Abi & Yasmin

Abi & Yasmin
#PDKT Ke2



Hari terasa cepat,beberapa mata pelajaran kuliah telah di lewati semua mahasiswa yang ada di kampus itu.


"Mari pulang!!" Nabila membuka pembicaraannya setelah beberapa menit menutup mulutnya untuk berkonsentrasi belajar.


"Ohh iya Yas kamu pulang bareng kita nggak?aku sama Nabila mau mampir ke mall dulu ada sesuatu yang mau aku beli." Putri bertanya.


"Nggak ah,kalian duluan aja,aku pulang sama kak Bunga," jawab Yasmin.


"Kalian duluan aja,aku nunggu kak Bunga dulu," sambungnya.


"Ohh...ya udah kalo gitu,aku sama Nabila duluan ya!"


"Iya Put,kamu sama Nabila hati-hati ya!!"


"Iya Yas,kamu juga."


"Dah Yaas..." pamit Putri dan Nabila.


Sambil menunggu Bunga,Yasmin masih duduk di bangkunya sambil main handphone.Dan terlihat di sana ada Abi juga yang masih duduk di bangku tepat di samping bangku Yasmin.


"Duuuh...gimana ya apa aku ngomong sekarang aja?aku nggak mau terus-terusan kepikiran dan merasa bersalah soal aku yang nampar dia,,ya walaupun dia juga sering buat aku kesal,,tapi setidaknya aku udah minta maaf,dan nggak mau lagi ada urusan sama si kutub es itu." Dalam hatinya.


"Ekhem..eeuu..ehh kutub es," terbata-bata.


Abi tidak menggubris kata-kata Yasmin.


"Kutub es!!" agak menaikan nada bicaranya.


"Eehh maksudnya,Abi!!"


"Apaan?" masih sama dengan sikap dinginnya.


"Soal kemarin yang aku nampar kamu,aku minta maaf,aku bener2 nggak ada maksud buat nampar kamu.Sekali lagi aku minta maaf." Terbata-bata dengan pandangan yang sedikit nunduk ke bawah sambil memainkan kuku-kuku nya.


Disini Yasmin ngomongnya jadi aku,kamu karena dia merasa apa yang lagi di omongin nya ini sangan penting dan lebih serius.


Dan terlihat Abi melirik sedikit ke arah Yasmin.


Namun tidak ada satu katapun yang terucap dari mulutnya.


"Aku cuma mau ngomong itu aja,terlebih kamu mau maafin aku atau nggak itu urusan kamu." Lalu Yasmin berlalu meninggalkan Abi.


"Seperti yang udah aku duga,ini pasti akan terjadi,,tapi itu nggak masalah,yang terpenting aku udah minta maaf,dan sekarang aku udah merasa lega." Dalam hatinya.


Yasmin menghentikan langkahnya.


"Ohh iya,kok kak Bunga belum nelpon juga sii,sebenarnya dia udah selesai belum si pembelajarannya?"


Masih bergelut dengan pertanyaannya,suara handphone nya Yasmin berbunyi,dan ya..itu panggilan whatsApp dari Bunga.


"Hallo Yas!!"


Seseorang di sebrang sana,membuka pembicaraannya.


"Hallo," jawab Yasmin.


"Kakak dimana?kok lama banget sii,ini aku nungguin kakak udah lebih dari 20 menit," ngomel-ngomel.


"Udah nggak usah ngomel-ngomel,,kakak udah pulang duluan,kakak mau mampir ke rumah Selly,tadi kakak buru-buru sampe-sampe kakak lupa nggak ngabarin kamu," jelasnya.


"Ya ampun kak,mulai sekarang lupain aja aku,nggak usah inget-inget kalo aku ini ade kakak," ketusnya.


Yasmin mengucapkan kalimat itu,karena dia merasa kesal.


"Kalo tau kakak nggak nungguin aku,mending tadi aku ikut Putri sama Nabila aja," sambungnya.


"Iya maaf,kakak minta maaf,saking buru-burunya tadi kakak lupa."


"Iya gapapa,aku matiin dulu telponnya,aku mau nyari taksi online aja," dengan nada bicara kesal.


"Ya udah kamu hati-hati ya!!"


"Iya," jawab singkat.


"Tut...Tut..." Yasmin mematikan telponnya.


"Ada apa sii hari ini? perasaan dari tadi pagi ada aja yang bikin aku kessel." Sambil melanjutkan langkahnya menuju gerbang.


"Beep...beep..."


Bunyi suara klakson itu berasal dari mobil yang ada di belakang Yasmin.


"Ya Allah...apa lagi ini?" Sambil membalikan badannya.


Dan Yasmin terkejut saat membalikan badannya,terdapat seseorang yang sekarang berdiri di hadapannya,dan Yasmin sangat mengenal orang itu.


Saat Yasmin sedang menarik nafas dan akan mengeluarkan kata pertama dari mulutnya.Seseorang itu mendului ucapannya.


"Jangan marah-marah dulu,kali ini bukan aku yang salah,kamu yang salah karena jalan di tengah jalan," ujarnya.


"Kak Rey??"


"Iya ini aku,ingat jangan marah-marah."


"Iya,aku minta maaf karena udah ngalangin jalan kakak "


"Iya gapapa,kok kamu belum pulang?biasanya kamu pulang bareng Bunga,sekarang Bunganya dimana?"


"Kok kamu nggak ikut bareng mereka aja?"


"Saking buru-burunya dia lupa nggak ngabarin aku," sedikit cemberut.


"Udah ah,nggak usah bahas kak Bunga,aku lagi kesel sama dia," makin cemberut.


"Kalo lagi kesel gini kamu sangat menggemaskan,Yasmin." Sambil menatap Yasmin.


Karena Rey terus saja menatap Yasmin,dan itu membuat Yasmin jadi salah tingkah,akhirnya Yasmin memulai obrolannya kembali.


"Kak Rey !!"


"Eee...iya Yas," Rey sadar dari lamunannya.


"Ada apa kok kak Rey liatin aku sampe segitunya,apa ada yang salah dengan pakaianku?"


"Nggak,gak ada masalah dengan pakaianmu,aku merasa heran aja saat kamu lagi marah-marah,semua orang pasti akan takut melihatnya,dan saat cemberut dan kesal kaya tadi,kamu terlihat sangat menggemaskan," godanya.


"Iiihh kak Rey apaan sii."


"Oh iya,terus sekarang kamu pulang bareng siapa?"


"Aku mau pesan taksi online kak."


"Bareng aku aja,biar aku antar," Rey memberikan tawarannya.


"Nggak usah kak,nggak usah repot-repot." Yamin menolaknya karena dia merasa nggak enak.


"Gapapa,udah ayo masuk sebentar lagi mau hujan tuh" Sambil mendorong Yasmin perlahan masuk ke dalam mobilnya.


Setelah keduanya masuk ke dalam mobil,Rey langsung menjalankan mobilnya kembali.


Dan tak lama Rey menjalankan mobilnya,hujanpun turun.


"Tuh kan,apa yang aku bilang juga,kalo kamu tadi pesan taksi online,pasti kamu udh kehujanan." Membuka pembicaraan.


"Iya kak,makasih ya kakak udah mau repot-repot nganterin aku."


"Iya sama-sama."


"Ohh iya,gimana kepala kamu?udah nggak sakit lagi kan?" sambungnya.


"Alhamdulillah sekarang udah nggak terlalu sakit lagi,dan makasih juga kemarin kaka udah nolongin aku."


"Iya sama-sama."


"Ternyata kak Rey orangnya baik juga." Dalam hatinya sambil senyum-senyum.


Yasmin sadar dengan apa yang telah dia ucapkan dalam hatinya.Dan Yasmin di kejutkan dengan pertanyaan Rey kepadanya.


"Kamu udah punya pacar belum?" Rey mengatakannya ragu-ragu.


"Haah??kenapa kak Rey menanyakan hal itu?" dengan hati yang berdebar-debar.


"Nggak,aku cuma pengen tau aja,cowo mana yang bisa ngadepin kamu kalo lagi marah-marah?" Menggoda Yasmin sambil ketawa-ketawa.


"Iihh kak Rey nih ya." Sambil memukul-mukul lengan Rey.


Untungnya Yasmin memukul-mukul lengan Rey,saat itu di depan sedang lampu merah,dan udah pasti mobilnya sedang berhenti.


Dan seolah-olah waktu terhenti,mereka berdua saling bertatap-tatapan.Namun terhenti karena suara klakson yang terus saja di bunyikan dari arah belakang mobil Rey,dan itu membuat mereka berdua terkejut,dan keduanya membenarkan posisi duduknya sambil menatap kesembarang arah.


"Maaf kak Rey aku tadi refleks mukul-mukul kakak." Yasmin meminta maaf dengan terbata-bata.


"Iya Yas gapapa kok."


Setelah menempuh perjalannya yang lumayan lama,karena mereka terjebak macet,akhirnya sampai di rumah Yasmin.Rey menghentikan mobilnya di depan gerbang rumah Yasmin.


"Kak Rey ayo masuk dulu!!" Yasmin menawarkannya sebelum keluar dari mobil Rey.


"Lain kali aja Yas,dan salam aja buat Ayah dan Ibu kamu."


"Ohh, ya udah nanti aku salamin,sekali lagi makasih kakak udah nganterin aku pulang."


"Iya sama-sama,udah ya terimakasih nya aku udah bosan harus menjawabnya."


Lagi-lagi Rey menggoda Yasmin,,dan itu membuat Yasmin tertawa.


"Kak Rey!!Hati-hati...daahh." Sambil melambaikan tangannya.


"Daahh."


Rey menjalankan mobilnya kembali untuk pulang ke rumahnya.


.


.


.


TBC🌸


Maaf kalo ada yang,seperti biasa jangan lupa like dan komen ya😄