Abi & Yasmin

Abi & Yasmin
#Keluarga Handika



Sesampainya di rumah mereka saling melepas kerinduan yang selama satu minggu mereka tahan.


"Aku seneng banget Ayah dan Ibu sekarang udah ada di rumah bersama kita lagi." Ujar Yasmin sambil memeluk Ayah Ibunya.


"Iya,kakak juga seneng."


"Udah,sekarang Ayah dan Ibu pergi ke kamar dan beristirahat,aku yakin pasti kalian sangat kelelahan," sambung Bunga.


"Dan semua barang bawaan Ibu dan Ayah ini biar kita yang bereskan," sahut Yasmin.


"Ihh ga usah biar Ibu aja," Irene melarang keduanya.


"Gapapa Bu,udah sekarang Ayah dan Ibu pergi ke kamar dan langsung istirahat." Sambil mendorong perlahan kedua orang tuanya.


"Baik lahh,Ayah akan menurut."


Lalu Irwan dan Irene masuk ke kamarnya untuk beristirahat.Sedangkan Bunga dan Yasmin,mereka membereskan beberapa barang bawaan Ayah dan Ibunya.


*****


Rumah Keluarga Handika


"Akhirnya kita sampai jugadi rumah pah." Ujar Sandra sambil membuka pintu mobilnya.


"Ayo cepat semua orang pasti menunggu kita!"


"Iya pah." Berjalan masuk menuju rumahnya.


"Dan kamu tolong bawa semua barang-barang yang ada di dalam mobil," perintah Sandra pada sopir pribadinya.


"Iya baik Bu."


Lalu Sandra melanjutkan langkahnya,dan membuka pintu rumahnya.Dan benar saja,semua penghuni rumah itu sedang menunggu kedatangan Gilang dan Sandra.


"Tante....!!" Tiara berlari ke arah Sandri lalu memeluknya.


"Akhirnya tante pulang,aku kangen banget sama tante,tante gimana kabarnya?" sambung Tiara.


"Sayang...tante juga kangen banget sama kamu,kabar tante baik,kamu sendiri bagaimana?" Lalu mengecup kening Tiara.


"Aku juga baik tante," jawab Tiara.


"Apa kamu hanya merindukan tantemu saja?apa om tidak?" tanya Gilang bercanda.


"Ooommm,aku juga sangat merindukan om,om bagaimana kabarnya?" Menghampiri Gilang dan memeluknya.


"Kabar om baik,semoga kamu juga ya Ra."


"Iya om aku juga baik."


"Om perhatikan sepertinya kamu sekarang terlihat gemukan." Sambil melihat badan Tiara dari atas sampai bawah,dengan maksud untuk menggodanya.


"Aahhh masa iya sii om?nggak kok aku gak gendutan." Sambil cemberut.


"Tuhh kan apa yang gue bilang juga,sekarang lu gendutan Ra." Ujar Abi yang menghampiri Tiara lalu menggodanya.


"Awas lu ya Abi." Memukul-mukul Abi.


"Sudah sudah kalian ini bisanya berantem terus," ujar Dewi.


"Ayo kak duduk,kalian pasti cape setelah menempuh perjalanan dari sana," sambung Dewi.


Sandra dan Gilang duduk.


"Bi tolong bawakan beberapa gelas air minum ke sini ya!" perintah Dewi.


"Jadi bagaimana kak semua pekerjaannya apa udah selesai?" tanya Irfan.


"Iya alhamdulillah semuanya sudah beres,dan kamu tau,salah satu clientnya adalah teman SMK ku dulu." Menceritakan tentang pekerjaannya yang dilakukan di Medan tempo hari.


"Siapa kak?" penasaran.


"Dia sahabat karib aku saat di SMK dulu."


"Aku tau,apa dia Irwan kak?"


"Iya benar sekali,aku nggak nyangka setelah sekian lama akhirnya kita bertemu."


"Emangnya sekarang Irwan dimana kak?"


"2 minggu yang lalu mereka baru pindah ke Jakarta,Irwan memimpin cabang perusahaan milik bosnya," jelas Gilang.


"Waaah bagus kalo begitu, aku juga bisa ketemu sama Irwan," ujar Irfan.


"Udah ngobrol-ngobrolnya,sekarang papah sama mamah istirahat gih,kalian pasti cape." Rey memotong pembicaraan Gilang dan Irfan,dan menyuruh kedua orang tuanya untuk istirahat.


"Iya bener kata kak Rey,kalian pasti cape,ngobrol-ngobrolnya bisa dilanjut nanti saja," ujar Tiara.


Lalu keduanya pergi ke kamar untuk beristirahat.


Dan semua penghuni yang tadinya berkumpul di ruang keluarga langsung berpencar ke kamarnya masing-masing.


Kamar Rey


"Yasmin lagi ngapain ya?"


"Aku telpon aja deh."


Tak perlu berlama-lama,Rey langsung menelpon Yasmin.


"Hallo Yasmin."


"Hallo kak."


"Kamu lagi ngapain?"


"Aku lagi istirahat di kamar,baru aja aku sama kak Bunga habis beres-beres barang bawaan Ayah dan Ibu,kak Rey sendiri lagi ngapain?"


"Kakak lagi mikirin kamu," gombal Rey.


"Dassar gombal."


"Kakak serius,kakak rindu sama kamu," menggoda Yasmin lagi.


"Dan sangat menyebalkan karena masih ada satu hari lagi untuk menahan rindu ini," sambungnya.


"Kak Rey lebay," ujar Yasmin sambil ketawa-ketawa.


"Kakak suka saat dengar kamu ketawa,tetaplah seperti ini dan jangan pernah tinggalin kakak ya!"


"Kak Rey ini kenapa,seolah-olah besok aku mau ninggalin kakak aja." Merasa heran dengan perkataan Rey.


"Suuuutt,,kamu jangan ngomong kaya gitu,pokonya berjanji kamu akan selalu ada di samping kakak."


"Iya kak,InsyaAllah."


"Aku sayang sama kamu."


"Aku lebih sayang sama kak Rey."


"Udah ah,,aku mau tidur siang dulu,gapapa kan?"


"Ya gapapa,ya udah kakak matiin telponnya ya."


"Iya...daah."


"Daaah I Love You."


"I Love You too kak Reynaldi." Sambil senyum-senyum.


"Tuut...Tuut..."


Rey mematikan sambungan telponnya.


"Sungguh aku nggak mau kehilangan kamu Yasmin." Bergumam sendiri lalu memejamkan matanya.


Kamar Gilang dan Sandra


"Pah,tadi pas kita sampai di bandara kita tidak sempat berbica bahkan bertemu lagi dengan Irwan dan Irene," ujar Sandra


"Iya benar mah."


"Pokonya di lain waktu papah harus atur waktu buat kita bertemu lagi,kelihatannya mereka keluarga baik-baik,mamah suka dengan keluarga mereka dan mamah juga penasaran dengan kedua pitrinya,mungkin salah satu dari mereka cocok buat anak kita pah."


"Iya mah,mamah betul,papah setujuu dengan apa yang mamah katakan barusan.Nanti papah akan atur waktunya,sekarang kita beristirahat dulu papah cape banget."


Mereka membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur,lalu memejamkan matanya masing-masing.


*****


Hari sudah sore,dan suasana di rumah keluarga Handika terasa sangat sepi,karena semua penghuninya sedang menghabiskan waktu mereka di kamarnya masing-masing.


Sandra bangun,dan langsung menyegarkan dirinya dengan mandi,lalu memutuskan untuk kebawah membantu pekerjaan pembatunya yang sudah sibuk menyiapkan hidangan untuk makan malam.Walaupun Sandra nyonya di rumah itu,tapi dia sangan baik dan selalu membantu pekerjaan pembantunya seperti membantu menyiapkan makanan.


"Ehh nyonya udah bangun."


"Iya bi,jadi buat makan malam nanti bibi masak apa bi?" tanya Sandra.


"Biar saya bantu," sambungnya.


"Nggak usah nyonya,biar saya saja yang mengerjakan semuanya."


"Kamu ini,walaupun saya sudah sering melakukan ini,selalu saja kamu merasa sungkan sama saya,ingat bi jangan merasa sungkan lagi,bi Imas dan pa Aryo udah saya anggap sebagai bagian dari keluarga kami,jadi untuk hal ini jangan pernah merasa sungkan lagi dan kalo bibi memerlukan sesuatu katakan saja pada saya,saya pasti akan bantu bibi," jelas Sandra.


Dan pa Aryo ini suami dari bi Imas mereka sudah bekerja di rumah keluarga Handika selama 10 tahun.


"Terimakasih nyonya,anda sangat baik sekali,saya nggak tau harus berbuat apa untuk membalas semua kebaikan nyonya dan seluruh anggota keluarga ini." Meneteskan air mata karena terharu.


"Sudah,bibi nggak perlu melakukan apa-apa,,cukup bekerja dengan baik itu saja sudah cukup bagi saya bi," ujar Sandra.


"Udah ayo kita lanjutkan masaknya,nanti keburu malam," sambung Sandra.


"Iya nyonya."


Bi Imas dan Sandra selesai menyiapkan semua masakannya,lalu keduanya menghidangkan makanannya ke meja makan.


Dan setelah semuanya berkumpul,mereka makan bersama di meja makan.


.


.


.


TBC🌸


Jangan lupa like dan komennya😉