
siang setengah pagi, jumat yang indah
sekitar 3 jam perjalanan sudah sampai , yah cukup cepat untuk pejalan kaki
" udah sampai , mau turun ga?" tanya ku , dan zahra mengangguk senang , entahlah yang membuat dia senang pasti aku juga akan senang
" sayang lihat itu , ikan nya warna emas !" seru zahra yang terlihat berbinar kala melihat ikan yang ada di danau yang ada di sana , jauh dari suasana perkotaan , di sekeliling danau ada persawahan yang membentang luas , juga ada satu sungai yang bersumber dari arah selatan
" kamu suka ?" tanya ku pada zahra , dan dia hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan ku , " suka sayang " ucap nya entah angin apa yang menerpa , kecupan di pipi kanan ku benar benar terasa hangat , bahkan suhu tubuh ku panas dingin tidak karuan
memang danau ini di beri bibit ikan yang berbagai varian mulai dari yang warna hitam sampai putih ada semua , meski hanya danau tapi terlihat seperti obyek wisata , sayang tidak ada perawatan lebih selain dari penikmat alam yang ingin mengulurkan tangan nya sendiri
" yang lihat dong itu , pohon nya rindang sekali , kita ke sana ya !" ajak zahra , aku sekali lagi hanya mengangguk tak ada kekuatan pada ku untuk menolak nya , apalagi wajah melas nya kala mengajak terus membayangi ku , hah sudahlah itu memang kebiasaan nya , kalau ga di turuti pasti memasang wajah menyedihkan
kami berjalan , tak ada orang lain yang ada di lokasi , entahlah kenapa , padahal persawahan luas ini juga punya pemilik seharusnya , tapi satu orang pun tak ada , hanya terlihat padi yang beru saja akan berbunga
" wah ,padi nya terlihat sangat cantik !" puji zahra pada barisan rumput penghasil beras ini , ya emang sih terlihat cantik , tapi kan hanya kelihatan nya saja ga sampai sangat cantik gitu
" cantikan kamu sayang !" ucap ku yang memeluk zahra dari belakang , adegan itu tentu terlihat romantis ya kan , tapi kan ini bukan genre romantis , jadi ya ga sampai romantis banget lah
" em , ga percaya " katanya seperti malu , yah udah pernah di coba juga masih malu , dasar emang heroin ku ini , selalu saja aneh aneh aja sikap nya
" kenapa , jadi selama ini kamu ga pernah percaya kata ku ?" balas ku yang ingin dia percaya , aku sih biasa aja , ga ada gitu rasa kesal karena ga di percaya , memang dunia selalu begitu iya kan
" ga ga gitu sayang, aku aku percaya sama kamu , aku aku minta maaf , ini yang terakhir , aku ga akan ulangi lagi " katanya gugup , terlihat ada air di matanya , ya terlihat bersinar karena matanya tampak berkaca karena air mata yang di tahan agar tidak keluar
dan sekali lagi ada perasaan aneh di hati ku , yah entahlah ada penyesalan membuat nya bersedih , selalu terlintas di benak kalau ga akan aku biarkan dia terluka tapi selalu saja aku membuat nya bersedih
" iya ,sudah jangan nangis oke " hibur ku dia mengangguk layak nya anak kecil dan bahkan sampai memeluk tubuh ku , yah aku kaget juga tapi harus ku tahan dengan ekspresi tubuh yang merasa senang itu hal yang biasa di lakukan apalagi seorang perempuan
hari yang indah , berada di pinggir danau , di bawah sinar mentari yang tertutup awan biru , terhalang beringin dengan dahan berdaun yang cukup rindang
jelas ada rasa dan kesan yang menggugah perasaan , tapi itu hanya lah fiksi di novel novel saja , di dunia nyata itu tak sesederhana ini , aku , langit pemuda miskin pemilik sistem , dengan pantangan kesetiaan , jelas itu sebuah hal yang sangat membuat ku kesulitan
, kekutan memang sih aku sangat lah kuat , untuk jumlah orang yang hanya bergerombol tak akan ada yang mampu mengimbangi ku , tapi percintaan jelas hal yang menakutkan , aku hanya boleh memiliki satu pasangan ,setelah aku punya zahra jelas hanya zahra , tidak ada yang namanya poligami di sini
sungguh sistem memang sangat menuntut untuk melajukan cerita ini dengan tema cinta murni sebagai acuan jalan cerita
aku duduk di sisi zahra yang sedang santai bersandar di dada ku seperti anak kecil , " aku tak perduli orang memanggil kita apa , satu yang pasti aku sudah menjadi milik mu , dan kamu milik ku , kita akan bersama dalam cinta dari sang pencipta
sebentar lagi nama keluarga setiawan akan di hapus kan , kalau perlu seluruh nama mu di hapus , ganti yang baru sebagai tanda awal berjalanan nya hidup baru " gumam ku sambil memperhatikan hitam rambut terurai indah
aku yang bersalah karena menyeret mu dalam masalah sistem , sekarang aku yang bertanggung jawab atas kesalahan ku waktu dulu
" yang" suara lembut zahra menggugah rasa penasaran ku untuk bertanya , ada apa
" iya sayang " lanjut ku , dia hanya mendongak melihat ku dari sandaran dada ku sendiri
" besok kita ga usah ke klan kertas emas ya " bujuk nya , entah apa yang dia pikirkan , aku jelas sangat senang , siapa juga yang mau menjadi budak orang lain , ya gimana ga jadi budak , meskipun di sana menjadi menantu ,tapi pasti akan di hina karena tak punya apa apa
" iya sayang , kamu yang meminta pasti aku turuti " setuju ku menarik tubuh nya lebih erat bersandar di dada ku , sambil sama sama menatap danau yang sudah mulai menyilaukan , dengan pantulan sinar langit yang terlihat berwarna emas menambah daya tarik tersendiri
nyatanya ada sepasang kekasih tua yang membawa bayi mungil di gendongan untuk mendekati kami , semakin lama semakin dekat
" udah ada orang ya pah " ucap sang wanita dengan body di atas rata rata wanita rumahan , jelas itu wanita karir yang selalu sibuk dengan urusan bentuk tubuh dan muka
" iya mah " sahut sang laki laki yang terlihat sudah menua , rambut penuh uban , mata berkaca putih , lalu tongkat pendek penuntun arah juga di temani bayi mungin berusia beberapa bulan
sementara yang lain terlihat bodyguard yang selalu setia menemani mereka , berdiri di belakang agar tidak mengganggu mereka
" yang , ada orang nih " kata zahra yang terlihat kurang senang dengan kehadiran orang lain di dekat nya , aku pun juga ingin mengusir mereka karena mengganggu keharmonisan keluarga ku
" hei , anak muda , boleh kami ikut duduk menikmati angin disini " tanya pria tua itu , aku hanya mengangguk melihat dengan cepat aku tahu kondisi nya , pria tua itu pasti suami dari wanita yang membawa bayi dengan santai nya ini