Abi & Yasmin

Abi & Yasmin
#OTW Jadian



Setelah mengantar pulang Yasmin,akhirnya Rey sampai juga di rumah keluarga Handika,rumah Papahnya yang bernama Gilang Perwira Handika.


Pak Gilang ini adalah salah satu pengusaha terkenal yang ada di Jakarta.Dia memiliki istri yang bernama Sandra Delina Handika.Dan tentunya dua orang putra yaitu Rey dan Abi.


Dan di rumah itu juga ada adik dari Pak Gilang,dia adalah Irfan Rahmat Handika dan istrinya Dewi Anjani Handika.Mereka berdua itu adalah orangtua dari Arfan,dan mereka berdua juga memiki putri yang bernama Tiara Ramadhani Handika.


Dan satu adik laki-lakinya lagi bernama Sonny Putra Handika dan istrinya Erina Larasati Handika,mereka berdua belum di karuniani anak.


"Ehh Rey baru pulang," sapa Dewi.


"Iya tente,Arfan udah pulang?"


"Udah dari tadi,kok tumben kamu pulangnya telat?"


"Biasa maaah...habis nganterin gebetannya pulang." Tiba-tiba Arfan datang.


"Tau aja lu bro." Sambil berjalan menuju kamarnya.


"Ehh tunggu dulu!" Sandra menghentikan langkahnya.


"Ada apa mah?aku mau istirahat dulu." Menghampiri mamahnya yang duduk di samping Tante Dewi dengan malas.


"Kamu udah punya pacar?kok nggak cerita-cerita ke mamah?kapan mau ajak pacar kamu itu ke sini?"


"Ya ampun mah jadian juga belum,mamah tenang aja entar pasti aku kenalin ke mamah,sekarang mamah do'ain aku dulu biar aku bisa cepet-cepet jadian sama cewe itu."


"Udah ya,ku ke atas dulu mau istirahat," sambungnya.


"Ya udah sana kamu mandi habis itu istirahat."


"Oh iya,Abi udah pulang belum?


"Udah,dia udah pulang."


"Ohh,bagus deh,aku ke atas ya mah." Meninggalkan satu kecupan di pipi kanan mamah nya.


"Rey...!!gue mau nanya" Sambil mengejar Rey yang udah berjalan di tangga menuju kamarnya.


"Apaan? Sambil membuka pintu.


"Gimana ceritanya lu bisa nganterin Yasmin?"


"Lu serius suka sama itu cewe."


"Gue nggak tau,kapan gue mulai suka sama dia,yang gue tau sekarang gue mau dia jadi milik gue dan entah kenapa gue ngerasa dia itu beda dari yang lain."


Tidak perlu di pancing-pancing Rey langsung menceritakan gimana perasaannya ke Yasmin pada Arfan.


"Udah mending lu langsung ungkapin aja ke orangnya,sebelum lu keduluan sama cowo lain.Nggak usah buang-buang waktu kalo emang lu mau serius sama Yasmin,gue saranin mending secepatnya lu ungkapin perasaan lu ke dia." Arfan memberikan saran untuk saudaranya itu.


"Tapi kapan waktu yang tepat buat gue ungkapin perasaan gue ke dia?"


"Nggak perlu nunggu waktu yang tepat,yang penting lu udah siap."


"Gue takut Yasmin nolak gue,gue kan belum tau gimana perasaan Yasmin ke gue,secara kita kan baru kenal beberapa hari." Merasa pesimis.


"Gue tau...Yasmin kan adenya Bunga,lu tanyain aja ke Bunga,siapa tau Yasmin pernah cerita-cerita tentang perasaannya." Memberikan saran.


"Iya ya,apa gue tanya aja ke Bunga ya?"


"Udah sekarang lu telpon dia deh."


Rey langsung menelpon Bunga.


Sambungannya terhubung.


"Hallo Bunga..."


"Iya hallo Rey,ada apa?"


"Aku ganggu kamu nggak?kamu lagi ngapain?"


"Nggak kok,aku lagi duduk-duduk santai aja di kamar.Udah,nggak usah basa-basi aku tau ujung-ujungnya mau tanya soal Yamin kan?Ohh iya,makasih tadi kamu udah antar Yasmin pulang."


"Tau aja kamu Bung." Arfan mengeluarkan suaranya.


"Eh Arfan,kamu di situ juga?"


"Iya,gue lagi nemenin cowo yang lagi kasmaran." Arfan menggoda Rey.


"Hahaha." Bunga ketawa.


"Yasmin lagi ngapain Bung?Ohh iya,Yasmin masih marah sama kamu?"


"Iya,dia baik-bai aja kok,dan ya...dia masih marah dan belum mau ngomong sama aku,itu udah biasa sii entar juga baik lagi,kita emang kaya gitu kalo lagi marahan nggak pernah lama," jelasnya.


"Jadi tujuan kamu telpon aku ini apa Rey?masa cuma mau tanya keadaan Yasmin doang?dia baik-baik aja kok."


"Sekarang mungkin kamu udah tau gimana perasaan aku ke Yasmin,tapi aku nggak tau gimana perasaan Yasmin ke aku,jadi aku telpon kamu,aku cuma pengen tau Yasmin pernah cerita-cerita soal perasaannya ke kamu nggak?" To the point.


"Sejauh ini Yasmin belum cerita-cerita soal perasaannya,tapi sepertinya dia juga suka sama kamu Rey.Walaupun dia belum pernah cerita soal perasaannya,tapi aku sebagai kakaknya bisa liat dan bisa merasakan kalo dia juga suka sama kamu Rey."


"Dan satu hal lagi,kalo emang kamu serius sama Yasmin aku dukung kamu,tapi ingat..jangan sekali-kali kamu sakiti hati dan perasaanya.Kalo sampai itu terjadi aku nggak akan pernah mengampuni kamu Rey."


"Iya Bung,aku juga nggak tau kenapa dan kapan aku suka sama Yasmin,aku janji Bung aku nggak akan pernah sakiti hati dan perasaannya."


"Aku percaya sama kamu Rey...jadi kapan kamu mau ngungkapon perasaan kamu itu ke Yasmin?"


"Aku belum tau Bung."


"Kenapa nggak secepatnya aja?Besok hari Sabtu,malamnya kamu ajak Yasmin jalan aja Rey,dan kamu ungkapin perasan kamu itu ke dia.Aku mau kok bantu kamu buat nyiapin segala persiapannya."


"Ide yang bagus tuh Rey." Arfan menyetujui saran dari Bunga.


"Oke,aku juga setuju."


"Besok pagi kita ketemu buat mempersiapkan segala sesuatunya,dan kamu Arfan,ajak juga Selly ya."


"Oke Bung..."


"Makasih Bunga,kamu udah mau bantu aku."


"Oh iya,Rey udah dulu ya,Ibu aku manggil buat makan malam."


"Ya udah,salam ya buat Yasmin."


"Oke siap...dahh Rey,dahh Arfan!!" pamitnya.


"Iya dahh." Bersamaan.


"Tuut...tuut...." Sambungan telpnnya mati.


Masih di kamar Rey


"Tuh kan apa kata gue juga,udah sekarang lu mandi,habis itu kita turun ke bawah buat makan malam." Perintah Arfan.


"Oke...thank ya bro,lu udah bantuin gue."


"Iya,,santai aja kali kaya kesiapa aja,"


ujar Arfan.


"Ya udah gue mandi dulu,sono lu keluar,kalo mau turun,turun duluan aja."


"Oke" Sambil melangkahkan kakinya keluar dari kamar Rey.


****


Rumah Bunga dan Yasmin


Setelah selesai makan malam,keluarga Pak Irwan seperti biasa berkumpul di ruang keluarga sambil menonton tv.


Karena merasa heran dengan kedua putrinya yang tidak seperti biasanya,Pak Irwanpun bertanya kepada kedua putrinya.


"Ini pada kenapa sii kok tumben-tumbenan pada diem-dieman kaya gini?


"Biasa Yah,kayanya mereka lagi berantem," ujar Bu Irene.


"Gak tau Yah,padahal aku udah minta maaf," sambung Bunga.


"Ya lagian aku kessel Yah,tadi kak Bunga ninggalin aku dan nggak ngasih kabar kalo dia mau mampir dulu ke rumah kak Selly,padahal aku udah nunggu lebih dari 20 menit," kesalnya.


"Ya kan kakak udah minta maaf,ya udah sekali lagi kakak minta maaf deh,udah ya kamu jangan marah lagi," mengalah.


Yasmin masih cemberut.


"Udah kamu maafin kakak kamu,jangan marah lagi,kan kakak juga udah ngejelasin alasannya ke kamu kan?" Ibunya membujuk Yasmin.


Yasmin melirik ke arah Bunga,dan dia mulai melebarkan senyumannya.


"Maafin aku juga,aku udah marah-marah sama kakak." Sambil menghampiri Bunga dan memeluknya.


"Iya kakak maafin kok,dan kakak ngerti kenapa kamu sampe semarah itu,dan semata-mata itu juga karena kesalahan kakak,maafin kakak ya..."


"Iya kak." Menganggukan kepalanya.


"Gitu dong,kan kalo begini enak lihatnya," ujar Ayahnya.


"Aku sama Yasmin ke atas dulu ya Yah,Ibu..." Beranjak dari tempat duduknya.


"Ya udah kalian istirahat ya,selamat malam," ujar Ibunya.


"Iya Ibu malam." Lalu mencium pipi Ayah dan Ibunya bergantian.


Mereka berdua naik ke ata,dan Yamin masuk ke kamarnya dan Bunga mengikutinya.


"Eehh kakak kok malah masuk ke kamar aku sii?" Merasa heran.


"Malam ini kakak mau tidur di sini lagi,boleh kan?"


"Ya boleh lah kak."


"Yasmin!!" Bunga memanggil Yasmin yang sedang membereskan tempat tidurnya,karena diatasnya masih ada peralatan-peralatan kuliah yang belum dia bereskan.


"Sini dulu." Bunga mengajak duduk di kursi yang ada di kamar Yasmin.


"Ada apa sii kak,bentar dikit lagi juga beres nih.Naaahhh,selesai...Kenapa sii kak,ada apa?" Sambil menghampiri Bunga lalu duduk di samping Bunga.


"Tadi Rey nelpon kakak,dan dia nanyain kamu,dan dia juga titip salam buat kamu."


Mendengar itu Yasmin jadi senyum-senyum sendiri.


"Hayoo...kenapa jadi senyum-senyum gitu,aaa kakak tau kamu pasti seneng kan dengernya?" Menggoda Yasmin.


"Iiih kakak."


"Sekarang kakak mau tanya serius nih,,kamu juga suka kan sam Rey?"


"Aku nggak tau kak,apa ini emang rasa suka atau bukan,cuma yang pasti saat aku mendengar namanya aja hati aku jadi dag dig dug nggak karuan,apa lagi saat kak Rey ada di hadapanku."


"Kakak tau,itu karena kamu suka sama Rey.Jangan sia-siakan cintanya Rey ke kamu Yas,kamu cewe beruntung yang bisa di cintai Rey,kamu juga tau sendiri ada begitu banyak cewe yang mengejar-ngejar Rey,dan mereka nggak seberuntung kamu.Kalo kamu emang suka dan cinta sama Rey,kakak dukung kamu Yas,karena kakak tau Rey orang baik." Bunga memberikan pengertian ke Yasmin.


"Iya kak aaku nggak akan sia-siakan kak Rey,sekarang aku sadar aku suka dan cinta sama kak Rey." Lalu memeluk Bunga.


"Kakak jadi ikut seneng dengernya.Ya udah sekarang kita tidur,ini udah malam."


"Iya kak."


Lalu mereka menuju tempat tidur,dan mereka pun tidur.


.


.


.


TBC🌸


Seperti biasa jangan lupa like dan komen ya..