Abi & Yasmin

Abi & Yasmin
#Jatuh Pingsan



Waktu istirahat tiba.


Bunga memutuskan untuk pergi ke kantin karen perutnya sudah mulai terasa lapar.


Sebelum pergi ke kantin,dia menelpon Selly untuk memberitahunya kalo dia pergi ke kantin untik mengisi perutnya.


"Hallo...Selly!" dalam telepon.


"Iya Bunga,kenapa?"


"Kamu udah selesai ngobrol sama Arfan nya?"


"Iya udah Bung,oh iya,kamu dimana?aku nyusul kamu ya."


"Ini aku lagi jalan mau kantin,kamu langsung temui aku di kantin aja ya," jelas Bunga.


"Ya udah kalo begitu,sekarang aku nyusul."


"Oke aku tunggu...Bye."


"Bye."


Karena waktu istirahat udah tiba,maka pembelajaran di kelas Yasmin juga telah di akhiri.Dan seisi ruangan itu bergantian keluar untuk istirahat.Begitu juga dengan Yasmin,Putri dan Nabila.


Saat mereka bertiga berjalan menuju kantin,Yasmin masih belum mendapatkan jawaban dari Putri dan Nabila soal Abi,cowo yang dia tampar tadi pagi.


"Putri sekarang cepat kamu jelasin soal Abi." Membujuk Putri untuk menjelaskan jawaban dari pertanyaan yang dari tadi masih dia ingat sampai sekarang.


"Sebelumnya aku jelasin dulu kenapa Abi tadi meluk kamu.Mungkin tadi kamu nggak sadar saat kamu lagi cerita soal kak Rey.Sebenarnya Abi nggak meluk kamu,tapi kamu sendiri yang meluk Abi," jelasnya.


"Bagaimana bisa aku meluk dia,itu nggak mungkin...tapi tunggu dulu," Yasmin mengingat sesuatu.


"Saat aku keheranan dengan sikap kalian yang terus saja menatap ke arah belakangku,aku membalikan badanku untuk melihat apa sebenarnya yang kalian lihat.Dan saat aku berbalik ke arah belakang kaki kananku kesandung kaki kiriku sendiri.Apa itu yang membuat aku memeluk Abi?" tanyanya.


"Yups...tepat sekali,karena itulah kenapa kamu bisa ada di pelukannya Abi," jelasnya.


"Ya ampun,apa yang aku lakukan,aku udah nampar dia karena kesalahanku sendiri,dan melakukannya di hadapan semua orang.Kenapa aku bisa sampai melakukan itu," lirih Yasmin dengan rasa bersalahnya.


"Kamu jangan ngerasa bersalah gitu Yas,kamu nampar Abi itu karena kamu kaget dan tangan kamu refleks menamparnya." Nabila menenangkan Yasmin yang terus saja menyalahkan dirinya.


"Sebaiknya kamu minta maaf sama Abi Yas." Putri memberikan saran.


"Mana mungkin dia mau bicara sama aku?" prustasi.


"Kamu kan belum mencobanya,kamu tenang aja kita berdua pasti bantu kamu kok," ujar Putri.


"Makasih banyak kalian berdua selalu ada buat aku,makasih banget."


"Kita kan berteman,tidak ada kata terimakasih dan maaf dalam pertemanan," Nabila menyambungnya.


"Aku seneng banget punya teman kaya kalian berdua."


"Kita juga senang bisa berteman sama kamu Yas,walaupun kamu terlalu sering ngelakuin kesalahan sama cowo-cowo ganteng,tapi aku senang dan kamu itu berbeda dari yang lain," Putri menggoda Yasmin.


"Putri..." Dengan muka kesal Yasmin yang terlihat begitu menggemaskan.


"Dan satu lagi,perlu kamu ketahui sebenarnya Abi itu adik kandung dari kak Rey," ujar Putri.


"Apa???jadi mereka berdua bersaudara?" Yasmin terkejut.


"Ya mereka bersaudara,dan kak Arfan itu juga adik sepupunya kak Rey, ketiga bersaudara itu emang benar-benar ganteng,iya nggak Yas?" Nabila menjawab.


"Kalo soal kak Arfan aku tau Nab,Kalo Abi dan kak Rey memang benar bersaudara,tidak heran lagi kalo mereka berdua punya sifat yang sama,sama-sama nyebelin," gerutunya.


Lalu mereka melanjutkan langkahnya menuju kantin.Dan tiba-tiba....


"Brukk..."


Yasmin tergeletak di lantai tak sadarkan diri.


"Yasmin...!! Yasmin bangun Yas," Putri menepuk-nepuk pipi gemasnya Yasmin.


"Siapa yang melempar bola dengan begitu keras ke arah Yasmin? Yasmin bangun Yas." Nabila panik.


Dan terlihat di tengah lapangan ada seseorang yang tidak asing lagi,ya..seseorang itu Abi.Abi mengangkat ujung bibir sebelah kanannya dan bergumam.


"Itulah balasan buat cewe yang udah berani nampar gue."


Ya...jadi yang ngelempar bola basket kearah Yasmin itu adalah Abi,dia sengaja ngelempar kearahnya untuk membalas perbuatan Yasmin yang udah menamparnya tadi pagi.Dan entah sejak kapan Abi bergabung main basken dengan Rey.Mungkin sejak tiba waktu istirahat tadi.


"Apa yang lo lakuin Bi?" Rey bertanya dengan wajah kesalnya.


"Santai aja dong,lagian gue juga nggak sengaja," ketus Abi.


Mereka berdua memang jarang terlihat akrab.


Dengan rasa paniknya,Rey menghampiri Yasmin yang masih tergeletak di lantai.


"Yas...kamu gapapa kan?"


"Kak Rey ayo cepat bawa Yasmin ke UKS," perintah Putri.


Rey menggendong Yasmin dan membawanya ke UKS.


Setelah tiba di UKS,Yasmin langsung di tangani dan di periksa oleh petugas UKS.


Sementara Putri,Nabila dan Rey menunggu di luar.Dan Rey berusaha menelpon Bunga untuk memberi tau keadaan Yasmin sekarang.


"Hallo Bunga...kamu dimana?" Rey bertanya,dan terdengar suaranya begitu panik.


"Hallo Rey...kenapa kok kedengarannya kamu panik gitu?" Bunga malah bertanya balik.


"Haahh... kenapa bisa?" Bunga terkejut dan terlihat ada kekhawatiran diwajahnya.


"Aku tunggu kamu di UKS."


"Iya sekarang aku kesana."


"Tuut...Tuut..." telpon nya mati.


"Kenapa,Yasmin kenapa Bunga?" Selly bertanya dan ikut panik.


"Yasmin pingsan Sel,aku ke UKS dulu ya."


"Aku juga ikut ya."


"Ya udah ayo!"


Mereka berdua meninggalkan meja makannya,dan dengan teruburu-buru membayar pesannya.Lalu bergegas menuju UKS.


Dan di UKS.Putri,Nabila dan Rey sudah ada di dalam UKS nya,mungkin petugas sudah selesai memeriksanya.


"Gimana keadaannya Yasmin dok,,kok dia belum sadar-sadar?" Rey bertanya pada dokternya.


"Tidak ada yang perlu di khawatirkan,Yasmin hanya syok biasa saja,sebentar lagi juga dia sadar." Dokternya menjelaskan.


"Kalo begitu saya pamit ya,kalian jaga Yasmin sampai siuman," sambungnya.


"Iya dokter makasih," ujar Putri.


Putri yang duduk di samping Yasmin,melihat tangannya Yasmin gerak-gerak dan Yasmin mulai berusaha membuka matanya.


"Kak Rey lihat...!Yasmin membuka matanya," ujar Nabila dengan rasa leganya.


Lalu Rey medekati Yasmin.


"Aku dimana?" Yasmin berusaha bangun dari tidurnya.


"Aw...kepalaku sakit banget Put," rengeknya


"Udah,sekarang kamu berbaring aja dulu." Rey membantu Yasmin untuk berbaring kembali.


Dan datanglah Bunga dan Selly.


"Yasmin,kamu gapapa?" Menghampiri Yasmin kemudian mengecup keningnya.


"Cup...."


"Iya kak aku gapapa,cuma sedikit pusing aja."


"Putri,Nabila,kenapa Yasmin bisa sampai pingsan begini?" Bunga bertanya masih dengan rasa kekhawatirannya.


"Jadi tadi pas kita bertiga lagi jalan ke kantin,tiba-tiba ada bola basket yang jatuh tepat di kepala Yasmin kak," Putri menjelaskan kejadiannya.


"Dan Yasmin terjatuh lalu pingsan," sambungnya.


"Siapa yang berani melempar bola kearah kamu Yas?"


"Dan kamu,kenapa kamu ada di sini Rey,apa jangan-jangan kamu yang dengan sengaja ngelempar bola basketnya ke arah Yasmin?" Karena kesal,Bunga jadi sembarang nuduh.


"Bukan kak,yang ada kak Rey yang gendong Yasmin dan membawanya kesini," jelas Nabila.


"Udah kak,kakak nggak usah khawatir dan jangan jadi sembarang nuduh,lagian aku juga udah gapapa kok," Yasmin menenangakan kakaknya.


"Maaf yah Rey bukannya aku berterimakasih,aku malah nuduh kamu yang nggak-nggak," merasa bersalah.


"Santai aja Bung,gapapa kok," kata Rey santai.


"Makasih juga Putri,Nabila kalian berdua udah jagain Yasmin."


"Iya kak sama-sama,kita berdua kan temannya Yasmin dan udah jadi kewajiban untuk kita saling membantu dan menjaga satu sama lain," jawab Putri.


" Ya udah sekarang kalian berdua ke kantin dulu gihh,kakak tau kalian berdua belum sempat istirahat kan?sekarang kalian istirahat dulu,soal Yasmin biar kakak yang jaga," perintah Bunga.


"Kalo begitu,aku sama Nabila pamit kekantin dulu ya." Putri dan Nabila berpamitan.


"Cepat sembuh Yas," sambung Nabila.


"Iya maksih yah Put,Bil," ujar Yasmin.


"Yasmin,Bunga,Selly...aku juga pamit ya," Rey juga pamit dari ruangan itu.


"Iya...sekali lagi makasih Rey,kamu udah bantu Yasmin."


"Iya,ga usah berlebihan gitu Bung."


"Kamu cepat sembuh Yas," sambung Rey.


"Iya,makasih kak Rey."


Rey hanya menatap Yasmin,lalu keluar dari ruangan itu.


.


.


.


Maafin kalo ada yang typo typo🙏🌸