200% cash back

200% cash back
Uang



" iya boleh kok lis , tunggu aku bayar makanan ya !" kata ku langsung di angguki sulis , ia langsung duduk biasa menunggu ku , aku berjalan ke arah penjual di kantin sekolahan


" budhe berapa makanan semua orang yang memesan hari ini?" tanya ku , ya banyak yang langsung menatap ku aneh , aku juga ngerasa aneh sih ini pertama kali aku akan mentraktir semua orang


" tunggu ya " kata budhe penjual di kantin


"semuanya 630 ribu " katanya serius setelah mengecek buku catatan pemesanan di hari ini


" oh ini "aku menyerahkan uang tunai sebanyak 1 juta pada budhe itu


" serius nih? " tanya budhe itu lagi


" iya budhe sisa nya buat budhe aja , makasih pelayanan nya selama ini " ucap ku lalu berjalan meninggalkan nya tanpa permisi


saldo ku saat ini langsung berubah semula 115 juta setelah pembayaran ku pada budhe itu


setelah di depan geng ku aku langsung menghampiri sulis , " lis yuk !" ajak ku dia langsung berdiri dan ikut aku jalan di samping ku menuju toilet umum yang ada


saat aku dan sulis sudah sampai aku mendengar suara erangan sekaligus ******* dari dalam toilet yang berjajar


'yank aku keluar yank , ah , aku juga , bersama ya !' itu yang ku dengar jelas dari dalam di sela semua ah ah ah ah ah yang ada


" siapa ya lang yang ngelakuin di dalam ?" tanya sulis aku pun menggelengkan kepala dan tak memperdulikan nya , sulis langsung masuk di toilet yang ga ke kunci di sebelah suara itu aku menunggu di luar


setelah sulis masuk pintu itu terbuka dan terlihat melinda dengan roni keluar dengan roni masih mengancingkan baju nya


" hei lo ngapain di sini ?" tanya roni setelah berhadapan wajah dengan ku , aku menatapnya tajam tapi tak bicara , sesekali aku juga menatap melinda yang ada di sisi roni


" ngapain? aku nganterin sulis , emang ada urusan apa nanya aku disini ngapain , apalagi ini kan tempat umum juga , jadi bebas lah aku kesini ngapain !" kata ku datar disertai aura dingin ku


mereka berdua langsung meninggalkan aku yang masih berdiri mematung menunggu sulis sambil sesekali menyedot rokok yang ada di antara jari telunjuk dan tengah ku


ya aku masih kesal dengan melinda , jadi aku hanya bisa menenangkan diri dengan merokok


tak lama sulis keluar dari kamar mandi


" lang , kita ke kelas apa kembali ke kantin?" tanya sulis yang baru saja keluar


" ke kantin aja lis " ajak ku langsung berjalan beriringan dengan sulis


di tengah perjalanan sulis membuka mulut nya


" lang , tadi siapa yang mendesah uh ah uh ah ?" tanya sulis masih berjalan di samping kun


" melinda ama roni lis , kenapa emang ? " tanya ku ,aku ga habis pikir sulis akan menanyakan nya , apa dia ikut terbawa suasana ya tadi di dalam kamar mandi , tapi ga lah sulis anak baik baik ga akan dia ngelakuin itu


" kamu ga papa kan lang melihat nya ?" tanya sulis lagi setelah aku menjawab nya


" ga kok lis , aku biasa saja, asal dia ga nyentuh kamu aku baik baik aja kok " kata ku


"oi lang , kenapa lo bayar semua tagihan mereka semua , lo kemasukan demit ya ? tanya baim yang ada si sisi vita saat ini


" mana ada gw kemasukan demit ?, percaya adanya demit aja enggak " kata ku setelah duduk di tempat yang sama di sisi kiri ku ada raka saat ini dan sisi kanan ku ada sulis yang menempel di tubuh ku


" lang ga mau cerita soal roni sama melinda tadi ?" tanya sulis pada ku , ya aku kesal aja karena harus cerita karena semua menatap ku dengan serius bahkan abimanyu juga sama


" oh tadi di toilet roni ama melinda sedang melakukan hubungan itu " kata ku dengan cepat setelah melihat berbagai tatapan mata yang mengarah pada ku


" lo serius ?" tanya baim penasaran


" iya gw serius ayok lis kembali bentar lagi kan mau masuk !" ajak ku langsung menarik tangan sulis dia mengikuti ku saja mungkin juga kebingungan dengan aku


****


benar saja aku dan sulis pulang bersamaan dengan naik taksi yang udah aku pesan, bukan kembali ke hotel tapi menuju mall


"kok ga ke hotel lang ?" tanya sulis aku diam aja dan terkesan tak menganggap nya , dia hanya bernafas kasar melihat ku seperti ini


ya aku melakukan nya karena kesal tadi dia di peluk oleh mustofa tapi ia tidak menolak nya


jadi aku kesal saja mendiamkan nya


" lang !" ucap nya mungkin sudah frustasi melihat ku acuh pada nya ya meskipun duduk di kursi yang sama tapi aku tak menganggap nya


" lo bisa diem ga ?" tanya ku sedikit membentak , dan benar saja sulis langsung menunduk , aku merasa sangat kasihan padanya tubuh nya bergetar mungkin ketakutan air matanya merembes membasahi kedua pipinya ia tidak bersuara sedikitpun hanya bisa diam membeku


aku sangat kasihan tapi aku juga kesal bagaimana sulis tadi tidak menolak saat di peluk dari belakang , ya meskipun aku sudah memukul habis habisan orang itu tapi aku masih kesal


" kenapa lo ga nolak saat pria itu memeluk lo ?" tanya ku mencoba meredakan amarah ku , tentu ini bukan kesalahan sulis ia di peluk dari belakang pastinya dia ga akan tahu kalo akan di peluk


" maaf lang , aku ga tau ,aku kaget" jawab nya sedikit terisak menahan tangis


" maaf lis membuat mu sedih , maaf " kata ku pelan setelah memeluk sulis di dalam mobil taksi itu , entah kenapa amarah ku seketika mereda saat aku memeluk nya


tak lama kami pun sampai di tujuan kami yaitu mall , sulis mengikuti dari belakang , aku menggandeng nya seolah belum pernah terjadi masalah sebelum nya , sulis hanya mengikuti ku tanpa ada penolakan , ya emang terlihat matanya masih berkaca tapi itu lebih baik dari sebelum nya yang meneteskan air mata


lis maaf ya , aku membuat mu sedih


di dalam mal aku langsung membawa sulis ke tempat lapak baju ," pilih lis yang kamu suka " kata ku pelan sambil tangan ku membelai nya dengan halus , aku tidak perduli kedekatan ku membuat banyak pasang mata yang menatap ku menjadi sinis , iri , kagum , marah dan sebagainya


" lang ga usah , nanti uang kita habis " ucap nya mencoba merayu ku agar tak membeli apa apa , " ya udah ikut aku ", aku mengajak sulis melihat toko perhiasan , lis suka yang mana tanya ku pelan saja yang masih lembut pada sulis


" lang nanti uang kita habis lho !" kata sulis , " udah lis tadi kamu udah bilang gitu , aku dah nurut sekarang gantian kamu yang nurut aku ya, kamu pilih yang mana saja !" kata ku langsung bertanya pada mbak penjaga toko itu


.