
Dini Hari Jam 03.00
Bunga terbangun dan dia memutuskan untuk sholat tahajud.
"Ya Allah kenapa ini terjadi,aku nggak tau harus sedih atau bahagia.Aku sedih karena hubungan Rey dan Yasmin berakhir karena perjodohan ini,aku nggak tega melihat adikku bersedih seperti ini.Tapi di sisi lain aku merasa bahagia,setelah sekian lama aku memendam perasaan ini untuk Rey akhirnya engkau satukan aku dengan seseorang yang selama ini aku cintai.Ya...selama ini aku diam karena aku tau Yasmin sangat mencintai Rey begitu juga sebaliknya.Aku mohon Ya Allah berikanlah selalu yang terbaik untukku."
"Apa...jadi selama ini kak Bunga mencintai Rey?" dalam hati Yasmin.
Jadi,sejak Bunga bangun dan Sholat Tahajud Yasmin juga terbangun,namun dia masih tetap berbaring di tempat tidur,sampai akhirnya Yasmin mendengar curhatan Bunga dalam do'anya.
"Kenapa kamu nggak menceritakan semuanya ke aku kak Bunga,kalo saja kamu mengatakan semuanya aku pasti akan berusaha agar tidak mencintai Rey,dan aku juga pasti akan bantu kak Bunga sampai kalian bersatu.Tapi,semuanya sudah terjadi mungkin inilah jalannya.Dan akan aku pastikan kak Bunga dan Rey akan menikah.InsyaAllah aku akan berusaha melupakan Rey walau nyatanya sangat sulit untukku." Yasmin menangis dan menahan rasa sedihnya agar tidak terdengar suara yang membuat Bunga sadar dan tau bahwa Yasmin mendengarkan semua yang dikatakn Bunga dalam do'anya.
Dan pagi telah tiba.Bunga dan Yasmin bangun untuk siap-siap pergi ke kampus.
"Pagi Yasmin," sapa Bunga.
"Pagi kak."
"Sebentar...mata kamu kok bengkak banget Yas,semalam kamu nangis lagi?kenapa...kenapa kamu nangis?ini pasti karena perjodohan kakak sama Rey ya?kamu tenang aja dan jangan nangis lagi sekarang juga kakak akan ceritakan semuanya ke Ayah dan Ibu biar mereka membatalkan perjodohan ini." Bunga beranjak dari tempat tidurnya untuk menemui Irwan dan Irene.
"Jangan kak." Yasmin menarik tangan Bunga dan memcegah Bunga mengatakan semuanya.
"Tapi kenapa Yasmin?"
"Jujur...ini sangat berat untukku kak,tapi keputusanku kemarin tidak akan pernah aku ubah dan akan tetap seperti itu,aku akan melupakan Rey dan hanya itu yang aku inginkan.Jadi,aku mohon sama kamu kak,jangan pernah katakan apapun tentang masa lalu aku dan Rey pada Ayah dan Ibu.Aku mohon berjanjilah padaku kak."
"Tapi bagaimana dengan Rey?"
"Sekarang ada kakak,dan aku yakin pasti kakak bisa buat Rey melupakan aku dan mencintai kakak.Sekali lagi aku mohon perjuangkan hubungan kalian,aku yakin seiring berjalannya waktu pasti kalian juga akan saling mencintai.Dan satu hal lagi jangan pernah ingat-ingat masa lalu aku dan Rey."
"Kakak janji akan melakukan semua yang aku katakan barusan?" sambung Yasmin.
"Iya Yas,kakak akan berusaha." Lalu memeluk Yasmin.
Setelah itu mereka langsung bersiap-siap untuk pergi ke kampus.
*****
"Yasmin aku benar-benar nggak menyangka hubungan kamu dan Rey berakhir karena perjodohan kak Bunga dan Rey," ujar Nabila.
"Jadi kalian berdua udah tau?"
"Iya Yas,aku sama Nabila udah tau semuanya,semalam Tiara telpin kita dan menceritakan semuanya.Kamu yang sabar ya Yasmin." Putri memeluk Yasmin.
Yasmin tidak bisa membendung air matanya lagi,akhirnya Yasmin menangis di pelukan Putri.
"Kenapa Put,kenapa harus aku yang mengalami semua ini?"
"Sudah kamu jangan nangis lagi,kalo memang kamu masih mencintai Rey sebaiknya kamu katakan semuanya agar perjodohan itu di batalkan."
"Nggak,itu nggak mungkin,aku nggak bisa melakukan itu." Yasmin melepaskan pelukan Putri.
"Tapi kenapa Yas?"
"Aku nggak bisa Put,karena sekarang aku tau ternyata kak Bunga selama ini memendam perasaannya buat Rey."
"Maksud kamu apa Yas?"
"Tapi bagaimana dengan kamu Yas? ujar Nabila.
"Aku?aku akan berusaha melupakan Rey dan semua kenangan yang pernah aku dan dia lewati."
"Kalo memang itu yang udah jadi keputusan kamu,aku pasti akan dukung dan bantu kamu Yas,dan kamu harus ingat jangan pernah sungkan-sungkan untuk mengatakan apapun pada kita berdua,aku dan Nabila pasti akan selalu ada buat kamu." Putri dan Nabila memeluk Yasmin dan nggak terasa air mata mereka juga ikut jatuh.
"Makasih banget,kalian benar-benar sahabat yang baik aku beruntung punya sahabat seperti kalian berdua."
"Dan kita berdua juga sangat beruntung punya sahabat seperti kamu Yas,kamu benar-benar hebat,kamu selalu mengutamakan kebahagiaan keluarga dan orang lain tanpa memikirkan kebahagian kamu sendiri.Aku yakin setelah kejadian ini kamu pasti akan mendapatkan kebahagiaan dan mendapatkan seseorang yang sangat mencintai kamu dan tentunya yang akan selalu membahagiakan kamu," ujar Putri.
"Sekali lagi makasih Putri,makasih Nabila."
"Iya sama-sama." Keduanya menjawab bersamaan.
"Oh iya,aku dengar-dengar kamu udah jadian sama Ricko ya Put?"
"Kok kamu tau sii Yas?" Putri senyum-senyum dan merasa malu.
"Ya aku tau lah...dan kamu juga Nabila,kamu dan Sandi beneran udah jadian juga?"
"Iya Yas," tersipu malu.
"Kalian ini ya,kenapa nggak cerita sama aku,dan akhirnya aku tau dari orang lain,kenapa kalian nggak cerita?"
"Sebenarnya aku sama Nabila mau ceritain hal ini ke kamu,tapi aku nggak enak sama kamu setelah aku dan Nabila mendengar kejadian yang menimpa kamu kemarin hari," putri menjelaskan pada Yasmin dan merasa bersalah.
"Udah kalian nggak usah sedih dan merasa bersalah seperti ini,aku ikut bahagia mendengar kabar tentang kalian,semoga kalian dan pasangan kalian masing-masing bisa langgeng dan bisa melangkah ke jenjang yang lebih serius."
"Iya Yas,makasih do'anya," ujar Nabila.
"Iya Bil,sama-sama."
"Jadi gimana nih ceritanya kenapa kalian bisa jadian?setau aku kalian berempat selalu aja berantem dan nggak pernah akur."
"Aku nggak tau Yas,sebelumnya aku selalu berantem dan kesal saat bertemu sama Ricko,tapi saat dia berprilaku baik dan manis ke aku,aku merasa sesuatu yang beda dan aku merasa nyaman saat dekat dengan dia,dan akhirnya Ricko mengungkapkan perasaannya pada ku dan tanpa berbikir panjang aku menerimanya,karen jujur mencari seseorang yang nyaman saat bersama kita itu susah,dan Ricko-lah yang udah buat aku merasa nyaman saat bersamanya." Jelas Putri sambil senyum-senyum karena bahagia.
"Aku bahagia dengarnya Put."
"Dan kamu gimana Bil,gimana ceritanya bisa jadian sama Sandi?" sambung Yasmin.
"Tidak jauh beda dengan kisah Putri dan Ricko,aku dan Sandi juga awalnya sama saling kesal dan selalu berantem,dan sampai akhirnya aku dan Sandi bisa menjalin sebuah komitmen yang InsyaAllah aku dan Sandi berniat untuk menjalin hubungan ini sampai pada jenjang pernikahan.Aku minta do'anya dari kamu ya Yas,semoga semua niat aku dan Sandi bisa terwujud."
"Iya Bil,aku pasti do'ain kamu dan juga kamu Put."
"Makasih Yasmin."
Mereka bertiga berpelukan kembali.
.
.
.
TBC🌸