200% cash back

200% cash back
Maya



" kenapa kalian jadi kompakan kaya gini sih " kesal raka yang aneh kan temen nya kompak ga boleh , ga kompak di suruh kompak emang selalu salah jadi laki laki itu


" jingga kalau lapar makan di dalam sudah ada makanan ajak juga vania dan eh ya siapa nama nya ka?" tanya ku pada raka si anak sultan pemilik banyak rumah sakit besar tingkat internasional itu


" kenalan aja sendiri !" ketus nya , ya bener aja dia ga pernah sedikit pun terlihat mesra dengan gadis yang di bawa nya , ga kaya dulu pas sama anis


" hei cantik aku langit kamu?" kata ku senyum tipis aja , kan juga malas gitu kalo ga ada orang orang mungkin dah ku tinggal berdua an sama zahra


"kenapa diam aja ka ?" tanya ku karena gadis nya hanya diam tak bersuara


" ya , kenalkan nama nya langit , yang tadi di sisi kiri nya nama nya zahra kekasih juga istri nya " kata raka memperkenalkan


" oh , aku maya , maaf aku ga suka dengan panggilan seperti itu " ucap nya ya harus nya dia lah yang bersama abimanyu sama sama kutub ya kan


" oh maaf juga kebiasaan , dan lagi udah lama pacaran sama raka?" tanya ku , dia hanya menggeleng pelan ga berbicara


" ka jelasin kek !" sahut baim


yah harus nya kan di jelasin biar tau ceritanya kok bisa sedingin ini pada kami juga pada nya


"kenalin nama nya maya istri ku sejak kemarin malam " ucap nya


" istri" jingga berbicara setelah sekian lama membisu


" istri??" baim juga ikut kaget hampir barengan dengan jingga ,ya kan kekasih mungkin sudah terjalin tali jiwa , hehe hehe


" kenapa ga undang kami ?" dingin abimanyu bahkan masih ga memandang maya maupun raka dia masih sangat setia mengelus punggung vania dengan telaten , sungguh laki laki idaman ya ga


" sip lah nikahin kalo cinta ya ga" aku malah bereaksi berbeda dengan yang lain nya mungkin membuat yang lain kaget bahkan sampai melotot pada ku


" lo juga kenapa nikah ga bilang bilang !" ucap abimanyu kali ini melihat ku seperti macan melihat kelinci , aku bahkan sampai ingin lari saja tapi masa iya lari kan aneh juga ya kan , bisa di kira anak kecil lagi


".ah itu , maaf " ucap ku santai tapi sedikit horor rasanya dengan suasana seperti ini


" kenapa lo nikah cepat apa mungkin?" belum sempat ucapan itu selesai aku sudah memotong


" iya aku sudah menyakiti nya , karena itu aku menikah dengan nya sebagai laki laki aku akan bertanggung jawab pada nya , aku ga mau kalau perbuatan ku itu akan membuat nya sedih walaupun aku dalam keadaan mabuk saat itu " jelas ku belum selesai sudah di sahut maya


" apa mabuk selalu jadi alasan !" ucap nya


" maaf , tapi itu kenyataan nya " kata ku sedikit merasa bersalah lalu menundukkan kepala bak anak kecil di marahi ibu nya


" hah aku muak dengan laki laki pemabuk " ketus maya , raka hanya bisa menghembuskan nafas kasar nya


" ka sebenarnya apa yang terjadi , ga mungkin kan cerita lo sama kayak langit ?" sela baim melihat ekspresi wajah raka yang terlihat suram


" em , iya cerita gw sama kaya langit , tapi gw masih bisa ngendaliin diri gw , tapi pas gw mau nganterin maya pulang ayah tiba tiba aja datang dan melihat gw sama maya dalam kamar yang sama dan keadaan baju yang acak acakan jadi ayah tanpa banyak kompromi langsung meminta ku menikahi nya"kata raka sedikit menjelaskan kronologi nya walaupun belum begitu jelas tapi setidak nya ada sedikit rahasia yang terungkap , berarti maya masih lah virgin sementara aku , zahra bahkan sudah hamil anak ku , jadi bisa di bilang aku lebih ga punya martabat dari pada dia


" kalau jodoh pasti akan bertemu ka, jadi nikmati aja jalan hidup lo , gw selalu support lo ,oke" tegas baim sok bijak , padahal dia aja ga bisa jaga hubungan nya


"oke , makasih semua nya " kata raka senang


" sama sama " sahut abimanyu yang masih setia sama satu orang , ya tidak lain adalah vania , vania adalah kakak kelas kami ,tapi wajah nya masih terlihat imut mungkin dia punya cita cita menjadi anak kecil terus , bahkan sikap nya selalu manja dan polos , jarang banyak bicara kecuali sama pangeran dingin nya itu


pandangan kami semua lantas menatap ke arah abimanyu , " koo lo yang jawab sih bim!" seru baim ga terima , ya lah masa dia yang udah ngasih semangat malah abimanyu yang bilang sama sama ga nyambung kan , tapi itulah kekonyolan orang orang ini


" maaf " dingin nya kembali , sekarang bahkan dia sempat sempat nya mencium pipi dan kening vania , sungguh ga ada akhlak ya kan anak ga tau diri


"eh , kalo lo nikah gimana sekolah lo ka?" tanya ku mencari pengalihan isu , ya gimana masa ia jadi canggung lagi


"ya gimana , mungkin kaya lo lang , gw harus latihan jadi suami yang baik , apalagi nanti kan juga jadi ayah jadi gw mau bantu bantu ayah buat masa depan gw" jawab raka , setelah agak berpikir lama


"oh bagus lah " sahut ku salut aja anak manja seperti raka mau ngurusin urusan orang tua


" kalo lo lang , gimana selanjut nya ?" balas raka juga ingin tahu kelanjutan cerita ku , ya ga mungkin kan hanya diam diam aja nanti banyak orang tanya kok bisa jadi sultan padahal hanya tiduran aja , ya ga


" gw , gw mau usaha ka , ga tau usaha apa , asalkan gw bisa memenuhi kebutuhan zahra sama gw itu udah cukup" balas ku setelah sedikit berfikir , dan incaran ku kali ini adalah tentang pertambangan , ya aku ingin mencari koleksi emas giok dan lain nya ,kalau penyedotan dan penyulingan minyak , mungkin nanti yang aku pikirkan kali ini hanya tentang pertambangan saja , terutama yang bisa menghasilkan batu giok


.


" oke lang, kalo lo butuh bantuan hubungi gw oke " kata baim terdengar serius


" eh makasih ya im , kalo gw butuh pasti gw akan hubungi lo kok " yah siapa juga yang ga mau di bantu anak mafia ,pasti mau lah bodoh kali ga mau , ya hitung hitung nambah jaringan ya ga ?


" iya lang gw selalu siap bantu lo kok , kalo ada masalah nanti hubungi gw juga ya , kita kan sahabat oke" ucap raka , meski masih datar saja tapi lebih banyak bicara juga anak pendiam ini , begitu yang ku pikirkan