BAD BOY LOVE YOU

BAD BOY LOVE YOU
EPISODE 18: DIANCAM



PREVIEW●>aku sudah nggak sabar untuk cepat-cepat ke kampus, dan menanyai soyoung mengenai kejadian waktu aku di bawa senior kang minho, kenapa dia bebohong.<●


●●●●●


Di kampus .......


aku mencari-cari dimanakah sosok teman ku ini, dari tadi aku tidak melihatnya,


jam sudah menunjukan pukul 08:50 yang itu berarti 10 menit lagi kelas di mulai tetapi soyoung tidak muncul, soyoung tidak biasanya telat.


mata cici melihat ke arah sesosok wanita yang baru masuk kelas, yah dia soyoung, tangan cici melambai ke soyoung yang mencari tempat duduk kosong


soyoung yang kaget melihat cici yang sudah keluar dari rumah sakit dan melambai ke arahnya, soyoung langsung membuang muka karena soyoung nggak sanggup melihat wajah cici sehingga soyoung berfikir lebih baik menghindar


"dia kenapa seperti nggak melihat ku", tanya cici dalam hati


soyoung mengambil tempat duduk yang jauh dari cici, cici teriak pun soyoung pura-pura tidak dengar, perasaan soyoung sangat sakit, soyoung berfikir karena dia, cici harus terbaring di rumah sakit selama seminggu.


"maaf ci sungguh aku minta maaf", ucap soyoung dalama hati


selama kelas berlangsung cici maupun soyoung tidak fokus ke pelajarannya, cici yang terus memikirkan sifat soyoung yang berubah, dan soyoung yang terus memikirkan betapa jahat dirinya terhadap temannya


akhirnya kelas usai, dosen menutup pelajarannya dengan memberikan tugas individu, dan langsung keluar meninggalkan kelas


soyoung pun buru-buru keluar dari kelas karena cici terus memanggilnya, soyoung takut akan di tanyai kenapa dia berbohong,


"soyoung", teriak cici yang terus mengejar soyoung


cici yang mengejar soyoung dan langsung menahan tangan soyoung, cici langsung berteriak


"KAMU KENAPA MENGHINDAR DARI AKUU!!!!", ucap cici sambil teriak


soyoung hanya diam


"jawab soyoung kamu kenapa", tanya cici


soyoung masih tetap diam, tapi tak disangka air mata soyoung menetes


"kamu cerita ke aku, kamu kenapa seperti menghindari ku", tanya cici lagi


"kamu salah apa, kalau masalah aku hilang dan kamu bohong ke keluarga aku?", tanya cici


soyoung yang kaget mendengar pertanyaan cici, langsung menatap cici dengan air mata yang terus jatuh


"iya ci aku salah karna nggak jujur ke keluarga kamu, aku minta maaf", ucap soyoung yang terus menangis


"aku mau tanya soyoung, kenapa kamu bohong, kenapa kamu bohong kalau kamu nggak tau aku di mana, padahal kamu tau akau di bawa sama senior kang minho", tanya aku lagi yang ikut menangis


"iya ci aku tau aku salah", kata soyoung


"iya aku tau kamu salah, makanya aku mau kamu jujur ke aku kenapa kamu berbohong", tanya aku dengan nada sedikit teriak


"itu karna aku di ancam sama senior kang minho dan teman-temannya, aku diancam ci", jawab soyoung


"kamu diancam?, karna aku kamu diancam?", kata aku


"iya, aku diancam, anak-anak yang lain yang melihat kamu di bawa sama senior juga di ancam, jadi nggak ada yang berani buka mulut", kata soyoung yang menangis tersedu-sedu


"bagaimana kalian diancam", tanya aku


"kalau sampai ada yang kasih tau kamu di bawa senior, dia harus berurusan sama mereka dan mereka nggak segan-segan buat orang yang membuka mulut mengenai kamu itu menderita selama di kampus, dan mereka bakal bikin dia nggak akan bisa kuliah lagi", jawab soyoung


"hah, kalian diancam sampai segitunya?, sebenci itu kah mereka ke aku", kata aku lagi yang langsung terduduk di lantai


"maafin aku ci", kata soyoung lagi


"kamu nggak salah, karna aku kalian diancam seperti itu, soyoung aku sebenarnya dipaksa keluar dari kampus oleh orang tua ku, tapi aku masih ingin kuliah di sini karna ada kamu, dan dosen-dosen pun ramah, tapi kalau senior-senior itu sangat membenci ku lebih baik aku pindah saja", ucap aku


"nggak, kamu nggak boleh pindah", ucap soyoung menguatkan


"aku akan bertahan sekali lagi, kalau aku sudah nggak sanggup, maka aku akan keluar", kata aku lagi


"iya ci tolong bertahan sekali lagi", kata soyoung


soyoung pun langsung menarik tangan aku untuk berdiri dan mengajak aku ke taman kampus untuk menghilangkan beban yang dibuat senior berandal itu