200% cash back

200% cash back
Kesal ?



setelah bercakap kami semua langsung menuju kelas masing masing abimanyu kelas 11 1 , sulis dan aku kelas 11 7 , raka kelas 11 4 , sementara vita kelas 10 2 ,dan baim kelas 11 6


kelas 11 di sekolah ku ada 9 jadi ya gitu lah di setiap angkatan akan ada 9 kelas yang masuk tidak pernah bertambah dan berkurang dari dahulu


"lis , nanti istirahat temenin aku makan siang ya !" kata ku dengan senyuman menunggu guru yang datang tapi tak kunjung datang sampai guru piket hadir membawa sebuah kertas


tanpa banyak.bicara dia langsung menulis di papan besar di kelas kami 'rangkum buku halaman 78 sampai 80 , di kumpulkan nanti pulang sekolah ' begitu selesai menulis langsung keluar begitu saja tanpa pamit dan masuk tanpa permisi


kami langsung mengerjakannya dengan cepat begitu juga dengan aku , sulis selesai dan aku setengah saja masih belum , bukan karena aku bodoh tapi aku malas


" lang belum selesai ya , sini aku yang kerjain !" katanya langsung duduk di pangkuan ku , menggantikan ku mengerjakan tugas dari guru piket itu


aku , ya aku hanya bisa diam melihat keagresifan sulis , " lis kamu tadi pake sampo apa ? " tanya ku yang sesekali mencium dahi dan pipi nya juga rambut nya selalu karena menempel di wajah ku


"sama kayak kamu lah lang !" katanya datar tanpa melirik ku sedikit pun , " lang udah tegak aja , kuat ga nunggu 2 minggu " goda sulis yang duduk di pangkuan ku , tentu saja ia merasakan nya karena bokong kecil nya menempel di tempat yang ga seharusnya


" kuat lah lis , lo kira gw nih apa , sampe gitu aja ga kuat " ucap ku pelan di sisi telinga kiri sulis


" bagus lah , aku yakin kok " katanya tetap stay menulis tugas ku dengan telaten , cepat sih karena langsung meniru dari buku nya yang ia kerjakan tadi


banyak yang menatap kedekatan kami berdua , terutama melinda yang duduk di bangku paling depan , tapi aku gak perduli sih dengan tatapan seperti itu


setelah beberapa menit akhirnya tugas selesai dan sulis sudah kembali ke kursinya meninggalkan kenangan indah untuk ku, dan itu untuk pertama kali aku merasakan nya


setelah bel istirahat kami semua langsung keluar ada yang duduk aja di kelas tapi kebanyakan langsung keluar , aku juga dan sudah pasti , tapi kali ini dengan menggandeng lengan sulis di belakang ku


setelah sampai di kantin ke tiga teman geng ku belum ada yang nampak


" lis mau nanya , hal seperti tadi kamu sering lakuin ya sebelum nya , kok kamu keliatan terbiasa seperti itu ?" tanya ku menatap sulis lekat menunggu jawaban yang pasti


" enggak lang tadi pertama kali , tapi tadi pagi aku melihat hal itu di lakukan raka sama anis , jadi aku mencoba nya saja , hehe maaf ya !" katanya cengengesan


" oh iya ga papa , kirain sering melakukan nya , o ya lis , kamu gantian suapi aku ya aku malas buat pegang sendok ! " kata ku dengan senyuman indah


dia langsung mengangguk dan langsung mencampur cuka kecap serta sambal di mangkok mie instan ku


setelah nya ia mengambil dua sumpit , aku sedikit tidak percaya sulis bisa menggunakan nya karena aku aja ga bisa


" emang bisa pake lis ?" kata ku penasaran


" bisa kok ,bisa banget , buat kamu apa yang aku ga bisa lang " katanya mengangguk pelan


benar saja dia sangat hebat dalam menggunakan sumpit , aku makan lahap dari suapan tangan nya sampai kedatangan ketiga sahabat ku ga ku anggap


abimanyu langsung duduk di depan ku , tanpa bertanya langsung menyalakan koreknya untuk membakar sepotong rokok nya


" ka , lang , im , nanti temenin gw ya , kata bang feri jingga mau bertemu dengan orang yang ingin di jodohin sama dia , siapa tahu jingga ga suka pada ku dan bisa dengan kalian " kata raka blak balakan , ga sesuai sifatnya yang pendiam


" ****** lu, gw masih ada vita anjeng " teriak baim orang pertama yang kesal dan langsung memegang kerah baju raka


" gw ga bisa im , maaf vania nanti ngajak gw jalan jalan " kata abimanyu datar tanpa merubah pandangan nya yang seperti melamun jauh sambil menghisap rokok nya


" kalo lo lang gimana?" tanya raka pada ku yang masih asik melahap mie dari suapan sulis


" hah , di depan calon istri ku lo bisa bisanya ngajak gw nemuin cewek lain , lo punya otak gak !" kata ku dengan wajah biasa saja


" he lis lo ngasih ijin kan sama langit " tanya raka menatap sulis yang menghadap ke arah ku dengan penuh perhatian


"ngasih kok , kalau dia mau pergi aku ga bisa ngelarang dia !" kata sulis yang masih menyuapi ku dengan telaten


" enggak lis , gw ga bisa , lo ingat janji kita kan kalo kita akan bersama selalu kenapa lo ngasih ijin sama dia " tanya ku yang sedikit kaget dengan penuturan sulis , ya memang terdengar cuek tapi membuat ku sedikit kesal dengan nya


" iya aku ingat kok lang, ini minum dulu es nya " katanya menyerahkan gelas plastik warna hijau muda yang ada sendok dan sedotan plastik warna merah


" em makasih lis " ucap ku pelan tanpa meraih gelas di tangan nya dan langung meminumnya dengan sedotan yang ada


setelah minuman habis aku langsung mengambil bungkus rokok abimanyu dan membakarnya di mulut ku


" lis nanti abis pulang sekolah kita cari rumah ya !" ajak ku setelah menyalakan rokok ku dan mengeluarkan asap nya dari mulut ku membentuk huruf o


" emang masih ada uang lang, kan kita baru aja keluar ?" tanya sulis yang terlihat serius


" um belum sih kan kita bisa nyicil dulu !" kata ku dengan wajah sederhana , lalu menarik nya di dekapan ku


" iya sih , emang masih ada berapa lang ? " tanya sulis yang terlihat penasaran


" rahasia " kata ku dengan senang melihat wajah nya nampak kesal


" eh mau beli rumah emang lo di usir oleh bokap ama nyokap lo ?" tanya baim cepat


" enggak im, gw di usir sama paman gw , kemarin ayah dan ibu gw kecelakaan dan meninggal dunia lalu gw di usir dari rumah " ucap ku menjelaskan singkat dengan malas masih mengelus kepala sulis yang bersandar di pundak kanan ku


" njir lo ga bilang kalo bokap nyokap lo ga ada pada kami semua , kita ini teman lang !" seru baim.langsung menatap ku yang lain juga sama menatap ku dengan kesal


" maaf im , ka , bim , gw ga mau ganggu kalian " kata ku masih tak menatap mereka aku hanya melihat ke arah hp sulis yang sedang bermain game balap mobil


" ah kalah lagi " kesal sulis lalu mematikan hp nya , " lang temenin aku ke toilet boleh ga ? " ajak sulis yang masih bersandar di pundak kanan ku