berdering...
"Hahhhh siapa lagi ini, awas saja kalau sampe dari perempuan brengsek itu", kata kang minho yang masih tidur setengah sadar sambil tangannya mencari-cari teleponnya
Ternyata teleponnya dari park jisoo
"Hallo!!", kata kang minho dengan nada kesal
"Hallo minho", ucap jisoo dari seberang telepon
"Ada apa pagi-pagi telepon, mengganggu tidurku saja", ucap minho masih dengan nada kesal
"Nggak", kata minho
"Aku belum selesai ngomongnya", ucap jisoo
"Ohh, trus kamu mau ngomong apa", tanya minho
"Anak yang kita bikin koma, udah sembuh dan sekarang lagi di kampus", kata jisoo
"Siapa??", ucap minho kebingungan
"Itu, anak yang kita kurung di gudang", kata jisoo lagii
"Oo anak pengganggu itu??", kata minho
"Iya anak itu, sekarang dia di kampus", kata jisoo
"Terus?? Aku harus kesana minta maaf gitu?", tanya minho
"Ya nggak juga sihh, emang kamu mau minta maaf ke dia", jisoo balik bertanya
"Gilaa, nggak lah, ngapain minta maaf sama anak itu, aku juga udah lupa anaknya yang mana", jawab minho
"Oo oke deh, mau nggak kita ganggu dia lagi", tanya jisoo
"Terserah kalian", jawab minho
"Tapi kamu bakal ke kampus nggak?", tanya jisoo lagi
"Nanti siang pas pelajaran si dosen bodoh", jawab minho
"Dosen bodoh?..... ohh Pak dosen kebudayaan?", kata jisoo
"Iya siapa lagi, siap-siap untuk kasih pelajaran balik ke dia", kata minho yang sambil ketawa
"Siap", kata jisoo yang langsung mengakhiri teleponnya
Jam menunjukan pukul 11:35, minho bangun dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi untuk bersiap-siap dan setelah itu menuju kampus.