
Ditempat lain,cowo yang di tambrak Yasmin tadi,ternyata sedang membicaran Yasmin.Yah...cowo itu Reynaldi Pratama Handika orang-orang biasa memanggilnya Rey.
Terlihat Rey sedang berbicara dengan seorang cowo yang ganteng juga,dan sama seperti Rey cowo itu juga banyak cewe yang mengejar-ngejarnya.Dia adalah Arfan Ahmad Handika,, yang biasa di panggil Arfan.Arfan itu adik sepupunya Rey,mereka hanya terpaut usia 3 bulan saja,jadi nggak heran lagi kalo mereka terlihat begitu akrab.
"Kok gue heran ya,baru kali ini gue ketemu sama cewe seketus dan sejudes cewe yang nabrak gue tadi,lu tau sendiri lah cewe-cewe yang ada di kampus ini hampir semuanya ngejar-ngejar gue," angkuhnya.
"Gak semuanya juga kali,banyak juga yang ngejar-ngejar gue Rey," sambung Arfan.
Ya...begitulah mereka yang selalu bersaing soal cewe.wkwkwk.
"Dan kayaknya gue baru lihat itu cewe."
"Tapi tuh cewe manis juga Fan,gue jadi penasaran sama tuh cewe," sambungnya.
"Lu yakin bisa buat cewe itu ngejar-ngejar lu,kayanya gue nggak yakin deh,secara yang gue lihat tadi,itu cewe judes banget,kayanya lu nggak bakalan bisa deh Rey."
"Kita lihat aja nanti,gue yakin banget itu cewe pasti bakalan jatuh cinta sama gue." Penuh percaya diri.
.
.
Pembelajaran hari ini pun selesai,dan waktu sudah menunjukan pukul 14.00 WIB.Yasmin dan Bunga sedang berjalah ke arah gerbang untuk mencari angkutan umum.
Dan tiba-tiba terdengar ada suara mobil tepat di belakang mereka.
"Beep...Beep...."
Yasmin dan Bunga merasa terkejut,dan spontan Yasmin langsung menghampiri mobil yang hampir menabrak mereka berdua.Dengan penuh amarah Yasmin menghampiri mobilnya dan menggedor-gedor pintu mobilnya agar si supir yang hampir menabraknya keluar.
"Heeeeh...buka pintunya!!!" teriaknya.
Seseorang pun membuka pintu mobilnya,dan berdiri tepat di hadapan Yasmin.Betapa terkejutnya Yasmin,ternyata yang mengemudi mobil itu Rey,cowo yang dia tabrak tadi siang.
"Ketemu lagi kita." Merasa tidak bersalah.
"Lu bisa nyetir nggak sii?lu tau...barusan lu hampir aja nambarak gue," marah-marah.
"Baru juga hampir,lu tadi nambrak gue,tapi gue biasa-biasa aja tuh," balas Rey.
"Iiihh rese banget si lu,dassar cowo so ganteng."
Saat bunga melihat Yasmin marah marah,Bunga langsung menghampiri Yasmin.
"Eeeeu...sorry ya,maafin ade aku,dia begitu karena lagi kesal aja," terbata-bata.
Bunga mengingat sesuatu,dia merasa pernah melihat cowo yang sekarang ada di hadapannya.
Tentu saja Bunga merasa pernah melihatnya,cowo itu adalah Rey yang ternyata satu ruangan dengan dirinya.
"Ohh jadi cewe judes itu ade kamu Bunga?" tanya Rey.
"Siapa yang judes haaah???" Yasmin bertanya dengan rasa kesalnya.
"Iya ini ade aku namanya Yasmin," jelas Bunga.
"Oke,salam kenal Yas,gue Rey teman satu ruangan kakak kamu." Sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
"Iya,salam kenal juga." Masih dengan rasa kesalnya.
"Dan kenalin juga ini ade sepupu gue,namanya Arfan."
Yasmin dan Arfan saling berjabat tangan.
"Oh iya,sorry ya gue barusan hampir aja nabrak kalian,dan sorry Yas tadi gue ngata-ngatain lu,gue berharap lu maafin gue," ujar Rey.
"Iya aku maafin kok,maaf juga tadi aku marah-marah sama kamu."
"Iya gue maafin juga."
"Ternyata nih cewe lembut juga kalo nggak lagi marah-marah," dalam hatinya.
Ya,,sebenarnya Yasmin emang memiliki sifat yang sangan lembut dan setiap kata-kata yang di ucapkan nya juga sangat halus,,tapi saat ada seseorang yang membuat dia merasa kesal sikap dan ucapannya akan bertolak belakang dengan kebiasaan sehari-harinya.
Ya..begitulah karakter Yasmin😄
"Ya sudah kalo begitu,aku sama Yasmin pamit ya Rey," ujar Bunga.
"Nggak usah kita bisa pulang sendiri ko," jawab Yasmin.
Sejujurnya Yasmin masih merasa kesal,karena itu dia langsung menolak ajakan dari Rey.
"Iya gapapa Rey kita bisa pulang sendiri."
Bunga juga menolak tawaran Rey karena Bunga merasa takut,,secara dia belum begitu mengenal baik Rey dan Arfan.
"Ya sudah gapapa kalo begitu,kalian hati-hati,gue sama Arfan duluan ya."
"Iya,kamu juga hati-hati nyetirnya Rey jangan sampe nambrak lagi," ujar Bunga.
"Iya siap."
Setelah Rey mengemudikan mobilnya,,di susul Yasmin dan Bunga yang berjalan menuju depan gerbang untuk mencari angkutan umum.
Karena sudah beberapa menit mereka menunggu dan nggak ada satu pun angkutan umum yang lewat,akhirnya Bunga memutuskan buat memesan taksi online saja.
"Kok angkutan umumnya nggak lewat-lewat ya?" gerutu Yasmin.
"Kakak udah pesan taksi online,kita tunggu aja,sebentar lagi nyampe kok," memberikan pengertian.
"Kamu kenapa,kok mukanya masih di tekuk kaya gitu?" sambung Bunga.
"Nggak,gapapa kok." Mencoba menyembunikan kekesalannya.
"Beep...beep..."
Suara klakson berbunyi tepat di hadapan Yasmin dan Bunga,,dan si supir membuka kaca mobil nya untuk memastikan seseorang yang memesan dirinya adalah orang yang saat ini sedang berdiri di trotoar tepat disamping mobil nya.
"Apa ini benar dengan Mbak Bunga?."
"Iya pak betul," jawab Bunga.
"Silahkan masuk Mbak!" perintah supirnya.
Merekapun masuk,dan saat di perjalanan menuju rumah.Bunga mulai membuka pembicaraannya.
"Kakak tau,kenapa kamu tadi langsung nolak ajakan Rey."
"Emang kenapa?."
"Karena ade kakak yang super super cantik ini masih merasa kesal pada seseorang yang menyebut ade kakak ini cewe judes," godanya.
"Iiihh apaan sih kakak ini,nggak kok nggak gitu." Yasmin mengelak.
"Udah ah kamu jangan BT BT lagi,nggak usah kamu pikiran dan nggak usah di ambil hati,kakak yakin apa yang di katakan Rey tadi itu dia hanya menggoda kamu aja,dia nggak sungguh-sungguh mengatakannya." Bunga mencoba meyakinkan,dan mencoba menghibur ade nya yang lagi kesal itu.
"Iya kak,aku nggak akan biarin ucapan Rey itu merusak mood soreku ini," ujarnya.
"Ohh iya,gimana kesan-kesannya hari pertama kuliah di tempat baru Yas?" Bunga membuka pembicaraan baru.
"Alhamdulillah kak lancar,dan aku seneng teman-teman satu ruangan aku orang-orangnya pada asyik banget,,dan aku juga seneng karena di hari pertama aku udah langsung dapat teman kak,namanya Putri dan Nabila,kakak sendiri gimana?" bertanya balik.
"Syukul Alhamdulillah kalo begitu,kakak juga seneng banget teman-temannya pada baik dan ramah,jadi kakak lebih mudah beradaptasinya.Dan kamu tau yang tadi pagi di panggil Pak Reza itu sekarang dia jadi salah satu teman kakak juga."
"Ohh maksud kakak Kak Selly ya?."
"Iya Yas,dia orangnya baik banget dan langsung nyambung saat peryama kita ngobrol."
"Kita beruntung bisa ngelanjutin pendidikan kita disina kak,dan ini berkat Ayah."
"Apa yang di katakan Ayah semalam emang benar,Ayah selalu tau apa yang terbaik buat putri-putrinya."
"Iya bener kak."
Saking asyiknya bercerita,sampe-sampe mereka nggak sadar kalo mereka sudah hampir sampai di depan gerbang.
.
.
.
Segitu dulu untuk hari ini,Terimakasih🌸