
Rumah Keluarga Handika
"Assalamu'alaikum." Salam Tiara sambil membuka pintunya dan berlari mencari Dewi,mamahnya.
"Wa'alaikumsalam...sayang,kamu udah pulang?" Memeluk Tiara.
"Kenapa nggak ngabarin mamah kalo kamu mau pulang,kalo kamu kasih tau mamah pasti mamah siapin makanan buat kamu."
"Surprice mah,,ohh iya,papah dimana?"
"Papah kamu belum pulang,sebentar lagi juga pulang."
"Kok Tiara nggak liat tante Sandra,om Gilang juga." Melihat-lihat ke setiap sudut rumahnya.
"Om dan tante kamu lagi perge ke luar kota,mereka ada pertemuan dengan client nya," jelas Dewi.
"Mereka lama nggak perginya mah,dan udah dari kapan?aku kangen banget sama mereka berdua." Merasa sedih.
"Kak Gilang sama kak Sandra baru tadi pagi pergi,dan mereka akan kembali lagi minggu depan."
"Itu lama banget mah."
"Nggak sayang,itu cuma satu minggu kok,kan kamu masih bisa vidio call mereka,ngasih tau kalo kamu udah ada di Jakarta,lebih baik sekarang kamu istirahat dulu,setelah menempuh perjalanan yang jauh pasti kamu sangat lelah,ayo biar mamah antar." Sambil merangkul putrinya dan mengantar Tiara ke kamar miliknya.
"Ohh iya mah Abi udah pulang belum?"
"Belum,paling dia lagi di jalan bentar lagi pasti sampe."
"Dan satu lagi,perasaan aku juga nggak liat tante Erina,kemana dia mah?"
"Biasa,dia lagi keluar buat ketemu sama teman-temannya itu," sinis.
Dewi dan Erina memang tidak terlihat akur,Dewi selalu merasa kesal dengan tingkah laku Erina yang senangnya belanja dan kumpul-kumpul sama teman-temannya.
"Udah sekarang kamu istirahat,mandi dulu dan ganti pakaian kamu ya,mamah ke bawah lagi mamah mau nyiapin makanan buat makan malam nanti."
"Oke mah."
Dewi turun ke bawah setelah mengantar putrinya ke kamar.Dan saat turun Abi dan Rey membuka pintunya.Mereka baru saja datang.
"Eehh kalian udah pulang?" sapa Dewi.
"Iya tante,katanya Tiara udah pulang ya,dimana dia sekarang?" tanya Abi.
"Dia baru aja masuk ke kamarnya,tadi juga dia nanyain kamu,tapi biarin dia istirahat dulu," ujar Dewi.
"Oke tante,nanti aja aku samperin dia."
"Ya udah kalian berdua istirahat juga gih." Perintah Dewi.
Dewi dan Irfan memang sudah menganggap Abi dan Rey seperti anaknya sendiri,begitu juga sebaliknya,Abi dan Rey selalu memperlakukan Dewi dan Irfan seperti mamah dan papahnya.
Abi dan Rey pergi ke kamarnya masing-masing.
*****
Malam Hari
Abi yang sedari tadi belum bertemu dengan Tiara akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke kamar Tiara dan menemuinya.
"Tok...tok...tok..."
"Siapa?" dari dalam kamar.
"Ini gue Abi."
"Ohh iya...buka aja,nggak di kunci kok."
Lalu Abi membuka pintu kamar Tiara.
"Abiiii..." Tiara berlari menghampiri Abi lalu memeluknya.
"Apa kabar lu?" sambungnya.
"Kabar gue baik,lu sendiri gimana?udah lepasin gue engap." Mencoba melepaskan pelukan Tiara dari tubuhnya.
"Gue juga baik Bi." Melepaskan pelukannya.
"Kok gue liat-liat lu kayanya gendutan Ra?" Menggoda Tiara.
"Ahh lu mah emang iya apa gue gendutan?"
Abi hanya ketawa-ketawa melihat tingkah adik sepupunya itu.Dan ketawanya terlihat sangan manis,dan itu jarang sekali Abi menunjukannya pada orang lain.
"Awas ya lu Abi." Tiara berlari-lari mengejar Abi dan dia ingin menghajarnya.
Dan sampailah di bawah,di ruang keluarga,terlihat disana semua orang sedang berkumpul sambil menunggu makan malamnya di hidangkan.
"Tiara sayang sini dong,apa kamu nggak kangen sama papah?" tanya Irfan.
"Papah..." Berlari menghampiri Irfan lalu memeluknya.
"Aku kangen banget sama papah,papah gimana kabarnya?" Masih memeluk dengan erat.
"Kabar papah baik,kamu sendiri gimana?"
"Kabar aku juga baik pah." Lalu meninggalkan satu kecupan di pipi papah nya.
"Ehh tante Erina,om Sonny,kalian berdua juga gimana kabarnya?" Memeluk keduanya bergantian.
"Kabar tante sama om baik sayang,kamu sendiri bagaimana?" Erina bertanya balik.
"Kabar aku juga baik tante."
Setelah mereka kangen-kangenan dan saling melepas rindu mereka,makanannya pun sudah siap,dan mereka semua langsung pergi ke meja makan,lalu makan bersama dengan penuh kehangatan.
*****
Rumah Yasmin
Karena merasa perutnya lapar,akhirnya mereka memesan makanan dari gojek biar lebih cepat.
Setelah pesananya sampai,mereka langsung menyantapnya.
Dan setelahnya mereka asyik cerita-cerita.Karen waktu sudah sangat malam,akhirnya mereka berdua membaringkan tubuhnya di atas kasur dan mencoba untuk memejamkan matanya.Namun Yasmin teringat Ayah Ibunya,dan itu membuat Yasmin merasa sedih lagi.
"Kak,aku kangen Ayah sama Ibu" Lalu memeluk kakaknya.
"Kakak juga sama,udah kamu jangan sedih lagi,satu minggu nggak lama kok.Kamu jangan terlalu memikirkan Ayah dan Ibu nanti mereka berdua juga jadi kepikiran terus sama kita berdua.Sekarang kamu tidur aja,ini udah malam dan besok kita harus bangun pagi buat nyiapin sarapan kita berdua." Bunga mencoba menenangkan adiknya.
"Iya kak." Yasmin memejamkan matanya dengan tangan yang masih memeluk Bunga.
Mereka berdua lelap dalam tidurnya.
*****
Pagi Hari
Setelah Bunga dan Yasmin bangun,dan selesai menunaikan ibadah Sholat Subuh,meraka langsung turun ke bawah menuju dapur untuk menyiapkan sarapan pagi.
"Kita mau masak apa kak?" tanya Yasmin.
"Nggak tau kakak juga bingung." Sambil berfikir.
"Kita masak nasi goreng aja kak,yang simpel dan cepet." Yasmin memberikan pendapatnya.
"Iya Yas,kita masak nasi goreng aja."
Dan mereka masak nasi goreng dengan kompak.Setelah semuanya siap tersaji,mereka langsung melahapnya.Dan setelah itu mereka pergi ke kamar mereka masing-masing untuk mandi dan bersiap-siap pergi ke kampus.
Kali ini,Yasmin pergi ke kampus bareng Bunga,karena Yasmin melarang Rey menjemputnya.
*****
Hotel Yang Disewa Irwan & Irene
"Yah,kabar anak-anak gimana ya?kok aku khawatir ninggalin mereka berdua di rumah." Sambil bersiap-siap untuk ketemu clientnya.
"Kamu nggak usah khawatir,insyaAllah mereka baik-baik aja,kamu jangan terlalu memikirkn mereka bisa-bisa nanti kamu jadi sakit." Irwan menenangkan Irene.
"Kamu udah bersiap-siapnya?jangan sampai kita terlambat," sambung Irwan.
"Iya,ini aku udah siap kok."
"Ya udah ayo kita langsung berangkat aja," ajak Irwan.
Lalu mereka pergi ke sebuah rentoran yang sudah di pesankan untuk pertemuan dengan clientnya itu,dan itu tidak terlalu jauh dari hotel yang sekarang mereka tempati.
Irwan dan Irene sampai duluan di restorannya.
"Baguslah kita sampai lebih dulu dari client kita," ujar Irwan.
"Iya Yah."
Dam mereka menjatuhkan tubuhnya di atas kursi.Tak lama setelah mereka sampai,clientnya itu juga sampai tepat waktu dan langsung menghampiri Irwan dan Irene.
Setelah clientnya makin mendekat,Irwan merasa tidak asing dengan wajah clientnya itu.
"Kok aku merasa tidak asing lagi dengan clientku ini." dalam hatinya.
Lalu Irwan memperhatikannya dengan jelas untuk memastikan yang dia lihat itu seseorang yang tidak asing baginya,atau hanya sekedar mirip saja.
Setelah clientnya itu berada tepat di depan Irwan,Irwan langsung mengingat orang yang sedari tadi membuatnya penasaran.
"Gilang...??"
"Irwanini beneran kamu?"
Ternyata yang menjadi clientnya Irwan juga mengenali dirinya.
"Iya ini aku Irwan,giman kabar kamu Gilang?"
"Ya ampun aku nggak nyangka ternyata kita ketemu disini,dan kamu yang udah ngundang aku dan nawarin kerjasama dengan perusahaan kamu,aku masih belum percaya,setelah beberapa tahun nggak ketemu akhirnya kita ketemu lagi Wan," ujar Gilang.
"Iya Lang,aku juga nggak nyangka,terakhir kita ketemu setelah kita lulus dari SMK,lalu kamu pindah ke Jakarta,dan semenjak itu kita tidak pernah ketemu lagi."
"Bener banget Wan,oh iya sekarang kamu tinggal dimana Wan?" Gilang bertanya.
"Baru seminggu yang lalu aku dan istriku pindah ke Jakarta,dan kita memutuskan pindak ke Jakarta karena aku di tugaskan untuk memimpin perusahaan milik atasanku yang ada di Jakarta," jelas Irwan.
"Waah kalo begitu bagus Wan,pokonya setelah ini kita harus sering ketemu."
"Iya Lang,Oh aku sampe lupa,kenalin Lang ini istri aku namanya Irene."
"Hallo Pak..." Sapa Irene lalu berjabat tangan.
"Hallo juga,kenalin saya Gilang,teman masa SMK nya Irwan, dan ini istri saya Sandra."
Irene dan Sandra bersalaman.
"Dan kenalin juga Wan,ini istri aku," sambungnya.
Lalu Irwan dan Sandra juga sling berjabat tangan.
Setelah itu mereka membicarakan pekerjaannya,dan setelah kurang lebih 30 menit mereka saling berdiskusi,akhirnya Gilang menyetujui untuk bekerjasama dengan perusahaan yang sekarang di Pimpin Irwan.
.
.
.
TBC🌸
Apa yang akan terjadi???tunggu kelanjutan ceritanya di episode selanjutnya😄
Jangan lupa,like,komen,dan kasih ratenya juga ya😉