
6 Bulan Kemudian (Kamar Sandra dan Gilang)
"Pah,semenjak kita ketemu sama Irwan dan Irene kita belum sempat ketemu mereka lagi,dan katanya papah akan atur waktunya,tapi sampe sekarang masih juga belum papah tentukan kapan waktunya." Cemberut.
"Iya mah,maaf papah lupa,kan mamah tau sendiri selama 6 bulan kebelakan pekerjaan papah sangan padat,mamah nggak usah khawatir sekarang papah telpon Irwan,papah akan ajak mereka makan malam."
"Ya udah cepetan sekarang telpon!" Perintah Sandra.
"Iya,iya..." Menelpon Irwan.
Sambungannya terhubung.
"Assalamu'alaikum wan!" salam Gilang.
"Wa'alaikumsalam Lang," jawab Irwan.
"Kamu apa kabar,maaf nih baru sempat ngabarin kamu lagi,akhir-akhir ini aku disibukan dengan pekerjaanku."
"Kabar aku baik,kamu sendiri gimana?Dan soal itu,aku ngerti kok kita sama-sama bekerja pasti kita akan merasakan berada di titik kesibukan."
"Kabar aku juga baik.Gini Wan istriku nggak sabar banget katanya pengen kita ketemu lagi,dia penasaran dengan kedua putri kamu,dia berharap salah satu putri kamu jadi menantunya dia," tanpa basa-basi.
"Iya Wan,kalo kamu nggak keberatan aku pengen kita ketemu,dan kalo bisa ajak kedua putri kalian juga," sambar Sandra.
"Tentu saja San,dengan senang hati,InsyaAllah kalo kedua putriku tidak ada kesibukan aku pasti ajak mereka."
"Ohh iya,jadi ketemuannya mau kapan?" Sambung Irwan.
"Gimana kalo nanti malam aja," jawab Gilang.
"Oke aku setuju,nanti kamu WA aja alamat tempatnya."
"Oke siap,ya udah Wan segitu aja,sampai ketemu nanti malam,salam buat Irene!" pamit Gilang.
"Iya Lang,,Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam."
"Tuut...Tuut..."
Sambungan telponnnya mati.
"Akhirnya,kita ajak Rey sama Abi juga ya pah."
"Kamu coba aja ajak mereka,papah sii setuju-setuju aja kalo merekanya mau,tapi papah nggak yakin mereka mau ikut." Sambil merapikan dasinya.
"Ya udah sekarang papah berangkat aja,soal Rey dan Abi biar mamah yang urus," ujar Sandra.
"Iya,papah berangkat dulu ya." Lalu mencium kening Sandra.
"Iya,hati-hati pah." Mencium tangan suaminya.
"Assalamu'alaikum." Sambil berjalan keluar kamar.
"Wa'alaikumsalam".
Hari ini Gilang tidak sarapan di rumah karena terburu-buru akan ada meeting dengan staff-staff nya.
Kamar Irwan
"Yah...udah siap belum ayo kita sarapan dulu." Berjalan menemui Irwan dan mengajaknya sarapan pagi.
"Iya ini Ayah udah siap,ohh iya Bu tadi Gilang nelpon Ayah dan dia ngundang kita buat makan malam,dan katanya ajak Bunga dan Yasmin juga."
"Waahh,Ibu seneng akhirnya kita ketemu lagi,Ibu kangen sama Sandra,ya walaupun cuma beberapa hari kita kenal tapi Ibu sama Sandra udah kaya kenal lama."
"Dan soal Bunga dan Yasmin,Ayah aja yang ngomong," sambung Irene.
"Ya udah ayo kita sarapan,nanti kita tanyaken mereka pas sarapan." Sambil merangkul Irene menuju meja makan.
Karena semuanya sudah berkumpul,mereka langsung memulai sarapan paginya.Dan di tengah-tengah mereka menyantap sarapan paginya,Irwan menanyakan soal undangan Gilang tadi.
"Bunga...Yasmin...tadi sahabat SMK Ayah telpon,dan dia mengundang kita buat makan malam,kira-kira kalian bisa ikut nggak?"
"Undangan makan malamnya jam berapa Yah?" tanya Yasmin.
"Jam 20.00 WIB," jawab Irwan.
"Yahhh...kayanya kita berdua nggak bisa yah,soalnya di kampus ada acara perayaan ulang tahun kampus kita dan acaranya nyampe jam 22.00an," jelas Yasmin.
"Ya udah gapapa kalo kalian nggak bisa ikut,,dan soal ijin,Ayah ijinin kalian..tapi ingat kalian harus kabarin Ayah kalo kalian udah mau pulang dan jangan terlalu malam-malam juga,jaga diri kalian ya,hati-hati," ujar Irwan.
"Iya siap Ayah,makasih" Kedunya menjawab bersamaan.
"Udah,sekarang cepat habiskan makanan kalian,nanti kalian kesiangan lagi," ujar Irene.
Dan sarapan paginya selesai,Bunga dan Yasmin langsung berangkat ke kampus,dan di susul Irwan yang akan berangkat ke Kantor.
*****
Siang Hari Di Kampus
Satu panggilan masuk di handphonenya Rey.
"Siang-siang begini ngapain mamah telpon gue?" Bertanya pada dirinya,lalu mengangkatnya.
"Hallo mah,ada apa?"
"Hallo,kamu masih di kampus?"
"Iya,kenapa emangnya?"
"Kira-kira kamu pulangnya jam berapa?"
"Hari ini aku,Abi sama Arfan pulangnya agak malam mah,soalnya di kampus ada acara," jelas Rey.
"Emangnya nggak bisa ya pulangnya agak cepat?"
"Nggak bisa mah,semua mahasiswa harus ada di kampus sampai acaranya selesai,emangnya ada apa?mamah baik-baik aja kan?" tiba-tiba Rey merasa khawatir.
"Gapapa,mamah baik-baik aja,,cuma mamah mau ngajain kamu sama Rey buat makan malam bareng teman sekolahnya papah dulu."
"Yaah...maaf mah aku sama Abi nggak bisa,mungkin lain kali aja."
"Ya udah deh gapapa,ohh iya kalian hati-hati ingat jangan nakal-nakal,dan pulangnya jangn malam-malam banget," pesan Sandra.
"Iya maah,,ya udah Rey matiin dulu telpnnya yah,dah mah,,muach." Memberikan kecupan virtual.
Lalu Rey mematikan sambungan telponnya.
"Ada apa,tumben-tumbenan mamah telpon?" Tanya Abi,yang kebetulan mereka sedang bersama.
"Itu...mamah ngajakin kita makan malam bareng temannya papah dulu pas di sekolah," jelas Rey.
"Ohh...kirain ada hal yang penting."
*****
Malam Tiba
"Ayo mah,jangan lama-lama dandannya,nanti kita telat."
"Dan Rey sama Abi dimana?mereka jadi ikut nggak?"
"Mereka berdua nggak bisa ikut,karena di kampus mereka ada acara perayaan ulangtahun kampus mereka," jelas Sandra.
"Terus giman kita mempertwmukan kedua putra kita sama kedua putrinya Irwan?"
"Ishh...papah ini ya,emang nggak inget apa?kedua putrinya Irwan kan kuliah di kampus yang sama sama anak kita,dan udah pasti mereka juga menghadiri acara kampusnya."
"Ohh iya,papah lupa."
"Lagian gapapa lah mereka nggak ikut juga,biar ini menjadi obrolan kita aja dulu sebagai orang tuanya mereka,semoga aja niat baik kita ini memang sudah Allah takdirkan."
"Iya mah,Aamiin...ya udah ayo berangkat."
Bersambung..
.
.
.
TBC🌸