
sesampainya Cici di taman, Cici melihat Soyoung yang sedang duduk menunggu dirinya, Cici pun menghampiri Soyoung
"Ci", teriak Soyoung yang melihat Cici berjalan ke arahnya
"Gimana tadi di ruang pak Rektor?", tanya Soyoung
"ya gitu, kamu pasti udah tau akhirnya gimnaa", jawab Cici
"bentar, jadi kamu bakal pindah?", kata Soyoung
"iya, besok aku mau ambil surat pindahnya", Ucap Cici
"ihh, kok gitu", kata Soyoung
"udah takdirnya, aku akan keluar dari kampus ini, makasih yah kamu udah mau berteman sama aku", kata Cici ke Soyoung
"kamu kok ngomonya gitu?, nanti biarpun kita beda kampusnya kamu masih tetap teman aku Ci", kata Soyoung
"makasih yahh", kata Cici
Soyoung hanya mengangguk, Soyoung sangat bersedih melihat sahabat dekatnya harus pindah, tanpa sadar air mata Soyoung jatuh karna tidak dapat menahan rasa sedihnya itu.
Cici yang melihat itu langsung menenangkannya
"jangan nangis, kita kan masih bisa ketemuan di luar kampus, kalo kamu nangid gini, aku merasa bersalah", ucap Cici
Soyoung menggeleng kepalanya
"Ci kamu harus jaga diri yah, jangan macam-macam sama senior disana", kata Soyoung
"iya buu?", kata Cici meledek, karna Soyoung sangat khawatir sama Cici jadi dia ingin Cici lebih baik lagi di kampus barunya nanti
akhirnya obrolan perpisahan pun usai, Soyoung dan Cici kembali ke kelas mereka karena ini kelas terakhir Cici, Cici berusaha tetap fokus. Sebelum mereka memasuki kelasnya itu Cici dihadang oleh Minho dan teman-temannya. Namun Cici berusaha menghindar agar tidak mau memcari masalah lagi dengan mereka
"kamu menghindar?", kata Minho
"kamu tuli?", kata Jisoo kepada Cici yang masih tetap diam.
"hey jawab", kata Jisoo lagi sambil menarik krak baju Cici
Cici pun melihat ke arah wajah Jisoo
"mau apa lagi, mau tampar?, mau pukul?, atau mau bawa aku ke gudang dan kurung aku disana sampai aku koma atau sampai aku mati di gudang?, itu mau kalian kan, ya udah lakukanlah sesuka kalian, kalian kan nggak mau bikin hidup aku tenang kan, dengan aku keluar dari kampus ini pun kalian mau terus bikin aku menderita, ayo tampar, pukul, seret aku ke gudang itu lagi", kata Cici sambil teriak dan menarik tangan Jisoo untuk membawanya ke gudang tempat dia dulu di sekap
Minho memegang tangan Cici, tanda untuk Cici berhenti
"apa?, oh ya udah kamu aja yang tampar aku, biarpun aku perempuan kamu nggak akan merasa kasian kan?", ucap Cici yang melepaskan tangan Jisoo dan Cici mengangkat tangan Minho untuk menampar
"Ci kamu ngapain?", ucap Soyoung yang berjalan ke arah Cici
"kamu sama aja merendahkan diri kamu di depan mereka", kata Soyoung lagi
"walaupun aku nggak kayak gini, dan kayak ginipun juga mereka tetap mau liat aku menderita, mereka belum puas aku keluar dari kampus ini, mereka akan puas kalau aku mati disini, benar kan?", kata Cici yang menahan air matanya berusaha untuk kuat
Minho dan teman-temannya hanya terdiam mendengar perkataan Cici
"kenapa kalian diam?, bukannya kalau aku ngomong kayak gini kalian akan langsung menghajarku, seperti tadi di koridor?, tapi kenapa sekarang kalian diam setelah aku suruh kalian menampar dan memukul ku, bukannya dengan begitu kalian akan puas?____ ah kalian kan baru akan puas setelah aku mati kan?", kata Cici dengan teriak
"Ci udah, kamu nggak boleh ngomong kayak gitu, ayo kita masuk kelas aja, malu di liat anak-anak yang lain tuhh", kata Soyoung menunjuk ke arah mahasiswa yang sedang menonton
"malu?, untuk apa aku malu bukannya bener yahh kata-kata ku tadi, aku baru sadar di kampus ini tidak ada kata mahasiswa yang menolong mahasiswa lain yang sedang di bully dan sebaliknya mereka hanya menonton dan tidak ada yang berani bertindak karna mereka takut berhadapan dengan orang-orang seperti ini, aku akui kalian memang penguasa di kampus ini, tapi apakah kalian sadar dengan perilaku kalian ini orang yang sudah kalian bully bisa saja mengakhiri hidupnya karena tidak tahan dengan bullyan kalian?", tanya Cici
Minho pun masih diam
"ah, atau tunggu aku mengakhiri hidup ku dulu baru kalian akan berhenti, atau kalian tidak peduli seberapa banyak yang kalian bully seberapa banya yang mati nanti kalian bahkan tidak akan berhenti bersikap seperti pengecut?", kata Cici lagi
"berhenti omong kosong mu itu!!", teriak Minho
"omong kosong?, kamu bilang perkataan ku ini omong kosong ahahahahahahah lucu sekali, omong kosong dari mana?", tanya Cici