200% cash back

200% cash back
Bakso



singkat aja ya ,hari berganti


pagi hari ,jumat yang cerah


saat ini aku sedang jalan jalan dengan dua gadis , satu zahra kekasih ku di tambah vita yang ga mau pulang dan ingin selalu bersama zahra , entahlah wanita memang beda , asal ga aneh aneh aku turuti aja


" kenapa lo ga sekolah ?" tanya ku saat lama hanya diam diam saja , sekedar jalan jalan saja


" enggak , aku belum siap ketemu baim , otak ku terlalu kacau untuk memikirkan nya " kata nya


" oh " itu aja yang keluar dari mulut ku


" sayang lihat itu bakso , aku ingin makan ,temani makan ya " rengek zahra dengan wajah imut nya manja sambil menunjuk nunjuk penjual bakso kaki lima


" tapi aku ga ada uang sayang , uang ku kelupaan ada di hotel , nanti sore aja ya" balas ku ,masih menggenggam lengan kiri nya , karena tangan kanan nya terlalu bersemangat menunjuk ke arah lapak penjual bakso


padahal sebenarnya aku sudah ga ada uang ,entahlah kenapa juga semua uang harus di ambil tanpa tersisa jadi usaha selama ini hanya sia sia juga , bak mimpi kan setelah kaya sesaat jatuh miskin lagi


"sayang ih , hiks hiks " rengek nya yang langsung menempelkan wajah nya pada dada ku mencari tempat ternyaman nya , "udah udah , vit , lo punya uang ga , gue pinjam ya kalo ada" kata ku tanpa melirik ke arah vita sedikitpun , aku hanya melihat rambut zahra yang terurai indah itu


" ada , tapi cuma segini " ucap nya menyodorkan 2 lembar seratus ribu dari dompet nya yang ada di dalam tas kecil yang ia selendangkan dengan nyaman di pundak jenjang itu


" iya ga papa , aku pinjam ya , nanti di hotel aku kembali kan " sahut ku menerima uang itu lalu memasukkan nya ke dalam saku celana panjang yang aku pakai


" ayo sayang , udah ada pinjaman uang dari vita , mari makan bakso nya" ajak ku dan zahra langsung senang macam anak kecil yang di beri permen oleh ibu nya , dia bergelayut manja di lengan ku sambil mengusap usapkan pipi nya yang halus tanpa jerawat itu , sayang ada bekas luka di pinggir bawah rahang kanan nya , entah itu luka apa tapi yang jelas itu bekas luka


sementara vita hanya berjalan di sebelah kiri zahra , jadi zahra ada di tengah


sampai di tempat tujuan , aku memesan 2 bakso , dan 1 mie ayam campur untuk vita ,ya dia pesan seperti itu tadi


tak lama ada beberapa orang yang datang , baju urakan yah siapa lagi kalau bukan preman jalanan


" hei ,uang keamanan , kemarin udah ga bayar jangan bilang ga ada uang lagi , atau aku obrak abrik lapak mu!" teriak salah satu dari kawanan preman itu


keren juga ya jadi preman , sambil jalan jalan juga bisa dapat uang , kehidupan memang aneh , orang yang kerja keras malah harus di mintai orang orang macam itu


"em iya kasihan " malas ku yang masih setia mengecup pucuk kepala zahra tanpa beralih pada preman jalanan yang ga akan bisa bertarung itu , yah yang pasti hanya modal gertak aja mereka itu


" kamu ga mau nolongin lang?" tanya vita , ah aku buat apa berurusan pada mereka , nanti malah nambah masalah aja , asal bisa hidup tenang aku sudah nyaman kok


"kamu mau?" balas tanya ku tanpa melihat nya sedikitpun , entahlah aku terlalu jadi budak cinta nya zahra , asal dengan zahra ga perduli sama siapa aja , dan ga mau terlalu banyak mikir


asal preman itu ga ganggu ketenangan ku dan zahra itu semua ga akan memancing ku untuk berurusan dengan preman itu


" iya kalau aku bisa !" ucap nya seru penuh tekad , lalu aku mengambil 1 lembar pinjaman ku dari nya , " kasih uang ini pada mereka , dan bantu paman itu " ucap ku lalu memberikan seratus ribu pada vita


dia hanya mengangguk , entah apa yang dia pikirkan , dan aku ga perduli itu , entahlah mungkin aku yang jadi orang terlalu cuek atau dia yang terlalu terbawa suasana , maklum wanita memang gitu iya ga


lalu vita berjalan ragu membawa seratus ribu itu ke arah para preman yang hampir memukul paman penjual bakso


".hentikan , ini uang yang kalian minta , tolong jangan ganggu suasana hari ini " kaya vita lantang , aku cukup kaget dengan keberanian nya tapi hanya kaget sih ga sampai gimana gitu


" hehe makasih gadis cantik " kata pemimpin nya lalu meraih uang dari vita dan pergi begitu saja , tanpa pamitan dengan paman penjual bakso dan juga vita yang memberi nya uang , dasar preman ga ada akhlak


lalu vita menerima banyak pujian dari orang orang yang juga makan di lapak ini , aku cukup senang dengan situasi ini , yah lebih baik kebahagiaan kan dari pada ketegangan seperti tadi , sementara vita ?dia terlihat sangat senang dengan pujian pujian itu , yah namanya juga perempuan di puji dikit langsung terbang


tak lama vita kembali ke tempat nya , ia duduk di samping zahra kembali , karena kursi panjang dari kayu sederhana tanpa penyangga punggung yang muat untuk 5 orang jika duduk tenang , dan masih nyaman jika untuk 4 orang sekaligus


" wah kamu hebat vit " puji zahra yang tak lepas dari pundak ku sebagai sandaran , yah itu tempat nyaman bagi nya , aku hanya senang aja karena sentuhan itu juga nyaman untuk ku


".makasih zahra , makasih aku senang bisa membantu paman penjual bakso , makasih juga langit telah memberi saran agar aku bisa membantu paman penjual bakso itu " kata vita terlihat berbunga bunga di wajah nya


"hei , ini bakso untuk mu " sapa salah satu pria tampan , ya sepertinya juga anak kaya yang baru melihat dunia luar karena pakaian nya cukup formal untuk menunjukan kekuatan keluarga nya di mata dunia


" oh makasih " balas vita yang terlihat cukup senang , " boleh ikut duduk ?" tanya pria itu dan vita hanya mengangguk tanda menyetujui


"jangan dekat dekat nanti naksir " sindir ku pelan saja , setelah cukup untuk melihat siapa orang yang duduk di samping vita , jelas aku tahu karena dia adalah teman di klub malam ku , yah termasuk teman sih meski ga sedekat geng sekolah ku


" apaan sih lo , nyahut aja " ketus orang itu , aku hanya tersenyum dan menggeleng geleng kan kepala , untuk persetujuan aku jujur ga setuju , karena teman ku ini terlalu banyak wanita di hidup nya dan vita pasti tak akan punya tempat spesial di hati nya , itu yang ku pikirkan