Abi & Yasmin

Abi & Yasmin
#Cemburu Pertama



Setelah selesai makan di kantin,Yasmin,Putri dan Nabila pergi ke halaman depan ruangannya,mereka asyik ngobrol membicarakan cowo2 yang sedang main basket di hadapan mereka.


Mata Yasmin tertuju pada satu cowo yang sedang berjalan di koridor ruangan terlihat disana cowonya sedang merangkul seorang cewe,dan tidak diragukan lagi memang yang Yasmin lihat itu adalah Rey,pacarnya sendiri.


"Itu bukannya kak Rey,dia ngapain rangkul-rangkul cewe,maksudnya apa?" Dalam hatinya merasa kesal.


"Yasmin kamu kenapa kok diem aja sii,kamu liat apaan?" Ujar Nabila sambil melihat ke arah mata Yasmin yang dari tadi dia lihat.


Karena Putri juga merasa heran,Putri juga melihat ke arah yang Yasmin lihat.


"Itu bukannya kak Rey?" Ceplos Nabila.


"Suuuut," ujar Putri.


"Kamu jangan salah paham dulu Yas,mungkin yang kamu lihat itu tidak seperti apa yang kamu lihat." Putri mencoba menenangkan Yasmin.


"Kenapa dia harus ngerangkul-rangkul cewe itu?" ujar Yasmin.


Rey dan cewe itu berjalan mendekati Yasmin.Dan itu membuat Yasmin merasa sakit pada hatinya.


"Kenapa mereka berdua jalan ke arah kita Yas,Put?"


Walaupun Putri dan Nabila sudah terhitung lama kuliah di kampus itu,tapi mereka berdua tidak bisa mengenali wajah cewe itu karena cewe itu menggunakan masker.


"Kalian lagi ngapain?" Rey bertanya.


"Kita lagi ngobrol-ngobrol aja," jawab Yasmin singkat, yang semenjak Rey mulai berjalan ke arah mereka Yasmin terus saja memainkan handphonenya.


"Kamu kenapa,aku ada di depan kamu tapi kamu malah asyik main hp?" Rey juga merasa kesal.


Lalu Yasmin menghentikan main handphone nya dan menatap Rey.


"Aku gapapa,emang kenapa?" Ketus.


"Kakak mau ngenalin seseorang ke kamu."


Cewe itu membuka maskernya.


"Tiara...?" ujar Putri dan Nabila serentak.


"Aaahh aku kangen banget sama kalian berdua,kesel banget kenapa kalian nggak ngenalin aku?" Memeluk Putri dan Nabila.


"Ya lagian kamu pake masker,jadi kita nggak bisa ngenalin kamu deh," jawab Nabila.


Yasmin hanya melihat ketiganya saling berpelukan dengan rasa heran.


"Kenalin Yas,ini Tiara adik sepupu kakak,adiknya Arfan," ujar Rey.


"Hai,kenalin aku Tiara,adik sepupunya kak Rey dan sahabatnya Putri dan Nabila." Sambil mengulurkan tangannya.


"Hai juga,salam kenal ya,aku Yasmin murid pindahan dari Bandung,dan aku juga berteman baik sama Putri dan Nabila." Saling berjabatan tangan.


"Kalo gitu,aku boleh juga dong jadi teman kamu?" tanya Tiara.


"Ya tentu aja dong Ra."


Tiara tersenyum.


"Ohh jadi ini Yasmin yang sering kakak ceritain ke aku ya kak?" menggoda Rey.


"Iya ini Yasmin yang sering kakak ceritain ke kamu,dan sekarang dia udah jadi pacar kakak."


"Seriusan kak,kok kakak ngga cerita-cerita sii?" Cemberut.


"Ya kakak sengaja,kakak pengen ngasih tau ke kamunya ya sekarang," ujar Rey.


"Ya udah kakak ke kelas dulu bentar lagi dosemnya masuk," sambungnya.


"Oke kak."


Lalu Rey meninggalkan Yasmin,Putri,Nabila dan Tiara.Dan mereka melanjutkan pembicaraan mereka.


"Jadi kamu nyampe di Jakarta hari apa Ra?" tanya Putri.


"Ini aku baru nyampe,terus langsung ke sini,habisnya aku kangen banget sama kalian berdua."


"Gila,,jadi kamu belum sampe ke rumah?" tanya Nabila.


"Iya,belum."


Dan mereka terus saja asyik ngobrol karena kebetulan di kelas mereka dosen yang harusnya mengajar berhalangan hadir.


Dan tidak terasa waktu sudah menunjukan waktu pulang.


"Ya udah aku mau nemuin kak Arfan dulu,oh iya aku juga belum nemuin Abi,Abi dimana ya?"


"Paling dia udah pulang duluan Ra."


"Ya udah aku ke kelasnya kak Arfan dulu ya,daaah." Berjalan meninggalkan Yasmin,Putri dan Nabila.


*****


Kelas Arfan


"Kak Arfan..." Teriak dan berlari menuju Arfan dan langsung memeluknya.


"Kakak baik-baik aja,kamu sendiri gimana?dan gimana rasanya setelah satu bulan liburan di Paris?" Lalu melepaskan pelukan Tiara.


"Ya seru dong kak,tapi aku buru-buru pulang karena kangen sama kalian."


"Hai...kaka Selly,apa kabar?" Memeluk Selly.


"Kabar aku baik Ra,dan kamu sendiri gimana?"


"Kabar aku juga baik kak,dan makin baik setelah mendengar kak Selly sama kak Arfan udah jadian." Tersenyum.


"Ahh kamu bisa aja Ra."


"Dan kenalin Ra ini Bunga,kakaknya Yasmin," ujar Rey.


"Hai kak,aku Tiara,salam kenal kak." Mengulurkan tangannya.


"Hai juga,aku Bunga temannya Selly,Arfan dan Rey." Lalu berjabat tangan.


"Yu ah pulang," ajak Arfan.


"Ayo,aku juga udah nggak sabar pengen ketemun Mamah,Papah,Om dan Tante," ujar Tiara.


Mereka berjalan ke parkiran,dan hari ini Selly pulang bareng Bunga,sementara Rey pergi menemui Yasmin.


Belum sempat sampai di ruangan Yasmin,mereka berpapasan di koridor.


"Ayo pulang," ajak Rey.


"Emang kakak nggak pulang bareng Tiara?"


"Tiara bareng Arfan."


"Putri,Nabila aku sama kak Rey duluan ya,kalian hati-hati."


"Iya yas,kamu juga hati-hati," ujar Putri.


Rey dan Yasmin berjalan menuju mobil Rey,dan setelah itu mereka masuk dan Rey langsung menjalankan mobilnya.


Diperjalanan Yasmin hanya diam.


"Kamu kenapa?" Rey bertanya dengan nada bicara yang sangat lembut dan hati-hati.


"Aku gapapa kok."


"Yakin gapapa,kok kakak lihat dari tadi kamu diem aja,apalagi pas tadi kakak sama Tiara nyamperin kamu."


"Kamu emang nggak sadar ya,gimana kalo cewe yang kamu rangkul itu bukan saudara kamu?apa kamu nggak mikirin perasaan aku kak?" Yasmin memalingkan pandangannya ke arah jendela sampingnya.


"Kamu marah gara-gara kakak rangkul-rangkul Tiara?kan kamu tau sendiri Tiara itu adik sepupu kakak." Menjelaskan.


"Ya kan aku taunya juga setelah kamu kenalin aku ke dia,dan sebelumnya aku nggak tau,bahkan saat aku liat kakak rangkul-rangkul Tiara dalam pikiranku aku bertanya,apa kamu cuma mainin perasaan aku aja kak,aku sampai berpikiran seperti itu,karena aku takut,akut takut kakak nggak benar-benar sayang sama aku." Menjatuhkan air mata.


Saat Rey melihat Yamin nangis Rey menghentikan mobilnya.


"Heyy...udah dong kamu jangan nangis,kakak nggak suka dan nggak tega kalo lihat kamu nangis kaya gini." Mengusap air mata Yasmin.


"Kakak minta maaf,kakak janji nggak akan ngelakuin hal kaya tadi,dan yang terpenting kakak nggak akan pernah lagi bikin kamu nangis kaya gini." Menyandarkan kepala Yasmin di bahunya.


"Dan satu hal lagi,jangan pernah berpikiran kalo cinta dan sayang aku ke kamu ini hanya sebatas pura-pura,percayalah kakak cinta dan sayang sama kamu tulus dari hati kakak,dan kakak nggak mau kehilangan kamu,jadi jangan pernah sekali-kali kamu meragukan cinta kakak ke kamu." Mengecup ujung kepala Yasmin.


Dengan perlakuan Rey yang sangat lembut,itu membuat Yasmin luluh dan berusa sepenuhnya percaya pada cintanya Rey.


Keduanya melepaskan pelukan mereka.Dan Rey mejalankan kembali mobilnya.


Dan akhirnya mereka sampai di rumah Yasmin.


"Makasih kak."


"Iya sama-sama." Sambil membuka sabuk pengamannya dan berniat untuk membukakan pintu mobilnya untuk Yasmin seperti biasa yang selalu dia lakukan,nambun niatannya itu terhenti.


"Aku tau kak Rey pasti mau keluar dan membukakan pintu buat aku,jadi mulai sekarang kakak nggak usah segitunya aku bisa sendiri kok." Memberikan senyuman manisnya pada Rey.


Dan melihat senyuman Yasmin itu,membuat pikiran Rey jadi traveling ke mana-mana.Dan tersadar setelah Yasmin membukakan pintunya dan keluar dari mobilnya.


"Daah kak...aku masuk dulu ya,kakak hati-hati di jalannya."


"Iya kamu juga hati-hati di rumah,kalo ada apa-apa langsung hubungi kakak ya." Perintah Rey.


"Iya kak."


Setelah itu Rey menjalankan kembali untuk melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya.


.


.


.


TBC🌸


"