
"Yasmin,kenapa kamu tampar dia?" tanya Putri kaget.
Yasmin juga kebingungan,kenapa tangannya refleks menampar wajah tampan cowo itu.
"Aku benar-benar nggak sengaja Put,aku kaget saat aku sadar aku udah ada di pelukan dia,dan tanpa di sengaja juga tanganku menampar dia," jelasnya dengan rasa bersalah.
"Udah ngebela diri nya?" Cowo itu bertanya dengan wajah dan sikapnya yang dingin.
Dan itu membuat Yasmin merasa ketakukan,karena cowo itu terus saja berjalan ke arahnya.
"Kamu mau ngapain?" Yasmin bertanya dengan rasa takutnya.
Tepat dihadapan Yasmin,cowo itu hanya menatap Yasmin tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun.Dan terlihat di tatapannya itu ada kemaran yang dia pendam.
Lalu cowo itu melengos dan berjalan masuk ke ruangannya.
Yasmin merasa bingung kenapa cowo itu masuk keruangannya.
"Kamu gapapa kan Yas?" Nabila mencoba menenangkan Yasmin.
"Iya aku gapapa kok Bil."
"Tapi aku bingung,kenapa cowo itu masuk ke ruangan kelas kita?" sambungnya.
"Nanti istirahat kita jelasin Yas,lihat itu Bu Ayana lagi jalan ke arah kelas kita." Tunjuk Putri.
Lalu mereka masuk,dan Yasmin terkejut ketika melihat di samping tempat duduknya ada cowo tadi yang dia tampar.
Yasmin berjalan menuju tempat duduknya dengan ragu-ragu.
"Selamat Pagi...." sapa Bu Ayana.
"Pagi Bu...." serentak.
"Langsung aja kita mulai pembelajarannya ya."
"Iya bu."
Pandangan Bu Ayana berhenti di salah satu muridnya,dan dia membuka pembicaraannya.
"Abi...kamu udah masuk sekarang?" tanya Bu Ayana.
"Iya bu," menjawabnya dengan singkat.
Terdengar suara cowo yang menjawab pertanyaan bu Ayana,dan suara itu berasal dari tempat duduk,samping Yasmin.
Yups..Cowo itu adalah Muhammad Abizar Handika , yang sering di panggil Abi.Dan sudah sangat jelas cowo itu yang tadi di tampar Yasmin.
"Seminggu ini kamu nggak masuk kuliah,dan mungkin kamu juga nggak tau siapa cewe yang ada di samping kamu.Dia itu Yasmin,mahasiswi baru di kampus kita,dia pindahan dari Bandung," jelasnya.
"Ibu nggak usah repot-repot jelasin,itu nggak perlu buat saya," Abi menjawab dengan dengin.
"Abi...!! jaga bicara kamu ya," bentak Bu Ayana.
"Iya bu." jawab singkat.
.
.
Berpindah keruangan Bunga
Disana masih terdengat keributan,dan suara mahasiswa yang masih asyik ngobrol-ngobrol.Sepertinya dosen yang hari ini mengajar di kelas itu tidak hadir.
Dan tepat sekali.
"Hey semuanya,ada pengumuman penting...hari ini Pak Reza berhalangan hadir,dan Pak Reza berpesan,kita hanya belajar di kelas masing-masing aja." Jelas seseorang mahasiswi yang menyampaikan pesan dari Pak Reza.
Setelah mendengar pengumuman itu,bukannya mereka belajar masing-masih,,eh malah ada yang melanjutkan ngobol-ngobrolnya,ada yang ke luar menuju kantin,ada juga yang bermain basket.Ya itu memang hal yang biasa di lakukan mahasiswa saat dosennya berhalangan hadir.
Begitu juga dengan Bunga dan Selly,mereka memutuskan untuk ngobrol-ngobrol di sebuah taman yang ada di kampus itu.
Mereka berdua sangan asyik ngobrol,,saling bertukar pikiran,dan saling bercerita satu sama lain.
Dan di tempat lain terlihat ada dua sejoli Rey dan Arfan,mereka sedang membicarakan sesuatu.
"Udah sana samperin Selly,lo coba ngomong sama dia."
"Tapi gue takut dia nolak gue," jawab Arfan.
Yaa...jadi selama ini Arfan ternyata memendam perasaan pada Selly,dan entah kenapa dia nggak berani buat mengungkapkannya,dia merasa kurang percaya diri.Entah kenapa dia merasa seperti itu,padahal ada begitu banyak cewe yang ngedeketin dia yang berharap jadi pacarnya.Dan udah pasti Selly nggak akan nolak Arfan.
"Udah sana samperin," perintah Rey.
"Tapi disitu ada Bunga."
"Kalo urusan itu,biar gue yang urus."
Akhirnya Arfan memberanikan diri untuk bicara tentang perasaannya ke Selly.
Mereka berduapun berjalan menuju tempat duduk Bunga dan Selly.
"Hai Sel...hai Bunga...," sapa Rey.
"Haii...ada apa ya kok kalin ke sini? tanya Selly kebingungan.
"Nggak,gapapa kok,aku kesini mau ngajak Bunga,aku mau ngajak Bunga keliling kampus kita," jelasnya.
"Kamu disini aja,aku mau ngomong sesuatu." Arfan membuka mulutnya.
"Sel,aku pamit ya,kalo udah ngobolnya kamu lansung wa aku aja,nanti aku nyamperin kamu kesini."
"Iya Bunga."
Setelah Bunga dan Rey pergi,Arfan memulai pembicaraannya.
"Gapapa kan Sel aku ngajak kamu ngobrol di sini?"
"Iya gapapa kok Fan,,oh iya emang nya ada apa kok tumben-tumbenan kamu ngajak ngobrol aku kaya gini?" Selly bertanya dengan hati yang berdebar-debar.
Ternyata selama ini Selly juga memendam perasaan yang sama ke Arfan.Itulah yang membuat Selly berdebar-debar.
"Aku mau nanya sesuatu sama kamu."
"Kamu mau nanya apa?"
"Kamu udah punya pacar belum?" Tanya Arfan sambil mengubah posisi duduknya,yang tadinya menatap kesembarang arah lalu berpindah menatap mata Selly.
"Hhmm...aku nggak punya pacar,kenapa kamu nanya gitu?" Selly bertanya balik.
"Aku mau jujur sama kamu,sebenarnya selama ini aku menyimpan perasaan ke kamu,entah kapan cinta ini datang,tapi sungguh aku benar-benar mencintai kamu Sel,,kamu mau kan jadi pacar aku?" Sambil memegang tangan Selly.
"Kamu nggak usah bercanda deh Fan." Menarik tangannya dari genggaman tangan Arfan.
"Sekarang kamu lihat aku,aku nggak lagi bercanda,aku serius sama kamu Sel,aku sayang sama kamu dan aku mau menghabiskan waktu aku bersama kamu." Arfan mencoba meyakinkan Selly.
"Aku juga sayang sama kamu Fan." Memeluk Arfan.
Air mata Selly pecah,,betapa bahagianya Selly, cowo yang dia suka selama ini ternyata menukai dirinya juga.
"Aku sayang sama kamu Selly," Arfan mengatakannya lagi.
"Udah,jangan nangis,aku nggak tega lihat kamu nangis kaya gini." Sambil mengusap air mata Selly.
"Aku nangis karena bahagia Fan."
Lalu Arfan memeluk Selly lagi,dan mengecup ujung kepala Selly dan mengelus-elusnya.
Kiyuuuutt....😂😂😍
Di tempat lain,Bunga dan Rey asyik berkeliling sambil ngobol-ngobrol.
"Duduk di situ aja yuk,aku cape jalan-jalan mulu," ujar Bunga.
"Ya udah yuk."
Mereka duduk dan melanjutkan pembicaraannya.
"Oh jadi kamu ngajak-ngajak aku keliling kaya gini tuh,buat ngasih kesempatan Arfan dan Selly ngobrol berdua?"
"Iya,hari ini Arfan mau ngungkapin perasaanya ke Selly."
"Waah bagus dong."
"Menurut kamu,Selly terima cintanya Arfan nggak sii?" memastikan.
"Aku nggak tau,lagian aku sama Selly baru berteman 2 hari,dan nggak mungkin juga Selly cerita sesuatu tentang perasannya pada seseorang yang baru dia kenal," jelas Bunga.
"Iya juga si."
"Udah nggak usah khawatir,kalo mereka saling suka dan udah di takdirkan berjodoh,InsyaAllah mereka akan bersama kok."
"Semoga aja," sambung Rey.
"Ngomong-ngomong ade kamu emang kaya gitu ya,judes,cerewet,suka marah-marah?? sorry ya,kamu jangan marah,aku nyanya kaya gini mau mastiin aja."
"Iya gapapa kok,sebenarnya yang kamu lihat kemarin itu,itu bukan kebiasaan Yasmin,dia begitu karena lagi kesal aja.Aslinya dia sangan lembut,dan nggak pernah marah-marah."
"Kenapa,kamu suka sama Yasmin?" Bunga bertanya sambil senyum-senyum.
"Ga lah,nggak mungkin juga kali." Rey memalingkan mukanya seperti takut Bunga mengetahui apa yang ada di isi hatinya.
"Udah nggak usah ngelak,aku bisa lihat dari mata kamu,kaya nya kamu emang suka sama Yasmin.Kalo emang suka aku bisa kok bantu kamu," Yasmin memberikan tawaran.
"Tapi gimana,kamu tau sendiri kemarin dia sangan marah sama aku,dan aku nggak yakin kalo dia mau sama aku."
"Urusan itu biar aku yang ngatur,yang terpenting kalo kamu emang bener suka sama Yasmin,aku harap kamu nggak main-main dan nggak ada niat buat nyakitin dia," Bunga memberinya peringatan.
"Iya Bunga."
"Udah ah,aku mau main basket dulu," sambungnya.
"Ya udah sana."
Setelah Rey pergi,Bunga masih duduk terdiam sambil melihat cowo-cowo yang lagi main basket,kemudian memikirkan bagaimana caranya biar adenya itu bisa suka sama Rey.
.
.
.
Tunggu kelanjutannya🌸