
PREVIEW●>"nanti lanjut ngobrol selesai pelajaran ini", kata aku yang di susul oleh anggukan soyoung, aku pun langsung memperbaiki posisi duduk ku untuk fokus ke depan.<●
●●●●●
setelah pelajaran selesai dan dosen meninggalkan ruang kelas, aku kembali bertanya kepada soyoung
"kamu kenapa? kok tadi raut wajah yang biasanya ceria jadi sedih?".
"jadi gini ci, kemarin kan aku ke kencan buta sama temen aku, nah pas sampe di tempat pertemuan kencan buta itu, aku kaget liat ada 3 cowok yang lagi nunggu gitu tapi nggak tau nunggu siapa dan salah satu dari ketiga cowok itu, sumpah ci ganteng, tinggi, dan putih, itu tuh tipe aku banget nah tapi temen yang ngajak aku kencan buta ini berjalan menuju meja ke tiga cowok itu, kata temen aku 'nah itu soyoung yang nanti kencan buta sama kita', aku kaget banget kan, ya udah duduklah aku sama temen aku, setelah perkenalan dan ngobrol-ngobrol, ternyata dia itu senior di kampus kita namanya park eunwoo, tapi sayang banget ci dianya nggak tertarik untuk kencan itu, katanya sih dia cuman ikut-ikutan aja karena di paksa sama temennya, sedih gak tuh ci ibaratnya ni yah udah ada jodoh nih di depan mata tapi jodah itu milik orang. sakit tapi tak berdarah", kata soyoung dengan nada sedih.
"udahlah soyoung masih banyak cowok dengan tipe ideal kamu di luar sana", kata aku menenangkan.
"iya juga sih, tapi aku belum bisa move on", ucap soyoung lagi.
"ya udah gini aja, kamu ikut kencan buta aja lagi, siapa tau bisa dapet yang kayak kemarin?", kata aku memberi saran.
"aishhh kamu kira aku cewek apaan ci astagah, biarlah jodoh yang datang mencari aku yang cantik iniii", kata soyoung dengan percaya diri.
"nah gitu dong kan enak liatnya, jangan jadi soyoung yang sedih nanti jelek mukanya", kata aku mengejek.
" ayo, kita ke kantin udah laper nih", kata soyoung mengajak
aku dan soyoung langsung menuju kantin.
●●●●●
sesampainya di kantin aku dan soyoung mengantri makanan seperti biasa, setiap harinya antrian selalu penuh karena makanan di kampus aku terkenal enak.
mata soyoung terbelalak melihat ada seseorang yang begitu soyoung kenal yang ikut mengantri makanan,
"ci, cici", kata soyoung memanggil.
"iya kenapa soyoung?", tanya aku.
"apa? yang jelas dong ngomongnya", kata aku penasaran.
" itu cowok yang ikut kencan buta yang jadi tipe ideal ku itu loh ci", kata soyoung lagi.
" mana?", kata aku
tangan soyoung menunjuk sesosok cowok yang tampan, putih dan tinggi itu. aku pun mengikuti arah tunjukan soyoung, aku kaget ternyata dia orang yang aku temui di koridor tadi yang jadi tipe ideal aku juga.
"kamu liat kan?", kata soyoung
" iya iya aku liat, ganteng ", kata aku
" awas yahh jangan sampe kecantol sama dia, dia itu punya ku", tegas soyoung
"iya iya nggak akan kecantol sama dia, walaupun dia juga tipe ideal ku, heheheh", kata aku mengejek soyoung
"apa?!!", kataa soyoung kaget
"udahlah aku nggak akan ganggu tipe ideal kamu, aku cuman mau fokus kuliah", kata aku tegas.
"oke oke makasih ci kamu memang sahabat yang mengerti sahabat kala lagi kasmaran", kata soyoung memuji.
"cihh, tapi jangan terlalu kasmaran nanti nggak lulus kuliah gimana? ", kata aku menasehati
" iya ibu heheheheh", ketawa soyoung
setelah kita mendapatkan makanan, aku dan soyoung menuju tempat duduk untuk makan. tiba-tiba.....
"haii", suara panggilan seseorang yang aku kenal.