Abi & Yasmin

Abi & Yasmin
#Semua Mata Tertuju Pada Rey & Yasmin



Awal pekan telah tiba..


Dan seperti biasa Yasmin dan Bunga bersiap-siap untuk pergi ke kampus.


Namun berbeda dengan biasanya,hari ini mereka tidak sarapan bareng Ayah dan Ibunya,Pak Irwan dan Bu Iren harus berangkat pagi untuk sampai di bandara,karena Pak Irwan ada acara pertemuan dengan clientnya yang mengharuskan istrinya ikut bersamanya ke luar kota selama satu minggu.


"Ayah Ibu kalian hati-hati yah,Yasmin pasti akan merindukan kalian" Memeluk Ayah Ibunya sambil menangis.


"Iya,dan kenapa perginya harus dadakan kaya gini?" Menyusul Yasmin memeluk Ayah Ibunya.


Jadi kepergian Pak Irwan dan Bu Iren sangan mendadak,mereka baru saja di kabari semalam dan itu jam 10 malaman dan mereka langsung berkemas dan menyiapkan keperluan selama satu minggu di luar kota.Sementara Bunga dan Yasmin baru dikabarin pas mereka bangun Subuh,dan itulah kenapa mereka sangat sedih di tinggalin Ayah dan Ibunya dan ini baru pertama kali di tinggalin Ayah dan Ibunya setelah mereka pindah ke Jakarta.


"Sebenarnya Ibu juga nggak tega ninggalin kalian berdua,kalian hati-hati ya di rumah,jaga diri kalian,dan kalo ada apa-apa langsung hubungi Ayah dan Ibu ya sayang." Memeluk kedua putrinya dan meneteskan air mata.


"Iya Ibu,Ibu sama Ayah juga hati-hati ya,dan cepat pulang," rengek Yasmin.


"Aku sama Yasmin antar Ayah Ibu ke bandara ya."


"Nggak usah sayang,nanti kalian telat lagi ke kampusnya,lagian itu supir Ayah udah datang.Ayah sama Ibu berangkat ya,kalian jangan sedih lagi,ini nggak lama kok,Ayah pastikan kalo udah selesai semua kepentingannya Ayah dan Ibu akan langsung pulang." Sambil mencium kening kedua putrinya.


"Jangan sedih lagi ya,ini cuma satu minggu." Ibunya juga mencium kening kedua putrinya.


"Iya Ayah,iya Ibu" Keduanya membalas ciuman Ayah dan Ibunya.


Lalu Pak Irwan dan Bu Iren pergi.


Tak lama setelah Pak Irwan dan Bu Iren pergi,Rey sampai di rumahnya Yasmin.


"Assalamu'alaikum." Rey mengucapkan salam setelah keluar dari mobilnya dan menghampiri Yasmin dan Bunga yang sedang berdiri di depan rumahnya.


"Wa'alaikumsalam." Keduanya menjawab bersamaan.


"Kalian berdua kenapa kok kayanya habis pada nangis?dan mobil yang barusan keluar dari gerbang rumah kamu itu siapa Yas?"


"Itu Ayah sama Ibu aku kak,mereka mau pergi ke bandara."


"Emangnya mau kemana?"


"Ada pertemuan antara Ayah dan Clientnya di luar kota selama satu minggu,dan mengharuskan Ibu juga ikut bareng Ayah," jelas Yasmin.


"Ohh gitu,kakak kira Ayah sama Ibu kamu ada,tadinya kakak mau nemuain Ayah dan Ibu kamu Yas."


"Iya kak,lain kai aja."


"Iya gapapa,ya udah ayo berangkat nanti kesiangan,dan kamu Bunga ikut bareng kita aja nggak usah bawa mobil," ajak Rey.


"Iya kak,kakak bareng aku sama kak Rey aja."


"Nggak lah,mending aku bawa mobil sendiri dari pada bareng kalian,aku nggak mau lah jadi obat nyamuk." Ketus Bunga bercanda dengan maksud untuk mengeluarkan dirinya dan Yasmin dari kesedihan yang baru saja mereka hadapi.


"Iihh dasan kak Bunga."


"Udah ah,kakak berangkat duluan,kalian berdua hati-hati," pamit Bunga.


"Iya kak,kakak juga hati-hati."


"Jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya Bunga," perintah Rey.


"Iya Rey,,duluan ya." Sambil berjalan masuk ke mobilnya,lalu melajukan mobilnya.


"Ya udah kita berangkat juga yu." Rey membukakan pintu mobilnya untuk Yasmin.


"Makasih."


Dan Rey juga masuk ke mobil dan melajukan mobilnya.


Saat di perjalanan Yasmin hanya diam dan masih merasa sedih karena Ayah dan Ibunya pergi.


"Kamu masih sedih?" Rey membuka pembicaraan.


Yasmin hanya mengangguk.


"Udah kamu jangan sedih lagi,kalo kamu terus kepikiran Ayah dan Ibu kamu,pasti mereka juga ikut ngerasain dan mereka juga pasti akan terus mikirin kamu.Udah ya jangan sedih lagi."


Yasmin menengok dan menatap Rey,lalu tersenyum.


"Kak Rey bener,kalo aku terus-terusan mikirin Ayah Ibu nanti mereka juga akan terus mikirin aku sama kak Bunga,dan itu pasti akan menghambat pekerjaan Ayah."


"Jadi sekarang ngga sedih lagi ya?"


Yasmin menganggukan kepalanya.


Dan setelah menempuh perjalanan dari rumah Yasmin ke kampus,merekapun akhirnya sampai di kampus.Rey langsung memarkirkan mobilnya di parkiran,lalu membukakan pintu mobilnya untuk Yasmin.


Rey dan Yasmin berjalan berdampingan menuju ruang kelas mereka masing-masing,karena hampir semua mata tertuju pada mereka berdua,itu membuat Yasmin merasa malu dan canggung saat jalan bareng Rey.Dan terdengat beberapa mahasiswi yang berbisik-bisik,tentunya mereka sedang membisikan soal Rey dan Yasmin.


"Udah kamu nggak usah menghiraukan mereka,biarin aja." Rey menenangkan Yasmin dan menggenggam erat tangannya,karena Rey tau Yasmin merasa gugup dan canggung sat berjalan bersamanya.


"Iya kak."


Rey dan Yasmin sampai di ruangan mereka masing-masing.


"Ehh Yas,kamu tau nggak sepertinya semua orang yang ada di kampus ini lagi membicaran soal kamu dan kak Rey," ceplos Nabila.


"Iihh Nabila apaan sii,Yasmin baru dateng juga,kamu malah langsung ngomongin itu."


"Gapapa put,dan aku juga tau kok Nab,saat aku turun dari mobil kak Rey kayanya hampir semua orang ngeliatin aku sama kak Rey,dan sesekali mereka berbisik-bisik ngomongin aku."


"Iya lah Yas,mereka pada ngomongin kamu sama kak Rey,karena mereka pada nggak ikhlas kalo cowo idaman mereka sekarang udah punya pacar," ceplos Nabila lagi.


"Udah lah biarin aja,aku nggak mau ambil pusing,itu hak mereka," jawab Yasmin.


Datanglah Abi dan kedua temannya Ricko dan Sandi.Abi langsung duduk di bangkunya yang berada di samping bangku Yasmin.


"Yasmin!" Suara panggilan Abi yang dingin namun terdengar sangat merdu dan khas.


Yasmin terkejut mendengan namanya ada yang manggil,dan Yasmin menengok ke arah bamgku Abi.


"Iya,kenapa?" Ketus.


"Soal tempo hari,gue minta maaf."


Belum sempat Yasmin menjawab perkataan Abi,dosen yang akan mengajar di ruangan mereka ternyata datang dari arah pintu.


"Pagi...selamat mengawali pekan kalian," ujar dosennya.


"Pagi Pak...," serentak.


Seluruh mahasiswa dan mahasiswi yang ada di ruangan itu belajar dengan khidmat.


*****


Waktu Iatirahat


Abi berdiri untuk pergi ke kantin.


"Abi!!" Yasmin memanggilnga.


Abi menengok ke arah Yasmin.


"Kenapa?" Dingin.


"Soal tadi,iya...aku mau maafin kamu,dan aku harap kamu juga maafin aku," Yasmin memaafkan Abi.


"Iya,gue juga maafin lo," Dan berlalu melanjutkan tujuannya untuk pergi ke kantin.


"Kalian berdua ngomongin apaan?" Nabila kebingungan.


"Keppo kamu Nab," bercanda.


"Nanti aku ceritaain,ayo ke kantin," sjak Yasmin.


"Ayo," jawab Putri.


Dan saat berjalam menuju kantin Yasmin menceritakan soal Abi yang meminta maaf padanya.


"Iya jadi beberapa hari yang lalu,yang kalian pada pergi ke mall,aku kan nungguin kak Bunga di dalam kelas,dan kebetulan Abi masih ada di kelas juga,karena aku masih merasa bersalah soal kejadian yang aku nampar dia,akhirnya aku memberanikan diri buat minta maaf ke dia,dan sudah aku duga dia hanya diam aja.Dan tadi sebelum ada dosen masuk,Abi meminta maaf soal dia yang udah sengaja ngelempar bola basket ke kepala aku.Karena keburu dosen datang dan aku belum bilang kalau aku udah maafin dia akhirnya tadi sebelum kita ke sini aku bilang ke Abi kalo aku udah maafin dia,dan dia juga maafin aku.Akhirnya aku udah nggak ada masalah sama si kutub es itu lagi." Merasa bahagia.


"Ohh jadi gitu...bagus lah kalo kalian udah baikan," ujar Putri.


"Iya Put."


"Udah yu lanjut jalannya,nanti keburu penuh kantinnya," ujar Yasmin.


Dan mereka melanjutkan langkah mereka ke kantin.


.


.


.


TBC🌸