
PREVIEW●>tiba-tiba dari arah belakang aku di tarik paksa oleh kang minho, sehingga aku yang tidak menyeimbangkam tubuh aku pun terjatuh tepat di pelukan kang minho, kang minho pun tidak menyeimbangkan tubuhnya sehingga kita berdua pun jatuh ke lantai, kang minho di bawah dan aku di atasnya dengan posisi saling berpelukan. aku hanya menutup mata ku pada saat itu.<●
●●●●●
"kamu nggak apa-apa?", tanya soyoung.
"haa? oh nggak papa kok, kenapa emang?", jawab aku
"bener nggak apa-apa?, soalnya kan tadi kamu jatuh menindih senior kang minho, kamu gak takut nanti di gangguin lagi ?". tanya soyoung khawatir.
"nggak apa-apa kok soyoung yang pengertiaannn?.., kan salah dia sendiri yang mau narik-narik aku, coba aja kalo dia biarin aku pergi kan aku gak bakal jatuh ke dia kan?", jawan aku meyakinkan soyoung.
" iya juga yah, tapi kan salah kamu juga bukan sih di teriakin senior kang minho kamunya nggak ngejawab", tanya soyoung lagi.
" kan kamu yang nyuruh gini 'anggap aja senior kang minho sama temen-temennya nggak ada' siapa coba yang ngomong tad**i?", jawab aku lagi.
" hehehe, berarti aku yang salah yahh ?", kata soyoung.
"nggak ada yang salah, kamu udah bener ngomong kaya gitu, malah aku bersyukur kamu ngomong kaya gitu. ah udah lah kenapa kita malah bahas masalah yang gak penting sih, ayoo ke perpustakaan aja menenangkan pikiran sekalian mau nyari bahan buat presentasi mata kuliah kebudayaan nanti", kata aku yang sambil berjalan menuju perpustakaan.
" oh iya bener sampe lupa ada tugas presentasi, aku juga deh ikut kamu ke perpustakaan sekalian mau nyari bahannya juga, soalnya aku udah bagi apa aja yang harus aku cari dan temen kelompok aku cari", kata soyoung.
" kamu enak nyari bahannya dibagi, lah aku, aku sendiri yang nyari, nyebelin nggak tuhh", katabaku yang rada kesel.
"oh iya kamu kan sekelompok sama senior kang minho yahh, heehheh yang sabar yahh", ejek soyoung.
"cihh", kata aku dengan nada kesal.
●●●●●
setelah merasa bahan dan data yang di perlukan cukup untuk presentasi nanti, aku langsung beranjak meninggalkan perpustakaan dan segera pulang.
soyoung yang pada saat itu pergi tiba-tiba karna ada kencan buta yang harus dia ikuti, jadi aku harus merelakan dia meninggalkan aku sendiri di perpustakaan, karna aku tau soyoung pergi ke kencan buta karena permintaan dari temennya, dia sendiri pun tidak bisa menolaknya.
" hei". suara seseorang memanggil cici.
aku pun menengok ke arah suara itu berasal, dan aku kaget karena itu suara senior paling nyebeli, iya dia kang minho.
"ada apa senior?", kata aku.
"kamu nggak akan berterima kasih nih tadi kan kamu jatuh nidih aku, badan aku sakit loh", kata senior kang minho.
" kan salah senior bukan salah aku, siapa suruh senior mau narik aku sampe aku jatuh nindih senior", kata aku membela.
"abisnya aku manggil kamu, kamunya nggak nengok", bela senior kang minho.
"tarus mau senior apa?", kata aku.
yang pada saat itu senior kang minho sendiri nyamperin aku dan nggak tau temen-temennya ke mana
"nggak mau apa-apa sih, aku cuman mau kamu nggak ikut campur masalah aku di kampus ini lagi", kata kang minho.
"itu doang? oke..!!", kata aku yang langsung berjalan meninggalkan senior kang minho.
"oh iya satu lagi, kamu jangan pernah jatuh cinta sama aku, karena sampai nanti kamu jatuh cinta sama aku, aku nggak akan menanggapi perasaan kamu", kata kang minho.
"ahahahahahah, ngomong apa sih senior ini, lagi bermimpi apa gimana, aku CICI nggak akan pernah jatuh cinta sama orang yang nyebelin kayak senior, INGAT itu..!!, tapi senior hati-hati aja jangan sampai kemakan omongannya sendiri, yang malah jatuh cinta sama aku. JANGAN PERNAH yahh ....!!!!", kata aku yakin.
"oke..!", jawab senior singkat.
pembicaraan yang konyol pun selesai dengan saling berjalan menuju arah yang berbeda..