
" jadi apa yang mau lo omongin lang?" kata baim penasaran mungkin dia juga sama seperti ku kaget dengan perubahan abimanyu yang terkesan drastis
" gua akan keluar dari SMA " ucap ku serius
melihat tatapan kaget ketiga orang yang ku anggap teman itu tentu membuat mereka menjadi bingung ya kan?, masa ga ada ujan ga ada angin langsung keluar aja , ya aku ingin fokus pada penyembuhan zahra apapun yang terjadi apalagi harus bisa meluangkan waktu kalau sewaktu waktu ada misi dari sistem
mereka kayak Ultraman ke habisan waktu aja , kayak orang bodoh
" sayang ku ngantuk ya?" tanya ku pada zahra yang menutup matanya , mungkin aja kenyamanan di pangkuan ku membuat nya melupakan masalah masalah yang akhir akhir ini terjadi ,tentu saja aku senang dengan hal itu
sebuah anggukan terlihat untuk respon dari pertanyaan ku
" lang lo serius kan , kenapa lo mau keluar ?" tanya raka yang semula hanya diam aja
raka juga jadi banyak omong sekarang , kenapa semua jadi kayak ibu ibu ya , apa mereka kesurupan jin ?
" gua ada masalah ka, lo tau kan bokap nyokap gua dah ga ada , sekarang gua hanya anak miskin yang ga punya sandaran , gua mau berhenti dari sekolah , mungkin nanti kalo udah ada dana gua akan lanjutin " ujar ku yang sok iya aja , kalau ga gitu harus ngomongin apa coba?, iya ga
dan rencana emang gua mau nikah diam diam aja sambil mencari cara agar zahra bisa sembuh dari sakit nya
" lang, gua yang akan bayarin sekolah lo jadi tolong jangan keluar ya !" ajak abimanyu , ya dia anak konglomerat terkaya di antara ke tiga teman ku ini , hati nya baik hanya saja dia terlalu dingin pada siapapun kecuali cewek nya
" iya lang, uang jajan aku akan membagi uang saku ku pada mu , jadi tolong ya jangan keluar !" tambah baim dengan di temani jingga yang ada di sisi nya , perkataan nya yang serius aku bingung harus cari alasan apa
" iya , kalo lo mau nyembuhin zahra gua akan bantu tapi syarat nya jangan keluar ya " ajak raka
sungguh teman yang baik , ya gak?
abimanyu anak konglomerat kelas atas , ayah nya punya beberapa perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara minyak dan juga ada proyek jalan tol di banyak tempat
sementara raka ? dia anak dari pemilik rumah sakit kencana wungu , cabang nya ada di mana mana , sudah sangat besar bahkan sampai ke luar negara ini ada cabang nya
lalu baim , putra ke dua dari tuan santoso dan bibi rehana , ya dia anak dari ketua mafia terbesar asia tenggara , ga ngotak kan teman teman ku, ya yang bersekolah di sekolah SMA kami bukan kaleng kaleng semua anak orang orang kaya , bahkan yang seperti ku juga di anggap keluarga biasa biasa saja di banding dari yang lain nya
" lang ga gitu maksud aku , aku ga ada maksud buat ini " sahut raka yang terlihat panik , aku tau dia hanya mengancam agar aku ga keluar dari sekolah an tapi ini juga sudah ku putuskan
" iya ka aku tau , tapi maaf bantuan mu sudah cukup dari sekarang , aku pamit " datar ku lalu mengangkat tubuh zahra yang semula selalu ada di pangkuan ku, aku menjatuhkan nya di atas kursi roda dengan pelan dan nyaman nya
semua ga ada yang bicara terdengar hening sampai aku ga dengar apa yang mereka lakukan dan mungkin apa yang mereka katakan , sementara sulis ikut aku berjalan di samping ku meski tanpa ucap dari mulut nya
" lang , kamu kenapa mau keluar bukan kah kamu mampu menyicil sebuah villa mana mungkin kamu ga punya uang ?" tanya sulis setelah sekian lama ga bicara
" oh aku membelikan nya untuk mu , walau hanya uang muka nikmatilah setidak nya selama 3 bulan kamu akan tinggal di sana , dan tolong jahui aku , aku sudah ga punya apa apa sekarang semua uang udah aku buat untuk membayar uang muka di villa itu " kata ku terus berjalan sementara sulis langsung berhenti saat tangan ku melempar sebuah kunci villa ke arah nya tanpa melihat wajah nya
mungkin sulis sudah sangat senang karena hak villa aku kasihkan padanya , ya dia yang mengkhianati ku tapi malah dia yang nerima enak nya , aku ga perduli itu dan langsung pergi saja dari sana
" sayang " ucap ku di samping orang yang duduk di kursi roda
zahra hanya menatap ku seperti ingin mengatakan sesuatu , ya dia jelas ingin berkata tapi keadaan yang memaksanya untuk diam
" maaf ya , aku bukan nya ga mau nerima bantuan raka untuk kesembuhan mu, tapi khawatir dengan keadaan mu yang sendirian kalau aku lanjut sekolah , maaf ya , aku janji kok pasti akan menemukan cara agar kamu bisa kembali pulih, kamu percaya kan ?"tanya ku setelah mengatakan alasan ku ya itu kejujuran , aku emang orang yang selalu jujur dalam setiap perkataan maupun tindakan , apa yang aku perbuat pasti aku pertanggung jawabkan dan apa yang ku katakan pasti akan ku buktikan
zahra hanya mengangguk
zahra merasa senang dengan sikap dan perkataan tuan
makasih sistem , karena mu aku tahu kalau zahra merasa senang atau tidak , aku berjanji akan membuat mu nyaman selalu sayang ku
malam ini mungkin aku ajak makan aja ya , tapi ini udah jam 11 mana ada tempat makan yang masih buka , aku harus kemana ya buat nyenangin zahra apa ke pantai ya
ya tapi itu jauh perlu dua jam untuk jalan kaki ke sana kalau pesan taksi entah kapan datang nya , sial emang ga bawa motor ga bisa mobil , aku anak orang kaya tapi mobil aja ga bisa mengendarai dah lah terima aja nasib pasti kalau dah beli bisa juga
" sayang , kamu mau ke pantai ga , kalau iya kita ke sana , atau mau balik aja , kan juga udah semakin malam ?" tanya ku menatap intens wajah zahra yang mengangguk , aku jadi bingung dia mengangguk untuk ke pantai atau ke hotel
" sayang kita ke pantai atau ke hotel , kalau ke pantai anggukan kepala kalau ke hotel geleng kan kepala !" ujar ku dia ber geleng geleng seperti anak kecil yang terlihat imut ih gitu lah dia sangat imut ingin aku makan aja tiap hari