Abi & Yasmin

Abi & Yasmin
#Kesalahan Kedua Yasmin



Bunga dan Yasmin akhirnya sampai di rumahnya.Mereka langsung mengetuk pintu dan tidak lupa mengucapkan salam.


"Assalamu'alaikum...."


"Wa'alaikumussalam...."


Seseorang dari dalam menjawab salam Bunga dan Yasmin,kemudian membuka pintunya.


"Kalian sudah pulang?" tanya Ibunya sambil menyodorkan tangan kanan nya.


"Iya Bu...." jawab Yasmin,kemudian mencium tangan Ibu nya.


Sambil berjalan masuk ke dalam rumah,Ibu Iren bertanya tentang bagaimana hari pertama mereka kuliah di kampus baru nya.


"Jadi gimana hari pertama kuliah kalian?" tanyanya.


"Alhamdulillah bu lancar,dan aku seneng banget bu orang-orangnya pada asyik dan enak di ajak ngobol,mereka benar-benar membantu aku buat menyesuaikan diri.Pokonya seneng deh bu," jawab Bunga.


"Syukur kalo begitu,Ibu juga jadi ikut seneng.Kalo kamu gimana Yasmin?"


"Yasmin juga sama bu,teman-teman baru Yasmin pada baik-baik banget,malahan sekarang Yasmin udah punya temen deket namanya Putri sama Nabila,Putri itu orangnya asyik,rame,sama bucin banget kalo sama cowo.Dan Nabila orangnya polos,lembut,dan sama kaya Putri,bucin banget kalo sama cowo.Tapi aku nyaman sama mereka bu,mereka berdua benar-benar apa adanya."


"Bagus kalo begitu,kapan-kapan kamu ajak Putri dan Nabila ke sini,kenalin ke Ibu ya!."


"Iya InsyaAllah bu."


"Oh iya bu,dan hari ini juga Yasmin kayanya udah ada yang naksir bu." Bunga mencoba menggoda Yasmin sambil ketawa-ketawa.


"Iih apaan sii kak?nggak ada dia mah boong bu." Sambil melempar bantal kursi ke arah Bunga.


"Beneran bu,cowonya ganteng banget,tapi aneh nya dia malah ngatain cowo itu so ganteng,dan lebih parah nya lagi tadi Yasmin marah-marahin cowo itu." Sambil lirik-lirik ke arah Yasmin sambil senyum-senyum.


"Gimana aku nggak marah coba bu,pertama aku ketemu orang itu aku nggak sengaja nambrak dia,terus ngata-ngatain aku cewe aneh,,dan kedua pas aku sama Kak Bunga lagi jalan ke arah gerbang tiba-tiba ada yang hampir nabrak kita,dan orang itu orang masih orang yang sama,terus aku spontan marah-marahin dong ehh dia malah ngata-ngatain cewe judes.Gimana aku nggak marah dan nggak kesel coba bu," Yasmin mencoba menjelaskan.


"Iya Ibu paham,tapi kamu jangan tiba-tiba marah-marah,siapa tau orang itu emang nggak sengaja hampir nabrak kalian.Dan soal dia ngata-ngatain kamu,kamu nggak usah di ambil hati kata-karanya,mun dia cuma ngegodain kamu doang," saran Ibunya.


"Tuh kan,apa kata kakak juga apa Yas...Dia ngata-ngatain itu cuma ngegoda kamu aja karena dia suka sama kamu," Bunga menggodanya lagi.


"Mana ada...nggak mungkin lah." Yasmin mengatakannya dengan ketus dan cemberut penuh kekesalan.


"Udah Bunga kamu jangan godain ade kamu terus,entar dia marah sama kamu lagi." Mencoba menghentikan kejahilan Bunga.


"Aku ke kamar duluan Bu." Yasmin beranjak dari tempat duduknya.


"Tuh kan apa kata Ibu juga,pasti di marah."


"Gapapa bu,entar juga dia biasa lagi,Ibu nggak usah khawatir."


"Ya udah aku juga pamit ya bu,mau masuk ke kamar aku dulu," sambungnya.


"Iya sayang."


.


.


Malam telah tiba.Dan waktunya mereka makan malam.Namun belum terlihat sosok Ayah di meja makan itu.


"Ayah belum pulang bu?" Yasmin bertanya sambil membantu Ibunya menyiapkan makan malamnya.


"Iya bu,kok aku juga dari tadi belum lihat Ayah," sambung Bunga.


"Malam ini Ayah kalian pulangnya agak telat,karena ini hari pertama Ayah memimpin perusahaan yang sekarang Ayah pegang,jadi ada begitu banyak pekerjaan untuk menyiapkan segala sesuatu keperluan kantor barunya.Dam Ayah menyuruh kita untuk makan malam duluan.Karena malam ini Ayah makan malam di luar." Ibu Iren menjelaskan ke Bunga dan Yasmin.


"Oh begitu ya bu,ya sudah yu kita mulai makan," ajak Bunga.


Setelah mereka selesai makan malam,dan membersihkan bekasnya,Yasmin dan Bunga pamit untuk tidur ke kamarnya.Dan Bu Iren juga memutuskan untuk menunggu suaminya di kamar.


.


.


"Pagi Ayah,pagi Ibu!!!" Sapa Yasmin sambil berjalan menuju tempat makan.


"Pagi sayang," jawab Ayahnya.


"Jam berapa Ayah pulang semalem?" tanya Bunga.


"Oh iya,jadi gimana kuliah kalian kemarin,lancar kan?" sambungnya.


"Iya Ayah Alhamdulillah lancar,Ayah sendiri gimana?" Yasmin balik bertanya.


"Bagus kalo begitu,Alhamdulullah pekerjaan Ayah juga semuanya lancar," jawabnya.


"Udah sekarang kalian cepat habiskan makanannya,Ayah ada kejutan buat kalian berdua," sambungnya.


Setelah sarapannya selesai,Pak Irwan langsung buru-buru mengajak kedua putrinya untuk melihat kejutan apa yang dia berikan kepada Bunga dan Yasmin.


"Kejutan apa sii yah,kok Ayah bawa kita berdua keluar sii,emang kejutannya dimana?" Bunga bertanya karena merasa begitu penasaran.


"Sekarang kalian lihat itu!" Pak Irwan menunjuk ke arah garasi mobil.


Dan ternyata di garasi mobil itu terlihat ada satu mobil baru yang mungkin itulah kejutan yang ingin Pak Irwan tunjukkan.


"Haaah...mobil baru?" Bunga terkejuta.


"Iya sayang,mobil itu buat kalian berdua,kalian pakai mobil itu buat ke kampus kalian sehari-hari,jadi kalian berdua nggak perlu naik angkutan umum atau taksi online lagi."


"Makasih Ayah,makasih Ibu." Yasmin dan Bunga memeluk Ayah dan Ibunya.


"Ya sudah sekarang kalian berngkat gih,nanti kalian kesiangan," kata Ibunya.


"Kalo begitu aku sama Yasmin pamit ya." Mencium telapak tangan Ayah dan Ibunya secara bergantian.


"Iya,kalian hati-hati di jalannya,kalo ada sesuatu yang kalian butuhkan,kalian langsung telpon aja Ayah."


"Iya Ayah makasih," jawab Yasmin.


Kemudian mereka berdua pergi menuju kampus dengan mobil barunya.


.


.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit,akhirnya mereka sampai di kampus.Dan entah kenapa di kampusnya hari ini begitu ramai,itu membuat Bunga dan Yasmin merasa heran.


"Ini kenapa hari ini kok rame banget ya kak?" tanya Yasmin.


"Nggak tau kakak juga nggak ngerti,mungkin emang seperti ini suasana pagi hari di kampus kita Yas,,secara kan kemarin kita datang kesini agak siang,dan mungkin pas kemarin kita datang sudah ada beberapa ruangan yang sudah memulai pembelajarannya," jawab Bunga mengira-ngira.


Mereka berdua kemudian berpisah untuk masuk keruangan mereka masing- masing.


Sesampainya Yasmin di depan ruangannya,Yasmin langsung menghampiri Putri dan Nabila,yang udah dari tadi sampai di kampusnya.


"Hay Yasmin," sapa Putri.


"Hay Put,hay Nabila," Yasmin menyapa balik.


Lalu mereka asyik ngobol di koridor depan ruangan sambil menunggu dosen yang akan mengajar.Dan saat itu Yasmin sedang menceritakan kejadian kemarin,dimana dia dan kakaknya hampir ketambak sama si Rey.Tiba-tiba Putri dan Nabila terdiam dan terus melihat kearah belakang Yasmin.Seolah-olah ada seseorang yang sedang memperhatikan pembicaraan mereka bertiga terutama meliat tingkah Yasmin yang sedang asyik bercerita dan memperagakan kejadiannya.


"Hey...kalian kenapa kok jadi pada bengong?" Yasmin merasa heran.


Karena merasa bingung Yasmin pun menoleh ke arah dimana Putri dan Nabila terus saja menatap ke arah situ.


"Bruukk...."


Yasmin menoleh ke arah belakang ternyata di belakangnya ada 3 orang cowo yang sedang berdiri dari tadi tepat di belakang Yasmin.Terlihat dua cowo dari ketiganya Yasmin mengenalnya karena,yaa..dua cowo itu satu ruangan dengan dirinya.


Yasmin yang tidak sengaja menabrak cowo itu,dan tanpa iya sadari ternyata dia jatuh dalam pelukan cowo itu.


Yasmin dan cowo itu saling bertatap tatapan,tak lama kemudian Yasmin sadar,,,dan....


"Plak...," satu tamparan Yasmin mendaran di wajah tampan cowo itu.


.


.


.


Kira-kira siapa ya cowo yang Yasmin tampar??Tunggu kelanjutannya!!


Dan jangan lupa yang udah mampir tinggalkan jejak kalian!!!...🌸