
Pagi Telah Tiba
Di kamar Yasmin,seperti biasa dia sedang bersiap-siang untuk pergi ke kampus.Dan sama hal nya di kamar Bunga.
Setelah mereka selesai bersiap-siap,keduanya turun ke bawah untuk sarapan pagi dengan Ayah Ibunya.
"Pagi Ayah,pagi Ibuu...," sapa Yasmin.
Lalu Yasmin mengecup kening keduanya,dan di susul oleh Bunga.
"Pagi juga sayang," jawab Irene.
"Ayo duduk,kita sarapan pagi," sambungnya.
Dan ditengah-tengah mereka sedang sarapan,Irwan memberikan pesan kepada Yasmin dan Bunga.
"Bunga,Yasmin,nanti usahakan kalian pulangnya lebih awal ya,ada sesuatu hal yang ingin Ayah sampaikan pada kalian berdua terutama pada kamu Bunga."
"Emangnya hal apa yang ingin di sampaikan ke kita?kenapa nggak sekarang aja?" tanya Bunga.
"Ini sesuatu hal yang sangat penting,dan nggak mungkin Ayah sampaikan sekarang waktunya terlalu sedikit,Ayah harus segera berangkat ke kantor,dan kalian juga harus sampai di kampus tepat waktu bukan?"
"Iya Yah,ya udah nanti aku sama Yasmin akan di usahakan pulangnya lebih awal."
"Bagus,Ayah sudah selesai sarapannya,kalo begitu Ayah berangkat duluan ya."
"Iya yah,Ayah hati-hati dijalannya," ujar Yasmin.
Setelah Irwan pamit untuk pergi ke kantor,Yasmin,Bunga dan Irene melanjutkan sarapannya.
"Ibu,emang hal apa yang ingin di sampaikan Ayah ke kita,kok aku jadi penasaran dan takut juga," tanya Yasmin.
"Kalian nggak perlu khawatir,ini tentang berita kebahagiaan," Irene mencoba memberi sedikit bocoran.
"Iihh Ibu,kenapa nggak di ceritain sekarang aja,aku kan jadi penasaran," rengek Yasmin.
"Udah kamu nggak usah kepo,nanti Ayah juga akan ceritain semuanya ke kita," sahut Bunga.
"Ihh kakak ini sirik aja,aku juga tau kok sebenarnya kakak juga penasaran kan,nggak usah so so kalem gitu," ledek Yasmin.
"Dassar ya kamu ini adik kurang ajar." Menggelitiki Yasmin.
"Ampun kak ampun...udah ihh aku geli."
"Eeehh kaliah ini malah becanda-canda,ayo cepat selesaikan sarapannya,nanti kalian telat." Menenangkan keributan kecil yang terjadi di meja makan.
"Yaah bu kita udah telat banget,kita berangkat ya bu...Assalamu'alaikum." Ujar Bunga sambil lari menuju garasi mobil setelah berpamitan dan bersalaman pada Ibunya lalu di susul oleh Yasmin.
"Eehh kak tungguin aku." Berlari-lari mengejar Bunga.
Setelah berlari-lari mereka masuk ke dalam mobil,dan Bunga langsung menancab gas mobilnya,karena mereka sudah sangat kesiangan.
"Kak pelan -pelan bawa mobilnya!" ujar Yasmin.
"Ini semua gara-gara kamu sii...."
"Laah kok jadi nyalahin aku?kakak yang salah kenapa jadi pake ngegelitikin aku segala," membela diri.
"Ya itu semua terjadi juga karena kamu tadi kamu ngeledekin kakak."
"Udah ah nggak usah ribut-ribut,kakak fokus aja nyetir."
"Hmm..."
Dan sepanjang jalan mereka hanya diam,sampai akhirnya sampai di kampusnya.Dan mereka beruntung tidak telat,karena di tadi jalanannya lumayan lancar,tidak terlalu macet seperti hari-hari biasanya.
"Kak aku duluan,sambil membuka pintu mobilnya."
"Iya,belajar yang bener."
"Iya siap kak."
Lalu Bunga melajukan mobilnya kembali untuk memarkirkan mobilnya.
.
.
Dan suasana di kampus itu terasa sepi,karena semua mahasiswa sedang memperhatikan pembelajaran mereka masing-masing,dan sesekali di beberapa kelas ada yang sedang ketawa-ketawa,mungkin dosennya sedang mencairkan suasana agar tidak terlalu sepi dan borring.
Dan setelah melewati beberapa pelajaran,seluruh mahasiswa bubar dan bergegas untuk pergi ke rumahnya masing-masing atau ke tempat tongkrongan-tongkrongan bagi mahasiswa dan ke mall-mall bagi para mahasiswi,dan tidak sedikit juga yang memutuskan untuk sekedar bersantai terlebih dihulu di kampus.
"Duuh Yasmin mana sii lama banget,dia lupa apa,kita kan harus sampai di rumah lebih awal."
"Bunga...Yasmin belum nemuin kamu?" Tanya Rey yang baru saja menghampiri Bunga.
"Ehh Rey...iya nih belum,mana kita buru-buru lagi."
"Emangnya mau pada kemana?"
"Emang ada apa?" bertanya lagi.
"Nggak tau Ayah nyuruh kita pulang cepet aja,katanya sii ada sesuatu hal penting yang mau dia bicarakan ke kita,"jelas Bunga.
"Naahh itu dia." Bunga menunjuk ke arah Yasmin yang menghampirinya.
"Ehh kak Rey!!" sapa Yasmin.
"Kamu dari mana aja?Bunga nungguin kamu dari tadi."
"Biasa tadi Putri sama Nabila ngajakin ngobrol dulu," jelas Yasmin.
"Ya udah ayo pulang,nanti kita telat lagi," ajak Bunga.
"Iya ayo."
"Kak Rey aku sama kak Bunga duluan ya," sambung Yasmin.
"Iya,kalian hati-hati di jalannya."
"Oke siap,kakak juga langsung pulang ya dan hati-hati juga di jalannya."
"Iya pasti." jawab Rey.
Lalu Bunga dan Yasmin langsung pergi menuju rumahnya.
Dan mereka sampai di rumah tepat pukul 18.00,selain jadwal pelajarannya yang selesai jam 16.30,mereka juga terjebak kemacetan,karena sudah biasa di jam-jam pulang kantor dan sekolahan jalanan pasti akan di padati oleh kendaraan mobil ataupun motor,itulah kenapa mereka pulangnya telat.
"Assalamu'alaikum...," salam Yasmin dan Bunga.
"Wa'alaikumsalam...," jawab Irene.
"Maafin aku sama Yasmin yah,bu,kita telat karena emng jadwal pelajaran kita nyampe sore,ditambah lagi jalanannya sangat macet yah," Bunga langsung menjelaskan apa adanya.
"Iya gapapa Ayah ngerti kok,udah sekarang kalian ke atas,mandi,habis itu Sholat Maghrib," perintah Irwan.
"Iya Yah,kalo begitu aku sama Yasmin ke atas ya."
Dan mereka pergi ke kamar mereka masing-masing untuk membersihkan diri lalu menunaikan ibadah Sholat Maghrib.
Setelah itu,mereka sekarang sudah berada di ruang keluarga,setelah makan malam bersama.
"Mungkin ini waktu yang tepat untuk Ayah menyampaikan hal penting itu," membuka pembicaraan tentang perjodohan itu.
"Iya Yah,dan sepertinya mereka berdua juga sudah sangat penasaran."
"Iya Yah,ayo cepat ceritakan apa yang mau Ayah sampaikan," perintah Yasmin yang sudah dari tadi menunggu hal itu.
"Kemarin malam kalian tau kan Ayah dan Ibu pergi untuk makan malam bersama teman SMK Ayah dulu,dan saat itu kami berempat membicarakan tentang perjodohan,mereka ingin menjodohkan anak sulung mereka dengan salah satu putri Ayah,dan mereka sudah memutuskan untuk menjodohkan anaknya itu dengan kamu Bunga," jelas Irwan.
Tegg...
"Apa?apa Ayah nggak salah,bagaimana bisa mereka ingin menjodohkan aku dengan anaknya,sementara mereka sendiri belum pernah bertemu denganku Ayah," panik.
"Iya mereka memang belum bertemu dengan kamu,tapi mereka sudah melihat foto kamu dan Yasmin,mereka keluarga baik-baik,dan juga Ayah sudah menganggapnya sebagai keluarga,dan nggak ada salahnya niat baik mereka itu kita terima," Irwan memberikan pengertian pada Bunga.
"Tapi Ayah,kak Bunga juga belum pernah ketemu sama anak mereka,bagaimana bisa kak Bunga menyetujui perjodohan ini?" Yasmin membela Bunga.
"Kamu tenang aja,kita berempat akan mempertemukan kalian,minggu depan kita akan makan siang yang akan dihadiri oleh keluarga mereka dan keluarga kita,dan saat itu lah kamu boleh menentukan jawaban kamu,antara menerimanya atau menolaknya.Tapi Ayah dan Ibu sangat berharap kamu menerimanya,Ayah lihat anaknya juga baik,dan Ayah yakin dengan didikan sahabat Ayah itu.Jangan kecewakan kita ya sayang."
Setelah Irwan menyampaikan hal tentang perjodohan itu,dia langsung pergi ke kamarnya dan memberikan waktu kepada Bunga untuk memikirkan apa yang telah di sampaikannya itu.
"Ibu...bagaimana ini bisa terjadi?aku belum siap untuk menikah dan aku sama sekali belum pernah bertemu dengan cowonya,mana mungkin aku bisa menerimanya,sementara Ayah menaruh banyak harapan padaku Bu." Bunga memeluk Irene sambil menangis.
"Ibu ngerti sayang,mungkin ini terlalu cepat dan terlalu mendadak,Ibu yakin dia anak yang baik dan dia juga sangat ganteng,kamu nggak usah khawatir semuanya akan baik-baik saja kalaupun kamu tidak menyukainya kamu boleh menolaknya,kita semua nggak akan memaksa kamu," ujar Irene untuk menenangkan dan memberikan pengertian pada Bunga.
"Dan Ibu yakin kamu nggak akan menolaknya,ingat dia ganteng banget dan Ibu lihat sendiri ya walaupun hanya dari fotonya saja,pasti aslinya lebih ganteng." Irene menggoda Bunga.
"Ya udah sekarang udah malam,sebaiknya kalian pergi ke kamar dan tidur." Perintah Irene dan berlalu menuju kamarnya.
"Iya Bu." Jawab Yasmin lalu mengajak Bunga untuk pergi ke kamar.
Apa yang di sampaikan Ayahnya itu membuat Bunga merasa bingung dan perasaannya bercampur aduk.
Setelah beberapa menit berfikir,Bunga memutuskan untuk tidur dan sejenak melupakan tentang perjodohan itu.
Bersambung...
.
.
.
**TBC🌸
Support terus ceritanya,jangan lupa di like dan di ramaikan kolom komentarnya,dan jika ada kritik dan saran yang membangun silahkan sampaikan di kolom komentar,makasih😄😄**