
PREVIEW●>kang minho sangat marah akan perbuatan pak dosen kebudayaan tadi yang seperti mempermalukan dia di hadapan anak-anak yang lain.<●
●●●●●
di RS Family...
jam dinding menunjukan pukul 21:45 orang tua cici dan kakaknya terus memandangi tubuh cici yang terbaring di tempat tidur, mereka khawatir keadaan cici bertambah parah, dilihat dari kondisinya kata dokter cici akan sembuh hari ini tetapi nyatanya cici belum kunjung sadar
penyakit yang di derita cici memang sudah di tangani dengan baik, tetapi apabila penyakitnya kambuh dalam keadaan tubuh yang bisa di kendalikan oleh phobia akutnya maka penyakitnya akan lebih parah, papa cici yang seorang dokter pun harus lebih berhati-hati menangani penyakit cici, cici yang diliat memiliki tubuh yang ceria dan kuat diluar, akan tetapi bagian tubuh dalamnya sangat lemah, oleh karena itulah keluarga cici sangat menyayangi cici.
mereka akan melakukan apupun untuk kesembuhan anak perempuan satu-satunya itu, tetapi sayangnya penyakit yang di derita cici tidak akan pernah sembuh
kakak cici pun sama dalam hal menjaga adik perempuannya, kakak mana yang mau melihat adiknya diperlakukan seperti itu?, niat untuk balas dendam untuk para berandal itu harus di tinggalkan karena kakak cici selalu mendengar perkataan orangtuanya agar jangan pernah membalas apa yang dilakukan orang-orang yang menyakiti cici kerana kalau kita melakukan perbuatan yang sama, maka kita sama saja seperti orang-orang yang membuat cici menderita.
"mah, pah, kak", terdengar suara lemas memanggil mama dan papa cici yang tertidur di sofa, dan kak minjae yang masih terjaga duduk di samping tempat tidur cici
"cici", kata kak minjae yang langsung beranjak dari kursi, pergi membangunkan mama dan papanya
"mah, pah, cici udah sadar", kata kak minjae membangunkan kedua orang tuanya itu
"apa ?", jawab mama minyoung yang menoleh ke arah tempat tidur cici
dengan cepat mama papah, dan kakak cici menghampiri cici
"sayang kamu udah sadar?", tanya mama
"iya mah, pah, kak, cici sekarang dimana?", tanya cici dengan suara berat dan lemas
"kamu di rumah sakit, kamu udah nggak bangun 3 hari, kita khawatir takut kamu kenapa-kenapa", balas kak minjae
"hah 3 hari? bukannya cici ada di gudang?", tanya cici lagi
"iya kamu di gudang dan papa, mama, sama kakak kamu nggak tau kamu di kurung di sana, kamu kalo ada masalah kasi tau sama papa, mama atau nggak kakak, kalo kamu telat di tangani saja papa udah nggak tau harus ngapain", kata papa
"baik-baik gimana, kamu kalo telat di bawa ke Rumah Sakit sejam saja kamu bakal... ahh mama nggak bisa ngucapinnya", kata mama dengan nada suara bergetar dan mata berkaca-kaca
"maafin cici", ucap cici
"kamu nggak perlu minta maaf, yang seharusnya minta maaf itu orang-orang udah buat kamu kayak gini", sambung minjae
"oh iya kak, yang bawa aku ke Rumah Sakit, siapa?", tanya cici
"siapa lagi kalau bukan anak-anak yang menjahili kamu, yang mengurung kamu di gudang", jawab minjae
"senior kang minho?", tanya cici
"iya dia sama teman-temannya, kakak kasih tau yahh kamu jangan lagi berurusan sama mereka, mereka itu udah keterlaluan, andai kakak bisa balas perbuatan mereka, udah kakak lakuin dari kemarin, tapi kakak di tahan sama mama papa", ucap kak minjae dengan nada marah
"aku udah nggak peduli lagi sama mereka kak, ma, pah, tapi mereka sering gangguin aku, padahal senior kang minho sendiri yang janji nggak bakal ganggu cici lagi, tapi mereka tetap ngebully cici", jawab cici
"cici, papa sama mama udah putuskan untuk memindahkan kamu ke Universitas yang lain", ucap papa
"iya sayang, kamu pidah ke kampus yang lain saja yahh", tambah mama
"pah, mah, cici masih baik-baik aja di Universitas yang sekarang, meskipun cici di gangguin, tapi kalo cici udah nggak tahan sama senior-senior itu, cici bakal bilang ke mama sama papa untuk pindah ke kampus yang lain kok jadi mama sama papa nggak usah khawatir yahh", kata cici meyakinkan
"ya sudah, kalau itu mau kamu, tapi kamu harus hati-hati, papa, mama, siap pindahin kamu kalo kamu masih terus di gangguin", kata papa
"iya pah", jawab cici
" yasudah, sekarang sudah jam 00:00 waktunya tidur, kamu harus lebih banyak istirahat mulai besok", kata papa",
aku hanya mengangguk dan terlihat papa dan kak minjae langsung mengambil tempat tidur masing-masing di sofa, dan mama tidur bersamaku di atas tempat tidur pasien VIP yang muat untuk 2 orang
"good night", kata kak minjae