
"Kalo terjadi sesuatu sama Rey,gue nggak akan pernah lepasin lo," ancam Abi.
"Sudah cukup,cowo yang dingin sedingin kutub es seperti lo nggak akan pernah ngerti apa yang sedang gue alamin saat ini," Yasmin membentak balik Abi.
"Dan berhenti menyalahkan gue,hiks...hiks..." Yasmin terhenti karena tangisannya dan susah untuk berbicara.
"Gue ngelakuin ini karena gue nggak mau mengecewakan semuanya,mengecewan Ayah,Ibu,Om dan Tante yang udah mengatur semunya,mereka semua menginginkan perjodohan ini,dan mereka mengharapkan ini terjadi.Itu sebabnya gue harus merelakan Rey buat kakak gue sendiri," Yasmin menjelaskan semuanya yang sudah dia tahan-tahan sejak Abi membentaknya.
Abi terdiam mendengar penjelasan Yasmin.
"Apa lo nggak mikiri perasaan Rey dan Bunga,gue yakin mereka berdua pasti tidak menginginkan ini terjadi."
"Sudah,lo nggak usah mempertanyakan ini lagi,hubungan gue sama Rey udah berakhir,tidak ada apa-apa lagi diantara gue dan Rey,Rey hanya akan menjadi kakak ipar gue dan akan seperti itu sampai kapanpun." Lalu Yasmin keluar dari mobil Abi.
Yasmin berlari ke arah taman yang ada di sekitar jalan tepat di samping mobil Abi berhenti.
"Ya Allah kenapa takdir mengubah segalanya?" Yasmin berteriak melepaskan apa yang ada di hatinya.
Dan Abi hanya terdiam berdiri di belakan Yasmin.
"Yasmin..." Abi mendekati Yasmin.
Yasmin menengok ke belakang,dan hanya menatap Abi sambil menangis,lalu Yasmin menyandarkan kepalanya di bahu Abi.Dan itu membuat Abi terkejut,dia bingung harus berbuat apa.
"Gue tau ini berat buat lo Yas,sorry gue tadi bentak-bentak lo tanpa memikirkan bagaimana keadaan lo sekarang," dalam hatinya.
"Udah Yas jangan nangis lagi,lo masih punya kesempatan,pertunangannya masih satu bulan lagi,lo dan Rey masih punya kesempatan buat mengatakan semuanya tentang hubungan kalian,gue yakin kalian bisa memperbaiki kekacauan ini." Abi mencoba menengkan dan memberikan pendapatnya.
"Dan satu lagi,gue minta maaf tadi gue bentak-bentak lo,gue merasa kesal karena lo hanya diam saja dan malah melarang gue ngungkapin semuanya ke mereka,dan gue juga tidak memperdulikan bagaimana perasaan lo sekarang,sekali lagi gue minta maaf," terbata-bata.
Yasmin bangun dari sandarannya.
"Maaf,gue nggak bermaksud," Yasmin tersadar kalo barusan dia menyandarkan kepalanya di bahu Abi.
"Iya gapapa,lo mau maafin gue kan?"
"Iya,maafin gue juga,tadi gue juga sempat bentak lo."
"Iya itu nggak masalah,ingat Yas lo masih punya kesempatan buat perbaiki ini semua," Abi mengingatkan Yasmin.
"Nggak Bi,gue nggak bisa memperbaikinya lagi,gue sendiri yang sudah mengakhirinya,ini sudah terjadi dan akan tetap seperti ini sampai mereka menikah."
"Dasar undur-undur labil,keras kepala banget sii lo kalau di bilangin," Abi merasa kesal lagi.
"Udah gue gak mau di bentak-bentak lo lagi,gue mau pulang,gue cape." Yasmin meninggalkan Abi.
"Ayo ikut gue." Abi menarik tangan Yasmin.
"Lepasin,gue gak mau ikut,lepasin gue." Yasmin berusaha melepaskan tangannya yang di pegang sangat erat oleh Abi.
"Abi lepasin,tangan gue sakit!!"
Abi membuka pintu mobilnya dan memasukan Yasmin ke dalam mobilnya.
"Mau dibawa kemana lagi gue?"
"Udah diem aja,katanya lo mau pulang," dengan sikapnya yang kembali dingin.
"Hentikan mobilnya,gue bisa pulang sendiri,lo nggak usah so baik sama gue."
Abi hanya diam dan fokus menyetir.
Karena Abi terus saja melajukan mobilnya,dan Yasmin bisa apa,dia hanya diam sambil melihat pemandangan kota jakarta dari jendela kaca mobil Abi.Sampai akhirnya Abi dan Yasmin sampai di rumah Yasmin.
Setelah masuk ke rumahnya,Yasmin langsung pergi ke kamarnya untuk menenangkan dirinya.
Bukannya beristirahat,Yasmin malah kembali menangis,dia masih belum percara dengan kejadian hari ini.
Dan tiba-tiba Bunga masuk ke dalam kamar Yasmin,dan itu membuat Yasmin terkejut dan langsung menghapus air matanya.
"Kenapa,kenapa kamu melakukan ini semua Yasmin?kenapa kamu membiarkan perjodohan ini terjadi,asal kamu tau kakak sama Rey sama sekali tidak menginginkan ini terjadi,dan kenapa juga kamu harus mutusin Rey?Kakak tau semuanya,Rey ceritain semuanya ke kakak.Ayo jelasin kenapa kamu lakuin ini Yasmin?" Bunga ikut menangis karena merasa nggak tega melihat adiknya yang harus menanggung semua beban itu.
"Apa kakak mau mengecewakan Ayah Ibu?mereka sudah sangat bahagia dengan perjodohan ini,apalagi tante Sandra sepertinya dia sangat menyukai kakak,dia sangat menginginkan kakak menjadi menantunya.Dan soal kalian,aku yakin dengan seiring berjalannya waktu kalian juga pasti akan saling mencintai," dengan berat hati Yasmin mengatakan itu.
"Lalu bagaimana dengan kamu Yasmin?kakak tau kamu sangat mencintai Rey."
"Sama seperti kalian,dengan seiring berjalannya waktu aku yakin aku bisa melupakan Rey."
"Tapi Rey sangat mencintai kamu,kamu jangan menyiksa dia,dia pasti sangat terluka Yas."
"Rey sekarang sudah menjadi milik kakak,dan bagiku akan tetap seperti itu sampai kapanpun,dan aku nggak perlu khawatir lagi,karena kakak ku sendiri yang akan menyembuhkan semua luka Rey."
"Udah sekarang kakak keluar aku mau mandi dan beristirahat,dan sampaikan pada Ayah Ibu malam ini ku nggak ikut makan malam bareng kalian." Yasmin menarik tangan Bunga dan menyuruhnya untuk keluar dari kamarnya.
"Tapi Yas..." Ucapan Bunga terhenti karena pintu kamar Yasmin sudah tertutup.
Yasmin pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan badannya dengan berendam di bathtub sambil menenangkan pikirannya.
Dan malam telah tiba,Yasmin benar-benar tidak ikut makan malam bareng Ayah Ibunya dan Bunga.
"Ayah,Ibu aku udah selesai makannya,dan ini makanan buat Yasmin,"
"Ya udah kamu bawain ke atas ya."
"Iya Bu,Aku ke atas dulu ya,selamat malam," pamit Bunga.
"Selamat malam juga."
Bunga sampai di depan kamar Yasmin,Bunga masih berusaha membujuk Yasmin agar Yasmin membukakan pintu kamarnya,dan dia juga sudah memutuskan untuk tidur di kamar Yasmin.
Dan akhirnya Yasmin membuka pintu kamarnya.
"Kakak boleh masuk kan?"
"Iya masuk aja."
"Ini kakak bawain makanan buat kamu,Ayah dan Ibu sangat khawatir,dan mereka menyuruh kakak membawakan makanan ini buat kamu,jadi ayo makan ya," perintah Bunga.
"Iya,sini aku makan makanannya." Yasmin mulai memakan makanannya,Yasmin perlahan-halan ingin melupakan kejadian tadi dan masa lalu nya dengan Rey,jadi Yasmin berusaha untuk bersikap seperti biasa dia tidak ingin terus-terusan berlarut dalam kesedihannya.
"Malam ini kakak tidur di kamar kamu ya?"
"Iya gapapa."
Setelah Yasmin selesai makan lalu mereka sedikit berbincang-bincang dan setelah itu mereka tertidur dengan lelap.
.
.
.
TBC🌸