
Pagi telah tiba.Dan seperti biasa Bunga dan Yasmin di sibukan dengan kebiasaannya berdandan.
Dan setelah selesai bersiap dan sarapan pagi,mereka berdua pamit untuk pergi ke kampus.
"Ayah,Ibu aku sama Yasmin berangkat dulu ya," pamit Bunga.
"Iya sayang,kalian berdua hati-hati ya," awab Ibu Irene.
"Dan ingat bawa mobilnya jangan ngebut-ngebut," ambung Ayahnya.
"Iya Ayah." Sambil mencium penggung tangan Ayah dan Ibunya bergantian.
Dan saat di perjalanan,Yasmin terus saja memikirkan bagaimana cara ngomong dan meminta maaf ke Abi.
"Duuuh...gimana ya caranya ya aku minta maaf ke si kutup es itu?"
"Rasanya nggak mungkin banget aku bisa ngajak si kutub es itu ngobrol,secara sikapnya yang dingin gitu.Nggak tau ah bingung."
"Yas,Yasmin!!" Bunga memanggil Yasmin sambil teriak,karena Bunga sudah memanggilnya beberapa kali tapi tetap saja tidak mendengar panggilannya.
"Iiihh kakak apaan sii,nggak usah teriak-teriak juga kali," dengan wajah kesalnya.
"Ya lagian dari tadi kakak panggil-panggil nggak nyaut-nyaut,ohh iya kakak tau,pasti ade kakak ini lagi mikirin Rey,ya kan?"
"Ihh apaan sii kak,nggak lah," ketusnya.
"Terus mikirin apa sampe-sampe bengong gitu?"
"Aku cuma lagi mikirin gimana caranya aku minta maaf sama si kutub es," jawab Yasmin.
"Si kutub es?siapa dia?"
"Itu maksudnya si Abi yang kemarin udah bikin aku pingsan," elasnya.
"Hahaha...lucu banget sii,kutub es?? hahaha..." Bunga ketawa dengan lepasnya.
"Kenapa ketawa sii kak,iya dia emang kutub es,kakak nggak tau sii kaya gimana orangnya."
"Emang kaya gimana,kok kakak jadi penasaran."
"Ya,dia itu orangnya dingin banget,cuek,dan rasanya aku nggak pernah liat dia Senyum,dan rasanya itu nggak mungkin aku lihat senyum dari wajahnya," jelasnya.
"Hahaha...Yasmin,kamu tuh ya ada-ada aja,ingat gitu-gitu juga dia calon adik ipar kamu?"
"Maksudnya apaan calon adik ipar??" Yasmin kebingungan.
"Karena kakak ramal sebentar lagi kamu sama Rey bakal jadian...Hahaha."
"Iiih kakak,apaan sii ga jelas banget." Yasmin cemberut.
Karena mereka asyik ngobrol dan bercanda-canda,,sampe-sampe mereka nggak sadar kalo mereka udah nyampe gerbang kampusnya.Dan Bunga mengarahkan mobilnya ke parkiran.
"Ya udah,aku duluan ke kelas ya kak."
"Iya,ingat belajar yang bener,,!!soal Abi kamu nggak usah di pikirin nanti juga ada jalannya buat kamu minta maaf ke dia."
"Iya kak siaapp,daah kak." Sambil melambaikan tangannya dengan berjalan mundur dan badannya yang masih menghadap ke arah Bunga.
"Yasmin awaas...!!"
"Brukk...Yasmin menabrak seseorang yang saat itu ada di belakannya.
Dan seseorang yang di tabrak Yasmin itu menangkap Yasmin yang akan terjatuh karena badannya yang nggak seimbang setelah menabrak orang itu.
Mata Yasmin dan mata seseorang itu bertatap-tatapan dan wajah mereka begitu dekat.
"Iiihhh Abi apa-apaan sii,lepasin gue nggak!!" perintah Yasmin.
Ya...seseorang yang di tabrak Yasmin itu lagi-lagi Abi,si kutub es.
Karena Yasmin meminta Abi buat ngelepasin Yasmin,,Abi pun melepaskan tangannya yang dari tadi masih menangkap Yasmin.
"Brukk..." Yasmin jatuh tergeletak di lantai.
"Iiih Abi...sakit tau,tega banget sii ngejatuhin gue kaya gini,dasar kutub es nggak punya perasaan." Kesal Yasmin sambil mengangkat tubuhnya yang tergeletak.
"Heh...undur-undur labil,lo sendiri kan yang yuruh gue ngelepasin lo?" Dengan nada bicara dan sikap dingin yang cuek khasnya.
"Yaa...itu emang kebiasaan lo kan mundur-mundur nggak jelas," jelas Abi.
"Yasmin,kamu gapapa?" Bunga menghampiri Yasmin dan Abi yang sesang adu mulut.
"Iya gapapa kok kak."
Melihat Yasmin dan Bunga berbicara,Abi pun pergi dengan santainya. Dan tiba-tiba...
"Heehh tunggu dulu." Bunga memanggil Abi.
Abi membalikam badannya dan menatap dingin Bunga dan Yasmin.
"Ohh jadi kamu yang namanya Abi..?? dengerin ya,aku ini kakak nya Yasmin,dan aku nggak terima kamu udah bikin Yasmin jatuh pingsan kaya kemarin,sekarang kamu minta maaf sama dia," kesal Bunga.
"Udah kak,nggak usah di perpanjang,biarian aja." Yasmin menenangkan kakaknya.
Abi berlalu meninggalkan keduanya,tanpa menghiraukan kata-kata Bunga.
"Heehh...aku belum selesai ngomong."
"Iiihhh kurang ajar banget sii tuh cowo," sambungnya.
"Udah kak dia emang kaya gitu,udah biarin aja."
"Sekarang kita masuk ke kelas kita masing-masing aja," sambung Yasmin.
"Ya udah,kamu semangat ya belajarnga." Sambil memberikan senyum manisnya.
"Iya kak,kakak juga semangat ya."
Mereka berdua pergi ke kelasnya masing-masing.
Setelah sampai di kelas,Yasmin masih memasang wajah kesalnya.
"Pagi Yasmin!!"
Putri dan Nabila menyapa Yasmin bersamaan.
"Iya pagi." Yasmin hanya menjawab seperlunya.
"Kamu kenapa Yas,tumben-tumbenan diem kaya gini?nggak kaya biasanya," Nabila merasa heran.
"Dan itu kenapa mukanya?perasaan masih pagi kok kelihatannya kamu lagi kessel Yas,kenapa?cerita dong."
"Tuhh...itu yang bikin Aku BT kaya gini,padahal ini masih pagi,itu orang udah bikin hariku jadi nggak mood." Sambil menatap kearah pintu,dan terlihat disitu ada Abi yang naru saja masuk ke kelas nya.
"Emangnya apa yang Abi lakuin sampe-smpe kamu kessel kaya gini?" kata Putri.
"Iya Yas,kenapa?" sambung Nabila.
"Tadi pas aku lagi jalan dari parkiran ke sini,aku nggak sengaja ketemu itu orang,salahnya sii aku sendiri yang nggak sengaja nabrak dia lagi,ya karena aku nggak tau,saolnya pas aku nambrak itu aku lagi jalan sedikit mundur aku lagi pamit sama kak Bunga," jelasnya.
"Dan parahnya lagi si kutub es itu,,ngata-ngatin aku undur-undur labil."
"Hahahaha...kocak banget sii Yas." Putri dan Nabila malah ketawa mendengar cerita Yasmin itu.
"Kenapa kalian malah ketawa?" Yasmin sedikit kesal.
"Ya kalian berdua lucu banger,yang satu manggil kutub es,yang satu nya lagi manggil undur-undur labil, kayaknya kalian cocok deh kalo jadian," Putri menggoda Yasmin.
"Ihh kalian berdua ini nggak jelas banget deh,malah tambah kesel aku dengernya."
"Iya iya deh maaf,aku sama Nabila cuma bercanda aja kok," jelas Putri.
Saat mereka asyik ngobrol,datanglah seorang dosen yang akan mengajarnya.
.
.
.
TBC🌸
Maaf ya kalo ada typo-typo tulisannya.Dan jangan lupa tinggalin jejak kalian.Kritik dan Saran kalian yang membangaun,InsyaAllah aku tampung.