Abi & Yasmin

Abi & Yasmin
#Balas Dendam



Karena kondisinya Yasmin yang masih kurang sehat,maka sampai selesai waktu pembelajaran Yasmin masih berada di UKS,dan Bunga masih setia menunggu Yasmin.


Waktu pembelajarannya selesai,Bunga dan Yasmin memutuskan untuk pulang,dan Yasmin sudah merasa lebih baik,kepalanya sudah tidak terasa sakit seperti tadi lagi.


"Yas,kita pulang ya...kelihatannya yang lain juga udah pada pulang,sini kakak bantu." Sambil membantu Yasmin berdiri.


"Kamu bisa jalan?apa kepalanya masih pusing?" sambungnya.


"Nggak kok,kepalaku sekarang udah nggak terlalu pusing,dan aku bisa jalan sendiri kak," jawab Yasmin.


"Sini biar kakak bantu." Sambil menggenggam tangan Yasmin.


"Oh iya kak,tas aku masih di kelas."


"Sekarang kakak antar kamu ke parkiran dulu,setelah kamu masuk ke mobil,nanti kakak balik lagi buat ngambil tas kamu."


"Nggak usah kak,tas Yasmin sudah aku bawain."


Seseorang yang baru datang,mengejutkan Bunga dan Yasmin.


"Eh,,Putri Nabila..makasih kalian udah repot-repot bawain tas aku," ujar yasmin.


"Oh iya,gimana kepala kamu apa masih sakit?" tanya Nabila.


"Sekarang udah baikan Bil,,makasih ya kalian udah bantu aku."


"Iya sama-sama," serentak keduanya.


"Ya udah ayo sekarang kita pulang."


"Tas kak Bunga gimana? kakak belum mengambilnya kan?" Yasmin bertanya.


"Itu..." Sambil menunjuk ke arah depan.


"Tadi kakak minta tolong ke Selly buat bawain tas kakak kesini," jelasnya.


"Oh gitu."


"Bunga ini tas kamu." Sambil mengulurkan tangannya untuk memberikan tasnya Bunga.


"Makasih ya,maaf aku jadi ngerepotin kamu," merasa nggak enak.


"Iya gapapa Bunga."


"Sekarang ayo kita pulang,biar kita antar kamu sampai ke parkiran ya Yas," kata Putri.


Mereka berlima pergi mengarah ke parkiran,,dan di perjalanan Arfan menghentikan mobilnya,dan mengajak Selly untuk pulang bareng.


"Selly...Ayo...!" ajaknya.


"Ohh iya,Bunga,Yasmin,Putri,Nabila..aku cuma nganter kalian sampe sini ya,aku pulang duluan bareng Arfan," jelasnya.


"Cie kak Selly," Putri dan Nabila menggoda Selly.


"Kalian ini..." muka Selly memerah.


"Kamu hati- hati ya Sel, dan kamu Arfan hati-hati juga bawa mobilnya," ujar Bunga.


"Iya,kalian juga hati-hati ya.Dan kamu Yasmin,cepat sembuh ya!"


"Iya kak makasih."


Mobil Arfan sudah berlalu,keempatnya melanjutkan langkah mereka menuju parkiran.


"Sampe," ujar Nabila.


"Hati-hati Yas,kak Bunga."


"Iya Putri,makasih kalian udah bantu kakak sama Yasmin."


"Entah ini ucapan terimakasih kalian yang keberpa,rasanya aku udah bosan menjawabnya." Dengan wajah polosnya di mengucapkan kalimat itu.


Yasmin,Bunga dan Putri malah ketawa melihat wajah polosnya Nabila.


"Kenapa kalian malah ketawa?" kebingungan.


"Nggak gapapa," jawab Yasmin.


"Oh iya,kalian berdua pulang naik apa??kenapa nggak bareng kita aja,biar aku sama kak Bunga antar kalian ke rumah kalian masing-masing," sambungnya.


"Itu nggak perlu Yas,aku bawa mobil sendiri,dan Nabila pulang bareng aku," jawab Putri.


"Ohh...ya udah kalo begitu kakak sama Yasmin pulang duluan,kalian berdua hati-hati juga ya," pamit Bunga.


"Iya kak,Dan kamu cepet sembuh ya Yas," sambung Nabila.


.


.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama,karena jalanan ibu kota yang macet membuat Bunga dan Yasmin pulang agak terlambat.


"Assalamu'alaikum bu...!" salam Bunga.


"Wa'alaikumussalam..." jawab ibunya.


"Ehh kalian udah pulang."


"Ehh sayang,Yasmin kamu kenapa kok kelihatannya lemes banget,kenapa,ada apa?" Tanya ibunya yang begitu khawatir melihat putrinya pulang kuliah dengan wajah yang terlihat lemas.


"Gapapa kok bu,aku agak sedikit pusing aja," jelas Yasmin.


"Sekarang ayo kamu duduk dulu."


Dan mereka bertiga menjatuhkan badannya di atas Sofa ruang tamu.


"Sebentar,ibu bawain minum dulu buat kalian berdua." Beranjak dari tempat duduknya untuk mengambil 2 gelas air putih.


"Ini minumnya,kalian minum dulu ya."


"Jadi kamu kenapa sayang coba jelasin ke ibu," sambungnya,masih dengan rasa khawatir.


"Jadi tadi Yasmin pingsan setelah ketiban bola basket bu." Bunga menjelaskan kejadian tadi siang ke ibunya.


"Ya ampun kenapa bisa ada yang ngelempar bola ke arah kamu sayang?"


"Mungkin orang itu nggak sengaja bu,dan waktu itu kebetulan Yasmin lagi jalan di koridor ke arah kantin,dan mungkin ada seseorang yang tidak sengaja ngelempar bolanya ke arah Yasmin bu," Yasmin menjelaskan.


"Ibu nggak usah khawatir,Yasmin gapapa kok,sekarang pusangnya udah mendingan,mungkin setelah Yasmin istirahat dan tidur,besok juga sembuh," sambungnya.


"Ya udah sekarang kamu istirahat aja,biar nanti makan malam nya ibu antar ke kamar kamu ya sayang.Bunga,kamu antar Yasmin ke kamarnya ya!!" perintah ibunya.


"Iya bu."


Bunga mengantar Yasmin ke kamarnya,setelah itu dia pergi kekamarnya sendiri.


***


Didalam kamar Bunga.


"Sepertinya ada seseorang yang sengaja ngelempar bola basket ke arah Yasmin,tapi siapa orangnya?Apa jangan-jangan Rey yang ngelakuin itu dan yang dia katakan tadi di UKS itu hanya akal-akalannya aja?"


Bunga memikirkan siapa yang dengan sengaja membuat adiknya itu jatuh pingsan


"Tapi rasanya nggak mungkin kalo Rey yang sengaja membuat Yasmin pingsan,aku liat dari matanya sendiri ada kekhawatiran saat dia melihat Yasmin yang terbaring lemas di UKS tadi."


"Sebaiknya aku telpon Rey aja,biar aku tanya siapa yang ngelempar bolanya ke arah Yasmin,secara kan tadi Rey juga lagi main basket saat kejadian itu."


Bunga memutuskan untuk menelpon Rey,biar kecurigaannya itu tidak terus ada di fikirannya.


***


Rumah keluarga Handika


"Abi,gue mau ngomong sesuatu sama lo." Rey masuk ke kamar Abi tanpa permisi.


"Ngomong tinggal ngomong aja," ketusnya.


"Gue tadi liat sendiri sepertinya lo sengaja ngelempar bolanya ke arah Yasmin,itu bukan nggak di sengaja,tapi lo sengaja kan?" desak Rey.


"Iya...emang gue sengaja ngelempar bolanya kearah cewe ga jelas itu." Abi berdiri sambil menatap tajam Rey.


"Beraninya lo ngelakuin itu Abi."


Rey hampir aja melayangkan tangannya ke wajah Abi.


"Kenapa,kenapa berhenti,kenapa lo nggak jadi nampar gue?" tanya Abi dengan sinisnya.


"Sepertinya lo nggak terima banget saat denger gue yang sengaja ngelempar bolanya ke arah cewe itu,sampe-sampe lo hampir nampar gue...Oooh...gue tau,apa jangan-jangan lo suka sama cewe ga jelas itu?" sambungnya.


"Jaga mulut lo ya,di bukan cewe nggak jelas,lo yang nggak jelas,nyakitin orang yang nggak beralah."


"Nggak bersalah? denger ya gue ngelakuin itu karna ada sebabnya,dan kalo bukan ulah cewe itu sendiri gue nggak bakalan repot-repot buat dia pingsan.Asal lo tau aja tadi pagi tuh cewe ga jelas nampar gue di depan banyak orang,salah dia sendiri kenapa kakinya kesandung dan jatuh di pelukan gue,bukannya minta maaf,tuh cewe malah nampar gue,dia kira gue yang meluk dia..Ish,,ogah banget gue meluk cewe ga jelas kaya dia," Abi menjelasnkan kejadinnya.


"Dan itulah alasan gue kenapa gue sengaja


lempar bolanya ke arah cewe itu," sambungnya.


"Bukan berarti seenaknya lo ngelakuin itu,dia cewe dan lo tau gak akibatnya,dia sampe pingsan dan gak tau sekarang gimana keadaannya."


"Bodo amat,itu bukan urusan gue,yang penting gue udah bales apa yang udah cewe itu lakuin ke gue."


"Sekarang lo keluar dari kamar gue,gue mau tidur." Abi mengusir Rey sambil mendoronya keluar dari kamarnya.


"Gak usah dorong-dorong,gue bisa pergi sendiri." Rey meninggalkan kamar Abi


"Ya udah silahkan pergi Tuan," ledek Abi.


Abi membuang nafasnya,lalu menjatuhkan badannya dan memejamkan matanya.Tapi gak tau kenapa Abi mengingat kejadian tadi,dan memikirkan bagaimana kalo cewe itu sampai kenapa-kenapa.


"Kenapa gue jadi inget cewe itu?"


"Abi udah lah,lo nggak salah,tujuan lo udah kecapai dan sekarang lo nggak ada urusan sama cewe ga jelas itu." Abi menenangkan dirinya.


Abi memejamkan matanya lagi.


.


.


.


Tunggu kelanjutannya ya,,oh iya dukungan kalian sangan berarti,biar aku semangat up nya,,jangan lupa tinggalin jejak kalian dan kasih like nya dan jangan lupa juga isi kolom komentarnya,kalo ada kritik dan saran yang membangum InsyaAllah aku terima🌸