
Nathan melihat Talia dan Pandu yang sedang bermain bulu tangkis. Sesekali Talia juga melirik ke Nathan. Saat itu Nathan sedang meneguk minumannya lalu Talia mengalihkan pandangannya dan fokus ke permainannya.
Jam olahraga telah habis, Nathan masih menunggu Talia. Talia berjalan menghampiri Nathan karena air minum Talia berada di kursi samping Nathan dan Pandu juga langsung cabut bersama teman-temannya untuk mengganti bajunya.
Nathan berdiri lalu mengelapkannya pada wajah Talia yang berkeringat. Talia diam, setelah itu Nathan memberi Talia minum, dengan begitu Talia langsung meminumnya.
Seusai itu, mereka pergi meninggalkan tempat ini, mereka mengganti pakaiannya masing-masing.
Saat Talia memasukkan bajunya di loker dan akan menutup pintu loker tersebut, Nathan sudah menutupnya duluan, Nathan berdiri di belakang Talia.
Talia menghela napasnya, ia membalikkan badannya menghadap Nathan. Nathan tersenyum melihat Talia yang lebih pendek darinya.
"Si pendek," ejek Nathan.
Talia keluar dari lingkaran tangan Nathan. "Yang penting gue hidup," ucap Talia melihat Nathan sebentar lalu berjalan pergi. Nathan membuntutinya.
"Kayaknya mulai sekarang gue harus manggil elo si Pendek, deh." mendengar itu Talia langsung menghentikan langkahnya dan melihat ke belakang, arah Nathan.
Nathan hanya mengangkat pundaknya tak bersalah sambil berkata, "Si pendek."
Talia meliriknya sinis sambil melanjutkan langkahnya.
"Si pendek," ujar Nathan lagi.
"Terserah elo." Talia berucap dan tetap berjalan.
"Si pendek. Si pendek." Nathan memanggilnya berulang sambil membuntuti Talia.
"Terserah elo. terserah ...!!!"
Mereka berucap seperti itu di setiap langkahnya. Padahal Talia mempercepat langkahnya tapi Nathan juga ikut mempercepat langkahnya.
***
Pandu menunggu Nathan lewat di tangga lantai dua. Nathan akhirnya lewat tangga itu, Pandu langsung menghadang Nathan, ia menundukkan kepalanya dengan berbisik, "Gue peringati sama elo jauhi Talia." setelah itu Pandu memundurkan langkahnya sedikit.
Nathan tersenyum simpul. "Hubungan Talia sama elo lagian juga kontrak, jadi gak ada hak buat ngelarang gue," timpalnya.
"Nggak lama Talia bakalan jadi milik gue," ujar Pandu sambil menepuk pundak Nathan lalu pergi.
Nathan hanya tersenyum setelah itu ia melanjutkan langkahnya.
***
Talia dan Nila berada di ruang perpustakaan, mereka sedang memilah-milah buku.
"Ta, ada Pandu tuh," kata Nila ketika Pandu memasuki perpustakaan ini.
"Biarin aja sih," ucap Talia acuh.
Pandu menghampiri Talia, dia juga ikut memilih buku lalu mengikuti Talia untuk duduk di kursi panjang yang ada di ruangan ini.
"Elo nanti malam sibuk gak?" tanya Pandu setelah beberapa menit kemudian.
Talia beralih melihat Pandu. "Kenapa emangnya?" tanyanya balik.
"Kalau nggak sibuk, gue mau ajak elo ke suatu tempat," ujar Pandu.
Talia sedang mikir, kira-kira dia tolak ajakan Pandu atau tidak.
Kemudian Nila menyenggol siku Talia untuk mengiyakan ajakan Pandu.
"Iya gue mau," kata Talia.
Pandu tersenyum. "Jam tujuh gue jemput," ujarnya lalu beranjak dari kursinya setelah itu pergi, tak lupa menaruh kembali buku yang di bacanya tadi di rak.
"Cieee...." Nila meledeknya.
"Apa sih...."
***
Malam ini Talia memakai dress selutut berwarna pink, rambutnya ia sengaja hurai. Talia memoleskan lipstik berwarna pink juga di bibirnya, setelah itu ia keluar dari kamarnya untuk menemui Pandu karena Pandu sudah tiba.
Pandu melihat Talia menuruni tangga, malam ini cantiknya Talia benar-benar memesona bagi Pandu. Pandu berdiri, ia tersenyum pada Talia begitupun Talia juga lalu mereka keluar dari rumah ini dan memasuki mobil.
Pandu menyalakan mesin mobilnya lalu ia melajukannya. Di sepanjang perjalanan mereka hanya diam, hanya keheningan yang mereka rasakan.
Tidak butuh waktu lama mereka telah sampai, mereka memasuki restoran terbagus yang satu-satunya ada di Jakarta ini. Ternyata Pandu sudah menyiapkan tempat pribadi untuk mereka.
Mereka duduk, kemudian Pandu memesan makanan.
"Ke sini rupanya?" tanya Talia.
"Iya," jawab Pandu.
Talia melihat danau yang tak jauh dari tempatnya, danau itu di hiasi oleh lampu warna-warni dan patung dua angsa putih yang berciuman.
Selang berapa menit, pelayan datang, pelayang itu meletakkan makanan di meja yang di pesan Pandu.
Pandu menyuruh Talia untuk makan, begitu Talia langsung memakannya. Kini mereka sama-sama sedang makan.
Selesai makan, Pandu merasa canggung untuk mengatakan sesuatu pada Talia, ia ingin mengutarakan perasaannya pada Talia.
Setelah beberapa menit kemudian, Pandu telah mengumpulkan keberaniannya mengungkapkan isi hatinya pada gadis di hadapannya itu.
"Talia," panggil Pandu.
"Hm?" Talia melihat Pandu.
Pandu memegang tangan Talia, "Elo mau tau alasan gue menjadikan elo sebagai pacar kontrak gue?"
"Karena gue selama ini suka sama elo," ungkap Pandu.
"Elo mau jadi pacar gue?" tanya Pandu menatap Talia, berharap gadis itu tidak menolaknya.
Talia mengalihkan matanya melihat lain, ia bingung apa yang harus ia katakan.
***
Pagi-pagi Nathan sudah ada di rumah Talia saja, ia meletakkan bunga di meja tempat makan Talia, dia juga meletakkan bunga di mobil Talia, ternyata selama ini Nathan bersekongkol dengan Bi Inah. Setelah itu Nathan berangkat ke sekolah, ia juga meletakkan bunga di meja Talia.
Nathan tersenyum membayangkan ekspresi wajah Talia ketika kesal.
***
Talia memejamkan matanya kesal, ia menahan marahnya. Teman-teman sekelasnya menyoraki dirinya.
"Talia ada pengagum rahasia nih," ucap salah satu siswa.
"Ciee ... Cie ...." mereka meledeknya.
Talia melihat ke pintu kelasnya, di sana ada Nathan yang berdiri sambil makan permen lollipop. Kemudian Nathan tersenyum pada Talia lalu pergi.
Talia benar-benar menandai wajah Nathan, ia akan melabraknya nanti ketika jam istirahat.
***
Jam istirahat telah tiba, Talia memerhatikan Nathan yang sedang memesan bakso pada Mba Yuli, penjual bakso di kantin SMA Roma. Pesanan Nathan telah jadi lalu Nathan membawanya ke meja, saat ia akan duduk seseorang memanggilnya.
"Than, di panggil Bu Sarah."
Nathan langsung menemui Bu Sarah. Hal ini menjadi kesempatan bagi Talia. Talia memasukkan cabe sebanyak-banyaknya di bakso Nathan lalu Talia mengaduk bakso itu agar Nathan tidak tahu setelah itu Talia kembali ke meja makannya.
Nathan kembali lagi, ia memasukkan saus dan kecap serta cabe di baksonya.
"Di suruh ngapain sama Bu Sarah?" tanya Arya.
"Kita di kasih tugas," jawab Nathan sambil mengaduk baksonya.
Talia sedari tadi memerhatikan Nathan, ia menanti Nathan memakan bakso itu.
Nathan hampir saja menyeruput kuah baksonya, Talia dan Arya menunggu reaksi Nathan kepedasan.
"Astaga, gue lupa ambil minum," ucap Nathan meletakkan sendoknya ke mangkuk lalu pergi membeli minuman.
Nathan kembali duduk, ia membuka tutup minumannya. Nathan yang akan memakan baksonya berhenti, ia berdiri lalu tangannya meraih kerupuk di rak samping Arya duduk.
Talia dan Arya menghela napasnya, ia ingin sekali melihat reaksi Nathan kepedasan.
Nathan membuka bungkusan kerupuk itu lalu mencampurkannya pada kuah bakso itu.
Nathan mengaduk-aduk baksonya, Nathan menyeruput kuah bakso itu lalu memakan baksonya.
Nathan merasa kepedasan, ia langsung minum, bibirnya langsung merah.
"Perasaan gue kasih cabenya nggak banyak deh," ujar Nathan.
Dalam hitungan satu sampai tiga Talia bisa menebak bahwa Nathan akan mules. Benar, Nathan langsung keluar dari ruangan kantin ini, ia langsung berlari menuju toilet.
Talia tertawa, ia ikut membuntuti Nathan. Talia menunggu di pintu toilet. Selama berapa menit menunggu pintu toilet itu terbuka, Talia melihat Nathan memegangi perutnya sambil merintih kesakitan.
Begitu Nathan keluar dan menutup pintu, ia di kejutkan oleh Talia yang berdiri di samping dinding pintu.
"Gimana rasanya? Nggak enak 'kan?" tanya Talia sambil menahan tawanya.
"Jadi elo?" Nathan melotot pada Talia.
Talia berlari sambil menjulurkan lidahnya pada Nathan, Nathan hendak mengejarnya tapi perutnya menyuruhnya untuk masuk ke toilet lagi.
****
To be continued ....
Wkwk Nathan di kerjain sama Talia ใ ใ ใ
Btw tadi cinta Pandu di tolak nggak ya sama Talia??
Penasaran kan? Maka dari itu tetap ikuti cerita ini ya๐ค
Buat reders tercintaku makasih udah mau baca tanpa berani buat komen Author sayang kalian ๐๐
Buat kalian jangan lupa Like, Komen dan Vote serta beri Bintang ya, biar Author tambah semangat๐ค
see you๐๐