Abi & Yasmin

Abi & Yasmin
#Perjodohan



Dan setelah setengah jam menempuh perjalanan menuju restorannya,mereka pun sampai di tujuannya.Lalu mereka masuk dan duduk di meja yang telah mereka pilih.Dan tidak menunggu lama,Irwan dan Irene juga sampai di restorannya,dan langsung menemui Gilang dan Sandra.


"Irene,kamu apa kabar?akhirnya kita ketemu lagi." Sandra memeluk Irene lalu cipika-cipiki.


"Ayo silahkan duduk." Gilang mempersilahkan duduk,setelah Gilang dan Irwan berpelukan melepas kerinduan mereka.


Setelah semuanya duduk di tempat mereka masing-masing,mereka langsung memesan beberapa menu andalan yang ada di restoran itu.


Dan pesanannya datang,lalu mereka langsung menyantap makanannya sambil ngobrol-ngobrol


"Sandra,Gilang,maaf yah kedua putri kita nggak bisa ikut makan malam bareng kita," ujar Irene.


"Iya gapapa Ren,aku tau kok mereka nggak bisa ikut karena mereka ada acara di kampus kan?dan sama seperti anak kita,mereka juga nggak bisa ikut,karena harus menghadiri acara yang ada di kampusnya juga," jelas Sandra.


"Ohh iya aku lupa,kan kedua anak aku dan anak kamu,mereka satu kampus ya."


"Iya."


Setelah selesai makan,Sandra memulai pembicaraan tentang keinginannya menjadikan salah satu putri Irwan dan Irene menjadi menantunya.


"Jadi begini Wan,Ren...aku dan suamiku sudah berdiskusi bagaimana kalo salah satu putri kalian di jodohkan sama putra sulung kita?" tanya Sandra dengan penuh harapan.


"Iya Wan,mengingat persahabatan kita dulu,aku sudah merasa kalian ini keluarga kita,dan nggak ada salahnya kalo kita benar-benar jadi satu keluarga," jelas Gilang.


"Tapi kan sama sekali kalian belum lihat kedua putri kita,bagaimana kalian bisa yakin dan secepat ini?" tanya Irwan merasa kaget.


"Aku yakin dengan didikan kalian," Jawab Gilang singkat,namun terlihat sangat yakin.


"Ya udah,biar tidak ada keganjalan apa-apa,kalian lihat dulu kedua putri kita." Ujar Irene sambil menunjukan 2 foto putrinya.


"Yang sebelah kanan ini namanya Yasmin Raina Lestari,dia putri bungsu kita,dan yang sebelah kiri ini namanya Bunga Rakana Lestari,dia putri sulung kita," jelas Irene.


"Kedua putri kalian cantik-cantik Wan,mereka benar-benar cantik," puji Gilang.


"Iya pah,mamah suka kedua-duanya,mereka sangt cantik,dan mamah yakin mereka anak-anak yang baik," Sandra memujinya juga.


"Dan ini kedua putra kami,sang sebelah kanan ini dia namanya Muhammad Abizar Handika putra bungsu kita,dan yang ini namanya Reynaldi Pratama Handika putra sulung kita.Dan aku sama mas Gilang ingin menjodohkn putra sulang kita dengan salah satu putri kalian.Bagaimana,apa kalian juga suka dan setuju dengan niat kita ini?" sambung Sandra,dan langsung mengatakan niatnya itu.


"Anak-anak kalian juga ganteng-ganteng banget,dan kelihatannya juga anak-anak yang baik,kalo aku sii setuju-setuju aja ini kan salah satu niat baik,dan InsyaAllah Allah akan meridhoinya,dan gimana menurut kamu Ren?" tanya Irwan pada istrinya.


"Iya yah...aku juga setuju," jawab Irene.


"Alhamdulillah,kalo kalian juga menyetujuinya,dan setelah di lihat-lihat aku rasa Rey cocok sama Bunga,putri sulung kalian,gimana menurut kalian?" Sandra bertanya tentang pendapatnya.


"Iya kelihatannya mereka cocok,Bismillahirrohmanirrohim InsyaAllah aku menerima perjodohan antara Reynaldi dengan Bunga," tegas Irwan.


"Alhamdulillah,semoga aja mereka juga saling suka," ujar Sandra.


Lalu mereka saling berpelukan,dengan penuh kebahagiaan.


Setelah obrolan tentang perjodohan itu selesai,mereka pulang ke rumah mereka masing-masing.


*****


Rumah Irwan


"Yah,kok Yasmin dan Bunga jam segini belum nyampe juga ya?ini udah jam 22.30" tanya Irene dengan rasa cemas.


"Mungkin sebentar lagi nyampe,kamu jangan panik gitu,mereka pasti baik-baik aja." Irwan mencoba menenangkan istrinya yang sedari tadi merasa gelisah karena kedua putrinya belum pulang juga.


"Tuh kan,kata Ayah juga mereka sebentar lagi sampai,dan benar kan itu pasti suar mobil Bunga." Sambil membuka pintu rumahnya,dan memastikan yang datang itu Bunga dan Yasmin.


"Assalamu'alaikum Ayah,Ibu." Keduanya mengucapkan salam bersamaan.


"Kalian gapapa kan,kok pulangnya telat? Ibu khawatis kalian kenapa-napa." Irene menghampiri kedua putrinya.


"Iya bu maaf,tadi acaranya emang selesai jam 22.00 dan Ibu nggak usah khawatir kita baik-baik aja kok," Bunga menjelaskan dan menenangkan Ibunya.


"Ya udah ayo masuk,kalian udah makan belum?"


"Udah Bu,tadi kita makan bareng-bareng di kampus," jawab Yasmin.


"Syukur kalo begitu,,ya sudah sekarang kalian naik ke atas,habis itu mandi lalu istirahat ya."


"Iya Ibu,ya udah Yasmin dan kak Bunga ke atas ya."


"Iya,selamat malam."


"Selamat malam juga Ayah,Ibu."


Lalu Yasmin dan Bunga pergi ke kamarnya masing-masing.


"Kamu nggak ceritain tentang apa yang udah kuta sepakati tadi Bu?" Menggandeng Irene menuju kamarnya.


"Kayanya ini bukan waktu yang tepat,mereka kelihatan sangat cape,kita bicarakan itu besok malam aja,karena nggak mungkin juga membicarakannya besok pagi,ini hal yang serius dan kita harus membicarakannya di waktu yang tepat," jelas Irene.


"Iya kamu benar sayang."


Dan mereka masuk ke kamarnya,dan langsung memejamkan matanya untuk beristirahat.


*****


Rumah Keluarga Handika


"Assalamu'alaikum" Salam Abi sambil membuka pintu rumahnya.


Ya,tepat sekli,mereka bertiga juga baru sampai di rumah.


"Mamah,Papah,kalian belum tidur?" tanya Abi.


"Belum,mamah lagi nungguin kalian,mamah khawatir kalian kenapa-kenapa" Menghampiri Abi,Rey dan Arfan.


"Kita gapapa kok mah,emang acaranya selesai jam 22.00 makanya kita sampainya juga agak malam," jelas Rey.


"Ya udah,sekarang kalian masuk ke kamar kalian masing-masing,habis itu mandi dan beristirahat," perintah Gilang.


"Iya Om,Om sama tante juga istirahat,ini udah malam," sahut Arfan.


"Iya fan...selamat malam," ujar Sandra.


"Iya,selamat malam juga mah,pah," sahut Abi.


Dan mereka semua pergi ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat dan menghilangkan rasa lelahnya setelah seharian beraktivitas.


.


.


.


TBC🌸


Ayo bantu support cerita aku ini,dengan cara like setiap episodenya,dan ramaikan kolom komentarnya.Makasih😄