
" mbak yang sekitaran 100 ada ga ?" tanya ku pada mbak nya
dia nampak bingung tapi kembali berkata " 100 ribu ya mas , maaf ga ada , paling murah 4 juta itu pun hanya anting di pojokan sana " sambil menunjuk ke arah pojokan
" eh enggak mbak maksud aku yang 100 juta an kalo ada kalung ya mbak , buat calon istri ku ini".ucap ku , dia pun mengangguk memilih , sulis hanya diam menatap ku lekat , ia memegang tangan ku erat seperti ketakutan , aku hanya tersenyum dan mengelus kepalanya , "kenapa lis , kamu ga suka kalung ya , apa mau gelang , cincin atau apa ?" tanya ku tulus , sulis hanya menggelengkan kepala , " lang nanti uang kita habis mai tinggal di mana kita !" ucap nya pasrah
aku mengangguk dan menggelengkan kepala ku , " enggak lis uang kita masih ada kok , ga akan habis kalo cuma buat beli kalung " kata ku meyakinkan agar sulis mau menerima nya
"lis ini pemberian pertama ku , apa kamu ga mau ?" tanya ku pada sulis , sulis langung menyahut cepat " lang aku pasti mau tapi keuangan kita akan cepat habis !" katanya lemah
" permisi kak mbak , ini kalung nya silahkan di pilih dahulu !" kata mbak nya setelah menata beberapa kalung di atas lemari kaca yang ada
"mbak yang ini berapa ? " tanya ku melihat kalung yang terlihat mewah , " oh ini kak ,115 juta , tapi ada diskon 10 % jadi to" ucap nya menjelaskan tapi belum selesai aku langsung memotong nya , " baiklah mbak , aku ambil yang itu , ga usah diskon mana nomor rekening nya aku kirim sekarang " ucap ku memotong penjelasan mbak penjaga toko perhiasan itu
setelah aku mentransfer 115 juta saldo ku seketika bertambah menjadi 227 juta , ya aku senang tapi belum cukup bagi ku bekerja hari ini
" eh mbak kalo yang itu dan itu harganya berapa, dan ga usah ada diskon aku ga mau terlihat miskin di depan calon aku !" kata ku sekilas , sulis menatap ku dengan ketidak percayaan
" lang , aku ga akan melihat kamu dari sudut kekayaan , aku cinta tulus kok " katanya dengan wajah ingin menangis
"iya lis , aku tahu , aku tahu , tapi aku mau memberi kan hadiah yang sepenuhnya dari kerja ku bukan di bantu adanya diskon " ucap ku membelai pipi nya dengan pelan dan lekat
ia pun hanya mengangguk , aku cukup senang lalu aku tersenyum padanya
lis aku akan belikan semua yang ada di tempat ini untuk mu
" maaf kak total keduanya 220 juta , apa kakak yakin ga mau diskon untuk pembelian ini " tanya mbak penjaga kios di mall itu
" apa aku terlihat ga serius ?" tanya ku sedikit dingin , dia pun hanya menunduk dan hanya diam
" aku transfer sekarang " kata ku langsung mengirim uang ke rekening yang sebelum nya
setelah kehilangan 220 juta , saldo ku bertambah lagi menjadi 447 juta rupiah , aku tersenyum lalu melihat tiga kalung yang masih tersisa
" mbak kalo ketiga kalung yang belum aku beli berapa total nya ?" tanya ku pada mbak penjaga toko itu
" lang kok kamu beli banyak sih terus gimana make nya nanti !" ucap sulis di sisi ku , " kalo ga kepake kita bisa kasih ke panti asuhan atau kita simpan saja , kan bisa di gunakan sebagai koleksi , ya kan lis !" kata ku
" iya lang , aku ikut aja !" ucap nya pasrah karena ga bisa mencari alasan lagi , aku hanya tersenyum dan mengecup kening nya sedikit lama aku menahan nya
" ga usah diskon , kan dah aku bilang ga usah , sekarang aku transfer dan segera kemasi barang yang aku beli " kata ku sedikit dingin karena mbak nya selalu menawarkan diskon
setelah aku memberikan 350 juta rupiah ke rekening mbak nya , saldo ku bertambah lagi dari yang semula 447 juta rupiah menjadi 797 juta rupiah ," ya udah mbak maaf ngrepotin ini tips dari ku , aku memberikan 3 juta rupiah agar uang ku bisa genap 800 juta setelah nya aku membawa 6 kalung yang ada di paper bag langsung menuju keluar bersama sulis , tapi sial nya malah aku bertemu beberapa gadis yang suka membuli sulis
" eh anak haram ya , abis borong apa an ?" tanya salah satu dari mereka ,".lo bisa ga ngomong yang baik, mentang mentang anak orang kaya berani sekali menghina sulis " bentak ku dingin
entah kenapa keberanian dari mereka sangat besar mereka langsung meraih paper bag di tangan ku , dan langsung membukanya , setelah melihat ada 6 kalung yang ada mereka tidak mengembalikan pada ku malah membawa pergi , sulis ga berbicara sedikitpun mungkin di ketakutan
aku ga perduli dengan 6 kalung yang baru aku beli , aku hanya menatap wajah sedih gadis di sebelah ku
" lang , maaf , gara gara aku mereka mengambil barang yang kita be" belum sempat selesai tapi aku langsung menutup mulut nya
".lis ga usah bilang gitu, mereka boleh mengambil.nya , aku ga papa asalkan ga nyakitin kamu " ucap ku , setelah itu aku langsung memeluk tubuh sulis , wajah nya menempel di dada ku , aku terus mengelus kepalanya
" udah udah nanti kita beli lagi oke , sekarang kita cari rumah dulu " ajak ku langsung masuk mobil taksi online yang sudah aku pesan
setibanya di tempat penjualan villa aku masuk bersama sulis , tapi entah kenapa satpam di sana malah menghentikan ku
" maaf kalian mau kemana ?" tanya satpam tersebut , " oh paman saya dan calon istri saya ingin melihat lihat rumah, saya ingin beli rumah untuk tempat tinggal saya dan istri saya yang akan sah dua minggu lagi " kata ku sopan
" oh gitu ya , ya udah saya antar kalian ketemu tuan Rhodri ia pemilik usaha villa di sini !" kata nya paman satpam tersebut
" makasih paman , mari " ajak ku lalu masuk bertiga dengan paman satpam di depan dan aku serta sulis hanya mengikuti di belakang sambil bercanda ria
" lis , di pernikahan kita nanti , kita undang siapa aja ?" tanya ku membuka suara serius setelah lama bercanda sambil berjalan menuju kantor dua lantai tempat penjual villa yang bernama tuan Rhodri itu
" ga tau lang , serah kamu aja, aku ikut " kata nya terlihat ga memikirkan nya
kamu ga mau ya lis ada yang tahu pernikahan kita , kenapa? , apa aku ga layak ?
" lang kok ga jawab tanya ku !" kata sulis sedikit kesal , wajahnya nambah imut karena pipinya mengembang seperti balon
" eh maaf lis , kamu tadi tanya apa ?" tanya ku lagi ingin tahu
" ga jadi , males aku !" ucap nya yang malah cemberut ," dih cantik nya , istri siapa ini ?" kata ku tersenyum hangat , sulis pun ikut tersenyum sekali aku goda